GAYA HIDUP
28 September 2019

Batuk Terus, Hati-Hati Bisa Jadi Indikasi Penyakit Berbahaya

Tak bisa diabaikan, batuk berkepanjangan bisa jadi sebuah tanda penyakit yang harus segera ditangani.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Orami

Pola hidup yang tidak sehat bisa mengakibatkan lemahnya sistem imun. Alhasil, tubuh jadi mudah terserang beragam penyakit, salah satunya batuk.

Namun, jika batuk yang diderita tidak kunjung sembuh walau sudah diobati bisa jadi ini merupakan indikasi dari penyakit yang lebih berat.

Dikutip dari Harvard Health Publishing, batuk yang menyertai penyakit akut akan sembuh dalam hitungan beberapa hari hingga beberapa minggu. Sebaliknya, batuk kronis didefinisikan sebagai batuk yang menetap selama lebih dari tiga hingga delapan minggu, kadang-kadang berlangsung selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.

Lalu penyakit-peyakit berbahaya apa saja yang ditandai oleh batuk kronis?

Tuberkulosis

tbc, kesehatan

Foto: shape.com.sg

Tuberkulosis adalah penyakit menular yang serius karena ia bisa langsung menyerang paru-paru. Bakteri yang tersebar saat penderita tertawa, batuk, atau bersin dapat dengan mudah menyebar dari satu orang ke orang lainnya.

Tanda dari gejala TBC aktif adalah batuk yang berlangsung tiga minggu atau lebih, batuk darah, nyeri dada, atau nyeri saat bernapas atau batuk, penurunan berat badan, kelelahan, demam, berkeringat di malam hari, panas dingin, dan kehilangan selera makan.

Tak hanya paru-paru, TBC bisa memengaruhi anggota tubuh lainnya, seperti ginjal, tulang belakang, atau otak. Sebagai contoh, TBC tulang belakang dapat membuat Anda sakit punggung. Sedangkan, TBC di ginjal dapat menyebabkan darah dalam urin Anda.

Baca juga: Waspada, Payudara Pun Bisa Terkena Tuberkulosis!

Pertusis

gangguan, kesehatan, batuk

Foto: Freepik.com

Pertusis atau batuk rejan adalah adalah penyakit pernapasan yang sangat menular. Ini disebabkan oleh bakteri Bordetella Pertussis.

Pertusis juga dikenal karena batuk hebat yang tidak terkendali sehingga sering membuat penderitanya sulit bernapas. Tak hanya orang dewasa, bayi yang berusia kurang dari satu tahun pun bisa menderitanya, tetapi risiko terkena batuk rejan bisa diturunkan dengan vaksinasi.

“Perlindungan yang paling aman yang dapat dilakukan adalah meminta ibu hamil mendapatkan vaksin. Ini adalah cara nomor satu untuk melindungi bayi," kata dokter Wendy Sue Swanson dari Seattle Children’s Hospital, Amerika.

Pneumonia

gangguan, kesehatan, batuk

Foto: Freepik.com

Pneumonia merupakan infeksi yang membuat kantung udara di satu atau kedua paru-paru terasa panas. Ini terjadi akibat kantung udara terisi cairan atau nanah yang menyebabkan batuk berdahak, demam, kedinginan, dan sulit bernapas.

Biasanya pneumonia disebabkan oleh berbagai organisme, termasuk bakteri, virus, dan jamur. Mirip seperti batuk rejan, pneumonia juga bisa menyerang bayi hingga orang dewasa.

Baca juga: Pneumonia Pada Bayi, Apa Penyebab dan Gejalanya?

Batuk Asma

gangguan, kesehatan, batuk

Foto: Freepik.com

Apakah Moms dan Dads mengalami batuk kering yang tak kunjung reda? Bisa jadi ini adalah batuk yang timbul karena asma.

Penderita asma biasanya mengalami batuk kering berkepanjangan dam memburuk saat malam hari. Hal ini bisa jadi semakin sensitif jika terkena udara dingin, debu, serbuk sari bunga, atau rambut hewan peliharaan seperti anjing atau kucing.

Kanker Paru-Paru

gangguan, kesehatan, batuk, paru-paru

Foto: Freepik.com

Kanker paru-paru adalah salah satu kanker yang tidak mudah dideteksi. "Kadang-kadang, di pinggiran paru-paru sebuah tumor bisa terus tumbuh hingga ukuran yang relatif besar sebelum kita mendiagnosisnya. Itulah sebabnya, kenapa kanker ini tidak menyebabkan banyak gejala," kata dokter Andrea McKee, M.D., ketua onkologi radiasi dari Lahey Hospital and Medical Center Sophia Gordon Cancer Center, Burlington, Massachusetts.

Namun, jika tumor mendorong salah satu bronkus, saluran udara utama menuju paru-paru, kemungkinan akan memicu reseptor batuk. "Ini dapat memicu batuk walaupun tumornya relatif kecil," ia menjelaskan, jika itu mendorong di tempat yang tepat. Ketika penyakit ini mulai berkembang, gejala pun menjadi lebih parah atau intens.

Baca juga: Tak Hanya Rokok, Ternyata Asap Dapur Juga Bisa Menyebabkan Kanker Paru-Paru!

(ERN/KM)

Artikel Terkait