2-3 TAHUN
20 Februari 2020

Batuk pada Anak: Jenis dan Cara Mengatasi

Cari tahu penyebab dan cara mengatasinya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Intan Aprilia

Batuk merupakan masalah yang sangat umum bagi anak-anak. Penyebab batuk yang paling umum adalah infeksi saluran pernapasan, seperti pilek. Infeksi saluran pernapasan ini biasanya disebabkan oleh virus.

Namun selain virus, batuk pada anak juga terkadang dapat disebabkan oleh infeksi bakteri di tenggorokan atau dada.

Mengutip dari American Academy of Allergy Asthma & Immunology, padahal batuk melindungi tubuh anak dengan mengeluarkan lendir, zat yang mengiritasi dan infeksi dari saluran pernapasannya.

Baca Juga: Anak Sering Batuk Pilek dalam Jangka Waktu Lama, Waspadai Risikonya!

Meski begitu, orang tua pasti akan khawatir terhadap kondisi Si Kecil, dan anak pasti merasa sangat tidak nyaman. Apalagi batuk pada anak bisa bertahan mulai dari berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.

Bila batuk sudah bertahan lebih dari 3 minggu, wajib bagi orang tua untuk membawa anak berkonsultasi ke dokter.

Batuk Akut pada Anak (Terjadi Selama 2 Minggu atau Kurang)

Batuk pada Anak

Foto: Orami Photo Stock

Sebagian besar anak-anak mengalami periode batuk berulang karena infeksi saluran pernapasan akibat virus, seperti flu biasa.

Bahkan anak-anak dalam masa prasekolah yang sehat, karena dititipkan dalam tempat penitipan anak, bisa tertular virus dari teman sepermainannya.

Mengutip dari jurnal Acute Cough in Children, karena batuk akut memiliki berbagai kemungkinan penyebab pada anak-anak yang lebih muda dari 15 tahun daripada pada orang dewasa, anak-anak harus dinilai dan diobati secara berbeda.

Sama halnya jika anak batuk setelah tersedak. Moms harus segera menemui dokter dengan cepat jika kemungkinannya adalah hal ini.

Baca Juga: 5 Cara Mencegah Penularan Batuk Pilek dari Orang Tua ke Anak

Batuk Kronis pada Anak

batuk pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Ada banyak penyebab batuk persisten atau kronis pada anak-anak. Beberapa hal yang mungkin menjadi penyebabnya seperti di bawah ini.

1. Asma

Sebagian besar anak-anak yang menderita asma mengalami peradangan atau pembengkakan saluran udara, yang biasanya menyebabkan mengi.

Tetapi terkadang gejalanya adalah batuk yang diperburuk oleh infeksi virus, atau batuk ini terjadi saat anak tidur, atau mungkin dipicu oleh olahraga dan udara dingin.

2. Penyakit Hidung dan Sinus

Postnasal drip atau sindrom batuk saluran napas bagian atas yang disebabkan oleh rinitis atau infeksi sinus (sinusitis) dapat menyebabkan batuk kronis. Biasanya disertai dengan gejala lain, namun gejala umumnya adalah batuk.

3. Kondisi Perut dan Kerongkongan

Pada beberapa anak, penyebab batuk kronis adalah cairan lambung yang bergerak kembali ke tenggorokan.

Hal ini disebut juga dengan "refluks" dan dapat terjadi secara tiba-tiba tanpa ada rasa mulas.

Beberapa anak mungkin akan mengalami gejala suara serak dan/atau tersedak.

Untuk menentukan apakah ini penyebabnya, dokter bisa melakukan tes untuk melihat apakah asamnya naik dari lambung.

Baca Juga: Makanan dan Minuman Panas Picu Kanker Kerongkongan, Kok Bisa?

4. Infeksi Pasca-Viral

Setelah mengalami infeksi virus pernapasan virus, anak-anak yang tadinya sehat dapat mengalami batuk selama berminggu-minggu.

Tidak ada terapi khusus untuk batuk ini. Namun obat pereda batuk dapat dicoba pada anak usia sekolah, tetapi tidak selalu menjadi cara yang efektif.

5. Infeksi Bakteri pada Saluran Udara Bawah

Bakteri kadang-kadang dapat menginfeksi saluran udara bagian bawah dan menyebabkan iritasi serta batuk.

Tidak diketahui dengan pasti apa alasan batuk ini timbul, namun jika Moms ajak anak mengunjungi dokter, ia akan meresepkan obat yang tepat.

Baca Juga: 4 Bahan Alami untuk Mengobati Batuk Kering pada Anak

6. Menghirup Benda Asing

Benda asing, seperti debu pada mainan anak atau makanan tertentu, dapat terhirup secara tidak sengaja pada usia berapa pun, tetapi paling sering terjadi pada usia 2 hingga 4 tahun.

Hal ini juga dapat menjadi penyebab batuk pada anak yang bisa bertahan selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.

7. "Kebiasaan" Batuk

Merupakan batuk pada anak yang tidak memiliki penyebab fisik yang jelas. Bahkan batuk ini terkadang bisa berlanjut setelah terjadi infeksi pernapasan virus.

Ciri-citi batuk ini biasanya terdengar kering dan berulang-ulang atau seperti bunyi "klakson". Kebiasaan batuk ini biasanya terjadi hanya ketika anak bangun, bukan saat tidur.

8. Batuk iritan

Paparan terhadap asap tembakau dan polutan lainnya (asap dan gas buangan dari pembakaran kayu, polusi udara dan gas buang dari kendaraan) dapat menyebabkan jenis batuk ini pada anak dan dapat memperburuk batuk yang disebabkan karena asma atau rinitis.

Baca Juga: 8 Obat Alami untuk Atasi Batuk Berdahak pada Anak

Jenis-jenis Batuk Umum pada Anak

batuk pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Mayoritas kasus batuk pada anak disebabkan oleh kondisi pernapasan, seperti pilek, influenza, atau asma.

Namun terkadang batuk pada anak ini bisa berubah menjadi masalah yang lebih serius seperti batuk rejan atau pneumonia.

Di bawah ini ada beberapa jenis batuk yang seringkali terjadi pada Si Kecil. Simak yuk, penjelasannya.

1. Batuk Menggonggong

Jenis batuk ini membuat anak terdengar seperti menggonggong saat batuk. Jenis batuk pada anak ini yang menyebabkan peradangan pada laring (kotak suara) dan trakea (batang tenggorokan).

Biasanya anak-anak usia 6 bulan hingga 3 tahun banyak mengalami batuk ini. Batuk ini cenderung membaik di siang hari, namun akan kembali di malam hari.

Baca Juga: Mengenal Rhinitis Alergi, Peradangan di Rongga Hidung Akibat Alergi

2. Batuk Berdahak

Pilek sering menyebabkan jenis batuk ini pada bayi, balita, dan anak-anak. Pilek biasanya berlangsung selama 1 hingga 2 minggu, dan akan menular dalam beberapa hari pertama.

Menurut National Institute of Allergy and Infectious Diseases dalam satu tahun anak bisa mengalami 6 hingga 10 kali jenis batuk ini.

3. Batuk Kering

Batuk kering pada anak-anak dapat disebabkan oleh penyakit asma, suatu kondisi kronis di mana saluran udara di paru-paru meradang dan menyempit, dan menghasilkan lendir yang berlebih. Jenis batuk ini biasa akan memburuk di malam hari.

Meskipun orang tua sering berpikir bahwa mengi adalah tanda utama asma, namun batuk yang terjadi di malam hari bisa jadi pertanda juga.

"Lendir di paru-paru menciptakan sedikit gatal, yang membuat anak-anak batuk," jelas Debbie Lonzer, asisten profesor pediatri di Cleveland Clinic Children's Hospital.

Baca Juga: Bagaimana Mengatasi Batuk Kering Pada Bayi?

4. Batuk Mengi

Bila anak mengeluarkan bunyi mengi (seperti bersiul) ketika menghembuskan napas, hal ini bisa menjadi tanda bahwa saluran udara di bawah paru-paru anak bengkak. Hal ini membuat seorang anak sulit untuk bernapas

Jenis batuk ini paling sering menyerang bayi muda selama musim dingin, kata Allan Lieberthal, profesor klinis pediatri di University of Southern California, di Los Angeles.

5. Batuk Rejan

Batuk rejan (pertusis) disebabkan karena bakteri yang disebut pertusis yang menyerang lapisan saluran pernapasan, menghasilkan peradangan parah yang mempersempit dan menghalangi saluran udara.

Anak-anak yang belum divaksin DTaP kemungkinan besar terkena batuk rejan.

6. Batuk Basah

Pneumonia, di mana virus atau bakteri menyerang paru-paru, menyebabkannya terisi dengan cairan.

"Karena anak berusaha mengeluarkan cairan dari paru-parunya, batuk pneumonia cenderung sedikit parah," kata Dr. Lonzer.

Baca Juga: Lakukan 5 Hal Ini Saat Bayi Batuk Berdahak

Cara Alami Mengatasi Batuk pada Anak

batuk pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Sebelum Moms membawa anak berobat ke dokter, ada baiknya mencoba beberapa cara pengobatan alami yang pastinya mudah dilakukan di rumah.

1. Jaga Agar Kepala Anak Tetap Tinggi

Jika Si Kecil baru berusia di atas 1 tahun, atur beberapa bantal di bawah punggung, bahu, dan kepala agar mereka bisa tidur dalam posisi agak tinggi, sehingga memudahkan jalannya pernapasan.

Untuk bayi, letakkan bantal di bawah kasur tempat tidurnya agar area tempat mereka meletakkan kepala sedikit terangkat. Namun ada baiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk membahas risiko SIDS dan mati lemas.

2. Gunakan Pelembap Ruangan

Gunakan pelembap udara sepanjang malam untuk menjaga saluran udara anak agar tetap bersih dan lembap.

Di pagi hari, buka jendela dan biarkan udara segar masuk; kelembapan semalam dapat menyebabkan jamur tumbuh di kamar.

Baca Juga: 4 Tanaman Hias Buah ini Juga Bisa Menyehatkan Badan, Mana Favorit Moms?

3. Bersihkan Hidung

Selain menggunakan nasal aspirator, semprotkan larutan saline di lubang hidung anak untuk melonggarkan lendir beberapa kali sehari.

Karena tetesan nasal akan menggelitik tenggorokan dan pernapasan mulut akan mengeringkannya, menjaga agar hidung tidak tersumbat adalah kunci untuk mengobati batuk pada anak.

Menurut Dr. Tanya Altmann, pendiri Calabasas Pediatrics Wellness Center, beberapa tetes ASI di setiap lubang hidung untuk menyusui bayi juga akan bekerja.

4. Gunakan Madu

Karena masalah keamanan, obat batuk dan pilek tanpa resep tidak lagi direkomendasikan untuk anak di bawah usia 6 tahun.

Terlebih lagi, berdasarkan sebuah penelitian, madu meredakan batuk di malam hari lebih baik daripada obat yang dijual bebas.

Jenis madu yang digunakan dalam penelitian ini adalah gandum, jenis yang lebih gelap, lebih kuat rasanya, tetapi semua jenis madu bisa menenangkan dan melapisi tenggorokan anak yang gatal.

Baca Juga: 6 Manfaat Madu untuk Wajah, Bisa Kurangi Keriput!

5. Minum yang Banyak

Menjaga anak tetap terhidrasi dengan baik akan membantu menipiskan lendir yang menumpuk, yang tentu akan bisa dikeluarkan dengan lebih mudah. Moms harus sediakan air minum di samping tempat tidur anak setiap malam.

Kapan Harus Membawa Anak ke Dokter?

batuk pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Jika anak tampak tidak sehat dan Moms semakin khawatir, sebaiknya segera bawa Si Kecil ke dokter anak. Dokter akan memeriksa anak untuk mengetahui penyebab batuk yang dideritanya.

Jika anak menderita demam tinggi, sulit bernapas, tidak minum terlalu banyak air atau mengeluarkan pipis lebih sedikit daripada biasanya, bawa anak ke dokter.

Beberapa batuk pasca-virus dapat muncul selama berminggu-minggu setelah anak pulih dari infeksi saluran pernapasan, misalnya, setelah bronchiolitis. Hal ini dinilai normal.

Jika batuk berlangsung selama beberapa minggu dan belum mereda juga, dokter dapat merujuk Moms membawa Si Kecil ke dokter anak spesialis.

Artikel Terkait