BALITA DAN ANAK
11 September 2019

Balita Terkena Bronkitis? Kenali Gejala Awal dan Cara Mengatasinya

Kenali gejala dan penyebab penyakit bronkitis pada Si Kecil dan berikan pertolongan yang tepat!
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Orami

Siapa bilang bronkitis hanya menyerang orang dewasa? Penyakit yang satu ini bisa terjadi pada siapa saja tanpa mengenal usia, termasuk Si Kecil. Apa sebenarnya bronkitis itu?

Menurut Benjamin T. Kopp, MD, MPH dari Nationwide Children’s Hospital in Columbus, Ohio, bronkitis adalah peradangan saluran udara sedang dan besar di paru-paru yang biasanya menyebabkan batuk terdengar basah.

Penyebabnya adalah virus akut yang bersifat sementara. Onfeksi yang menyebabkan batuk biasanya akan hilang setelah dua hingga tiga minggu, bersama dengan gejala penyakit lainnya.

Apa Saja Gejala Bronkitis pada Anak?

Menurut Benjamin, gejala bronkitis yang paling umum pada anak-anak adalah batuk dan lendir yang terdengar basah. Selain itu, ada delapan gejala lainnya yang dianggap sebagai gejaka bronkitis pada anak.

  1. Sakit kepala ringan
  2. Demam ringan
  3. Sakit tenggorokan
  4. Nyeri atau sesak di dada
  5. Merasa lelah
  6. Pegal-pegal
  7. Bersin
  8. Sesak napas

Dalam beberapa kasus, Si Kecil mungkin saja mengalami gejala di atas selama seminggu atau lebih. Dia juga akan sering terlihat kesulitan bernafas atau mengeluarkan suara seperti siulan ketika anak bernafas atau mengi.

Baca juga: 8 Obat Alami untuk Menyembuhkan Flu pada Anak

Apa Penyebabnya?

Bronkitis yang terjadi pada Si Kecil bisa disebabkan ketika Respiratory Syncytial Virus (RSV) menyerang dan menginfeksi bronkiolus yang merupakan saluran udara terkecil di paru-paru. Infeksi inilah yang membuat bronkiolus membengkak dan meradang.

Dampaknya, lendir terkumpul di saluran pernapasan dan membuat udara sulit keluar masuk paru-paru. "Virus yang sama dengan yang menyebabkan flu biasa masuk dan mengendap sehingga menyebabkan bronkitis pada beberapa orang,” jelas Ephraim L. Tsalik, MD, PhD, profesor kedokteran di divisi penyakit menular di Duke Health di Durham, Carolina Utara.

Baca juga: Kenali dan Cegah Pneumonia Pada Anak

Bagaimana Cara Mengatasinya?

Menurut William Schaffner, MD, spesialis penyakit menular di Vanderbilt University Medical Center di Nashville, pemberian antibiotik untuk menolong Si Kecil tidak cukup untuk membantu penyembuhan penyakit ini.

“Perawatan dengan antibiotik saja tidak efektif. Anda mungkin dapat meredakan beberapa gejala dengan obat yang dijual bebas, tetapi akan lebih baik jika Anda juga melembapkan ruangan dan memberikan teh hangat dengan madu yang dapat meredakan batuk,” jelasnya.

Selain itu, Moms dan Dads juga bisa memberikan treatment seperti menjauhkan Si Kecil dari aroma menyengat, asap rokok, dan menjaganya agar tetap terhidrasi. Namun, jika gejala yang dialami si kecil tak kunjung reda, ada baiknya Moms dan Dads segera membawa Si Kecil untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Cegah Sebelum Terjadi

Tentu saja mencegah lebih baik daripada mengobati. Moms dan Dads dapat melakukan beberapa hal di bawah ini untuk mengurangi risiko Si Kecil terkena bronkitis.

  1. Batasi Si Kecil melakukan kontak dengan orang yang terkena flu, baik anggota keluarga atau orang yang ia temui di luar rumah.
  2. Bersihkan dan sterilkan mainan Si Kecil . Khususnya, jika terdapat anggota keluarga yang terkena flu.
  3. Hindari berbagi gelas dengan Si Kecil. Dia pasti suka sekali dengan gelas yang dipakai orang tuanya, tapi jika Moms dan Dads sedang terserang flu sebaiknya jelaskan pada Si Kecil kenapa dia tidak boleh menggunakan gelas milik Moms atau Dads.
  4. Hindari asap rokok. Asap rokok sangat berperan penting dalam meningkatkan risiko penyakit flu atau bronkitis akut menjadi penyakit kronis.
  5. Berikan vaksin flu. Dengan memberikan vaksin flu setiap tahun dMoms apat melindungi si kecil dari risiko tertular penyakit flu atau bronkitis.
  6. Rajinlah cuci tangan. Dengan mencuci tangan Moms dan Dads sudah mengurangi risiko terinveksi flu. Untuk berjaga-jaga, selalu bawa hand sanitizer, ya.
  7. Jika Si Kecil masih menyusui, berikan ASI secara reguler. Si Kecil yang diberi ASI memiliki risiko lebih kecil terinveksi bronkitis.

Baca juga:Mari Mencegah Pneumonia Bayi Lewat Pemberian ASI Seperti Ini!

Ayo, cegah terjadinya bronkitis pada Si Kecil dan lindungi dia agar tetap sehat.

(ERN/KM)

Artikel Terkait