NEWBORN
13 Mei 2020

Infeksi Bakteri E.Coli jadi Penyebab SIDS, Benarkah?

Bakteri E.Coli tumbuh lebih cepat pada bayi yang tidur tengkurap
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Sudden Infant Death Syndrome ( SIDS) atau sindrom kematian mendadak bayi adalah kematian mendadak yang bisa terjadi pada bayi di bawah 1 tahun, namun tanpa disertai gejala-gejala apapun.

Meksipun SIDS dianggap langka, sindrom ini merupakan penyebab utama kematian ketiga pada bayi. Namun, hingga saat ini, penyebab SIDS ini belum jelas.

Para ilmuwan pun terus mencari beberapa penyebab SIDS. Beberapa penyebab SIDS yang tengah diteliti para ilmuwan adalah:

  • Sleep apnea atau periode berhenti bernapas saat tidur
  • Kelainan otak di daerah yang mengontrol pernapasan

Baca Juga: 6 Cara Mencegah SIDS pada Bayi Bayu Lahir

Hubungan antara Infeksi Bakteri E.coli dan SIDS

Wah Bakteri E.Coli Ternyata Bisa Sebabkan SIDS-1.jpg

Berdasarkan penelitian terbaru, infeksi bakteri ternyata berkaitan dengan sindrom kematian mendadak pada bayi ini.

Ahli patologi anak-anak Neil J. Sebire, MD, dan rekannya dari Rumah Sakit Great Ormond Street London untuk Anak-anak, meninjau hasil otopsi dari hampir 500 bayi yang meninggal secara tiba-tiba dan tidak terduga.

Para peneliti tersebut mengelompokkan kasus-kasus tersebut dalam tiga kategori. Yakni, apakah otopsi mengungkapkan tidak ada penyebab kematian yang jelas, apakah ada bukti infeksi bakteri sebagai kemungkinan penyebab SIDS, atau apakah ada bukti penyebab SIDS lain yang bukan bakteri.

"Sampel bakteri yang diambil saat otopsi juga dikelompokkan berdasarkan kategori, apakah bakteri dikaitkan dengan penyebab kematian yang jelas akibat infeksi atau apakah bakteri dapat menyebabkan kematian cepat tanpa infeksi yang jelas," ujar Sebire seperti dilansir dari WebMD.com.

Sebire menuturkan, sampel bakteri yang digunakan dalam kelompok terakhir adalah bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli (E.Coli). Kedua bakteri ini ditemukan lebih umum daripada yang diperkirakan pada bayi yang kematiannya tidak dapat dijelaskan atau SIDS.

Sementara 16 persen sampel dari bayi yang kematiannya tetap tidak dapat dijelaskan setelah otopsi mengandung bakteri Staph, dibandingkan dengan 9 persen bayi yang kematiannya dijelaskan tetapi tidak terkait dengan infeksi.

Dan sebanyak 6 persen sampel dari kelompok sebelumnya mengandung E. coli, dibandingkan dengan hanya 1 persen sampel dari kelompok terakhir.

Baca Juga: 5 Cara Mencegah Kematian Bayi Mendadak (SIDS)

E.coli jadi Penyebab SIDS

penyebab sids

Peneliti SIDS James A. Morris, MD, dari Royal Infirmary Lancaster juga melakukan penelitian serupa. Dia mengungkapkan, hasil temuan dalam penelitiannya, membantu menjelaskan mengapa kematian SIDS terjadi begitu cepat, bahkan dalam waktu satu kurang dari satu jam. Bakteri ikut berperan sebagai penyebab SIDS ini.

"Satu-satunya cara untuk mengetahui bahwa ini bisa terjadi adalah dengan melepaskan racun bakteri ke dalam aliran darah," kata Morris.

Morris menuturkan, penelitian yang dia lakukan menunjukkan adanya pertumbuhan bakteri salah satunya E.coli pada sampel hidung dari bayi yang tidur tengkurap.

Pertumbuhan bakteri E.Coli pada sampel hidung bayi yang tidur tengkurap ini lebih berat dibanding bayi yang tidur telentang.

"Langkah selanjutnya adalah tidak hanya mencari bakteri E.Coli pada bayi ini, tetapi untuk mencari racun yang diproduksi bakteri," katanya.

Penyebab SIDS Lain

penyebab sids

Sementara itu, Profesor Paul Goldwater, konsultan mikrobiologi klinis dan penyakit menular di SA Pathology dari Rumah Sakit Ibu & Anak, Adelaide, Australia juga melakukan pengujian terhadap darah 68 bayi yang meninggal karena SIDS.

Pada penelitian yang diterbitkan di Frontiers in Immunology, pengujian tes darah tersebut dibandingkan hasilnya dengan tes darah pada 60 bayi lainnya, di mana beberapa masih hidup dan sisanya meninggal karena sebab yang lain.

Hasil awal menunjukkan bahwa semua bayi yang meninggal karena SIDS memiliki produk sampingan E. coli yang disebut curlin dalam aliran darah mereka.

Baca Juga: Bayi Tidur Tengkurap jadi Penyebab SIDS?

"Tidak ada bayi di kelompok lain yang memiliki darah melengkung. Curlin diketahui menyebabkan syok pada tikus percobaan," kata Goldwater seperti dilansir dari ncbi.nlm.nih.gov.au.

Goldwater melanjutkan, meskipun penyebab SIDS telah dikaitkan dengan banyak penyebab potensial, termasuk posisi tidur tengkurap, cacat batang otak, dan gangguan pernapasan, pihaknya meyakini bahwa proses infeksi E. Coli jadi penyebab SIDS lebih mungkin terjadi.

Dia mengatakan, otopsi secara konsisten yang telah dilakukannya, menemukan bahwa paru-paru basah pada bayi yang meninggal karena SIDS, merupakan suatu kondisi yang konsisten dengan infeksi tetapi tidak mati lemas.

Wah, ternyata infeksi bakteri E. Coli ternyata juga bisa mengakibatkan kematian lewat SIDS.

(SERA)

Artikel Terkait