BALITA DAN ANAK
10 Januari 2020

5 Penyebab Balita Sakit Gigi, Jangan Dianggap Sepele!

Anak sakit gigi, Moms jangan panik...
Artikel ditulis oleh Ria Indhryani
Disunting oleh Orami

Sakit gigi bisa disebabkan oleh seribu satu alasan. Pada orang dewasa, tidak sulit mengidentifikasi dan mencari bantuan ketika diperlukan.

Akan tetapi untuk Si Kecil, sakit gigi hanyalah rasa sakit yang terus-menerus serta nyeri berdenyut tanpa jelas bagian mana penyebabnya. Tergantung pada seberapa besar rasa sakit yang dirasakan Si Kecil.

Penyebab Balita Sakit Gigi

Menurut University of Rochester Medical Center Rochester, umumnya, penyebab sakit gigi pada balita adalah karies gigi yang kemudian membuat gigi berlubang. Namun, selain itu, ternyata masih ada beberapa penyebab lain sakit gigi pada balita. Apa saja? Berikut ulasannya.

1. Tumbuh Gigi

Tumbuh Gigi.jpg

Foto: pharmaceutical-journal.com

Penyebab sakit gigi pada balita yang pertama adalah tumbuh gigi. Tumbuh gigi adalah proses di mana gigi Si Kecil muncul atau menembus gusi. Tumbuh gigi umumnya dikaitkan dengan ketidaknyamanan gusi dan rahang saat gigi Si Kecil bersiap untuk muncul melalui permukaan gusi.

Saat gigi bergerak di bawah permukaan jaringan gusi, daerah tersebut mungkin tampak sedikit merah atau bengkak. Kadang-kadang area berisi cairan yang mirip dengan "lepuh darah" dapat terlihat pada gigi yang akan meletus.

Beberapa gigi mungkin lebih sensitif daripada yang lain ketika mereka meletus. Geraham yang lebih besar dapat menyebabkan lebih banyak ketidaknyamanan karena luas permukaannya yang lebih besar yang tidak dapat "memotong" melalui jaringan gusi seperti yang mampu dilakukan oleh gigi seri yang muncul.

Dikutip dari Medicinenet.com, tumbuh gigi sangat umum dan gejala lain seperti demam, rewel serta diare juga sering terjadi pada waktu yang bersamaan. Penyakit atau kelainan lain seperti infeksi virus jauh lebih mungkin menyebabkan demam, kerewelan, dan atau hidung tersumbat disertai batuk dan diare.

Penting untuk menghubungi dokter jika gejala-gejala ini atau gejala lainnya tampak mengkhawatirkan. Jangan berasumsi bahwa Si Kecil hanya tumbuh gigi.

Baca Juga: Balita Malas Menggosok Gigi Berpotensi Terkena Sakit Jantung?

2. Gigi yang Retak atau Patah

Patah Gigi.png

Foto: onyamagazine.com

Penyebab sakit gigi pada balita yang selanjutnya adalah ada gigi yang retak atau patah. Si Kecil yang semakin besar akan terus bergerak secara aktif tanpa menghiraukan apapun. Energi yang selalu terisi akan membuat Si Kecil bermain, berlari, melompat, menyelam, bahkan menggigit sesuatu yang sangat keras.

Bila terjadi kecelakaan kecil karena aktifitasnya tersebut, Si Kecil akan mengalami sakit gigi karena gigi yang retak atau patah. Jangan terlalu khawatir karena ini bisa jadi adalah pengalaman umum semua ibu.

Dikutip dari crest.com, ada banyak cara untuk menangani gigi yang terkelupas atau patah. Perlu diketahui juga bahwa Moms harus selalu mengunjungi dokter gigi sesegera mungkin setelah kejadian, tidak peduli seberapa parahnya.

Gigi yang terkelupas atau patah dapat menyebabkan rasa sakit dan tidak nyaman saat mengunyah atau saat terkena suhu yang sangat panas atau dingin.

Sebelum bertemu dokter, Moms harus tetap tenang serta memeriksa apakah ada pendarahan yang terjadi atau tidak pada Si Kecil. Membilas mulut Si Kecil dengan air dingin dan mengompres dengan kompres dingin dapat mengurangi kemungkinan pembengkakan.

Jangan lupa untuk mengumpulkan setiap fragmen gigi dari lokasi kecelakaan dan membawanya ke dokter gigi.

Baca Juga:Masih Alami Sakit Padahal Gigi Sudah Dicabut? Jangan-Jangan Anda Alami Kondisi Ini

3. Kehilangan Isi

Gigi Tidak Berisi.jpg

Foto: trianglepediatricdentistry.com

Penyebab sakit gigi pada balita yang selanjutnya adalah gigi kehilangan isi. Gigi bayi biasanya tidak longgar sampai gigi permanen di bawah mendorong untuk menggantikannya. Akan tetapi, mungkin ada anak-anak yang kehilangan gigi susunya sebelum gigi permanen siap untuk muncul, terutama karena kecelakaan atau penyakit gigi.

Ternyata, hal ini juga bisa menyebabkan Si Kecil menderita sakit gigi. Dikutip dari Babycenter.com, dalam kasus seperti ini, kadang-kadang dokter gigi anak akan menempatkan spacer (custom-fit) sampai gigi dewasa siap untuk muncul. Ini mencegah masalah jarak dari ruang kosong yang ada.

Beberapa anak kehilangan gigi pertamanya pada usia 4 tahun atau paling lambat 7 tahun. Umumnya, semakin cepat gigi bayi tumbuh, semakin cepat pula gigi tersebut rontok.

Jika Si Kecil mulai kehilangan gigi sebelum usia 4 tahun, berkonsultasilah dengan dokter gigi untuk memastikan tidak ada masalah.

Moms juga harus mengajak Si Kecil untuk menggoyangkan giginya dengan lembut. Beberapa gigi sebenarnya dapat lepas dengan mudah saat diputar. Hal ini karena akar gigi di bawah hampir sepenuhnya telah hancur.

Moms juga harus mengingatkan Si Kecil untuk tidak mencabut gigi secara paksa sebelum siap lepas dengan sendirinya karena itu akan membuat akar yang patah lebih rentan terhadap infeksi. Gigi yang longgar dan menolak untuk lepas mungkin perlu dicabut oleh dokter gigi, meskipun hal ini hampir tidak pernah diperlukan.

Kehilangan gigi susu biasanya berbeda dengan tumbuh gigi karena tidak akan ada proses yang menyakitkan.

4. Erosi dan Pembusukan Gigi

Kerusakan Gigi.jpg

Foto: pharmaceutical-journal.com

Penyebab sakit gigi pada balita yang selanjutnya adalah erosi dan pembusukan gigi. Erosi atau pengikisan dan pembusukan gigi biasa terjadi karena kerusakan. Hal ini dapat menyebabkan rasa sakit gigi yang lumayan menganggu dan juga infeksi. Bahkan erosi dan pembusukan gigi ini dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan Si Kecil.

Tanda-tanda kerusakan pada gigi meliputi bercak putih atau bintik-bintik coklat pada gigi, gusi merah atau bengkak, lubang pada gigi serta gigi yang patah. Jika Moms melihat Si Kecil mulai mengalami kerusakan gigi, segera temui dokter gigi anak.

Tammy Davenport, asisten dokter gigi yang terbukti berpengalaman dan secara administratif, mengatakan bahwa mencegah pembusukan dapat dilakukan dengan perawatan gigi yang baik, makan dan minum yang sehat, dan pemeriksaan gigi secara teratur.

Jenis-jenis makanan dan minuman yang Moms berikan kepada Si Kecil juga memengaruhi kesehatan dan perkembangan kerusakan giginya.

"Makan makanan sehat dan menghindari makanan ringan dan minuman yang tinggi gula juga merupakan cara untuk mencegah pembusukan. Dokter gigi juga akan merekomendasikan perawatan lebih lanjut yang dapat membantu mengurangi risiko sakit gigi," katanya seperti dikutip dari verywellhealth.com.

Baca Juga: Moms, Lakukan Ini untuk Meredakan Rasa Sakit saat Gigi Anak Goyang

5. Makanan yang Tersangkut

makanan bayi di pantai.png

Foto: pronamel.ca

Penyebab sakit gigi pada balita yang selanjutnya adalah ada makanan yang tersangkut. Makanan yang secara tidak sengaja tersangkut di antara gigi lama-kelamaam bisa membuat Si Kecil mengalami sakit gigi. Kekuatan makanan yang mengganjal tersebut dapat mendorong gigi menjauh satu sama lain, serta menimbulkan iritasi pada akar dan garis gusi.

Sakit gigi jangka pendek lainnya juga dapat terjadi karena adanya benjolan pada gigi serta goresan kecil di mulut. Sinus, sakit telinga dan rahang juga dapat menyebabkan sakit gigi bagi Si Kecil.

Jika Moms melihat Si Kecil menderita sakit gigi apapun penyebabnya, air hangat biasa (tidak panas atau dingin) dengan satu sendok teh garam dapat sedikit membantu meringankan untuk sementara.

Mereka harus berkumur dengan air asin setiap kali mereka merasa sakit. Bungkusan es batu dingin untuk diletakan di pipi juga bisa mengurangi rasa sakit gigi.

Itulah beberapa penyebab sakit gigi pada balita. Ketika Si Kecil menderita sakit gigi yang cukup serius, sangat penting bagi Moms untuk bersikap lembut dan menunjukan padanya bagaimana seorang profesional terlatih seperti dokter gigi dapat membantu mengobati rasa sakit tersebut.

Menjelaskan prosedur ini kepada Si Kecil akan membantu menenangkan saraf mereka dan menciptakan perasaan yang lebih santai dan nyaman.

(RIE/ERN)

Artikel Terkait