RUPA-RUPA
11 Februari 2019

Disangka Pura-pura Sakit Perut, Balita Ini Ternyata Menderita Kanker Langka Mematikan

Ternyata kanker yang dideritanya sudah menyebar ke berbagai bagian tubuh
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Andra Nur
Disunting oleh Andra Nur

Cayla Jones terus tidur sambil mengeluh sakit perut. Setelah dibawa ke dokter, Cayla diketahui menderita kanker langka dan berpotensi mematikan.

Gadis kecil itu pun harus menjalani kemoterapi yang intens, pembedahan, dan radioterapi untuk menghilangkan penyakit dari tubuhnya.

Sebelum didiagnosis kanker, ibu Cayla, Enya Gooding, mengira anaknya itu mengalami infeksi saluran kemih (ISK).

Setelah diperiksa, dokter kemudian menemukan tumor neuroblastoma yang telah menyebar dari perutnya ke tenggorokan dan lehernya.

Sempat Dikira Infeksi Saluran Kemih (ISK)

8499664 6582287 image a 35 1547465210860

Kondisi Cayla pertama kali diketahui ketika Enya membawanya ke dokter tahun lalu.

Ketika itu, Cayla mengeluhkan sakit perut selama beberapa malam berturut-turut.

“Cayla baik-baik saja di siang hari, tetapi ketika tiba waktunya untuk tidur, dia akan mengatakan dia sakit perut,” tutur Enya seperti dikutip dari Dailymail.co.uk.

Enya malah berpikir Cayla berusaha untuk tidak tidur dengan berpura-pura sakit perut.

Karena awalnya disangka mengalami ISK, Cayla diberi antibiotik oleh dokter.

Namun, rasa sakitnya tidak kunjung hilang. Tetapi setelah diberikan antibiotik selama seminggu selesai pada Juli 2018, Cayla masih belum sembuh.

Baca Juga: 5 Hal yang Harus Dilakukan Orang Tua Ketika Anak Menderita Kanker

Didiagnosis Mengidap Tumor Neuroblastoma

8499656 6582287 image a 30 1547465034790

Ketika kembali ke dokter, dokter menemukan benjolan di perut Cayla.

Dokter itu lalu memanggil seorang kolega dan berdiskusi. “Aku melihat wajah mereka. Mereka berdua terlihat aneh. Saat itulah aku mulai khawatir,” ungkap Enya.

Cayla kemudian dirawat di Rumah Sakit Royal Devon and Exeter hari itu. Cayla langsung menjalani tes darah, urin, dan USG.

Dokter Onkologi lalu memanggil Enya dan suaminya ke ruangan untuk memberikan penjelasan.

Menurut Enya, dokter mengatakan mereka telah menemukan tumor.

Seketika, dunia Enya hancur. Dia tidak bisa berbicara. “Aku bahkan tidak sanggup mengajukan pertanyaan, aku hanya berusaha menenangkan diri dan memasang wajah pemberani untuk Cayla agar tidak membuatnya takut,” tuturnya.

8499650 6582287 image m 28 1547464958763

Keluarga kemudian memindahkan Cayla ke Rumah Sakit Anak Bristol beberapa hari kemudian untuk pemindaian lebih lanjut dan biopsi tumor.

Dari pemindaian tersebut diketahui bahwa Calya menderita neuroblastoma stadium empat.

Neuroblastoma adalah kanker langka pada sel-sel saraf yang terutama menyerang bayi dan anak kecil.

Setiap tahunnya ada sekitar 100 anak didiagnosis kanker ini di Inggris.

Kanker ini paling sering terjadi pada kelenjar adrenalin di dekat ginjal, leher, dada, perut, atau panggul.

Penyebab penyakit tidak diketahui tetapi gejalanya termasuk rasa sakit di daerah yang terkena, kelelahan ekstrem, kesulitan menelan atau bernapas, serta kulit memar dan kelemahan.

Penyakit Cayla ternyata telah menyebar dari perutnya ke atas melalui otot diafragma dan ke kelenjar getah bening di lehernya. Stadium empat menunjukkan penyakit ini telah menyebar jauh ke seluruh tubuh.

Baca Juga: Sedih, Masih Kecil Anak Ini Sudah Mengidap Kanker Payudara

Jalani Pengobatan Panjang

8499658 6582287 image a 29 1547465028007

Cayla memulai kemoterapi pada 19 Juli dan menjalani delapan putaran dalam 70 hari.

Pada putaran keempat tumor di lehernya telah menghilang sepenuhnya dan tumor utama di perutnya menyusut.

“Pada akhir 70 hari, jumlah sel darah putihnya rata dan dia harus diisolasi selama tiga minggu karena sistem kekebalan tubuhnya sangat lemah,” tutur Enya.

MRI menunjukkan dua pertiga dari tumor lambung telah menghilang, dan Cayla menjalani operasi selama delapan jam yang berhasil mengangkat sekitar 80 persen dari yang tersisa.

Kondisi Cayla Berangsur Membaik

8499662 6582287 image a 31 1547465059202

Dokter kemudian mengambil sel punca dari sumsum tulang Cayla, yang dapat digunakan untuk menggantikan sel yang hancur selama perawatan.

“Ketika dia pulang dari rumah, dia sangat sehat, nafsu makannya lebih baik daripada sebelum dia sakit! Sangat menyenangkan melihatnya seperti itu,” ungkap Enya.

Cayla menjalani minggu berikutnya kemoterapi dosis tinggi dan dipulangkan pada 17 Desember 2018. Dia akan melakukan pemindaian akhir Januari untuk melihat apakah dia dalam sisa sel kanker, sebelum putaran terakhir radioterapi.

(AND)

Artikel Terkait