KESEHATAN
11 September 2018

Bayi 6 Bulan Belum Bisa Tengkurap, Apa Penyebab dan Cara Mengatasinya?

Kemungkinan hal ini terjadi karena keterlambatan perkembangan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Intan
Disunting oleh Intan

Tanya:

Anak saya sudah 6 bulan 5 hari tapi masih b3lum bisa tengkurap sendiri ? Bagaimana ya agar dia bisa tengkurap sendiri?

Jawab:

Menilai perkembangan masing-masing anak memang bisa susah-susah gampang. Tidak seperti pertumbuhan yang bisa diukur dengan jelas melalui tinggi badan, berat badan, lingkar kepala, dan pemeriksaan lainnya, penilaian perkembangan memerlukan pemeriksaan secara menyeluruh dalam waktu yang tidak sebentar.

Keterlambatan perkembangan ini kerap terjadi pada:

- Bayi gemuk

- Bayi lahir prematur

- Bayi dengan BBLR (berat badan lahir rendah)

Hal yang bisa Anda lakukan adalah latih kekuatan otot leher, tangan, kaki, dan perutnya supaya bayi bisa telungkup dengan mudah, caranya:

- Telungkupkan bayi di kedua paha atau di atas tubuh Anda sambil Anda telentang secara perlahan.

- Bantu bayi untuk membalikkan tubuhnya dan biarkan ia berada dalam posisi telungkup.

- Jika bayi belum dapat mengangkat kepalanya sendiri, bantu bayi dengan memberikan sanggahan berupa bantal untuk menopang dagunya.

Anda bisa melakukan stimulasi di atas secara rutin setiap hari dengan durasi yang dinaikkan secara perlahan dari 1 menit, lalu naik menjadi 2 menit, 3 menit dan seterusnya hingga bayi mampu tengkurap secara mandiri.

Namun, jika bayi menunjukkan kelelahan, sebaiknya istirahatkan dulu, lalu ulangi lagi beberapa saat kemudian.

Tidak lupa, penuhi juga kebutuhan nutrisi bayi dengan memberikannya ASI yang cukup.

Namun, jika hingga lebih dari 9 bulan bayi Anda masih tampak kesulitan dalam membalikkan badannya, kami sarankan Anda memeriksakan bayi Anda secara langsung ke dokter spesialis anak sub divisi tumbuh kembang untuk pemeriksaan lebih lanjut ya.

Dikhawatirkan keterlambatan perkembangan ini terjadi karena masalah organik, misalnya cerebral palsy, retardasi mental, cedera otot, atau lainnya.

Dijawab oleh dr. Ayu Andrian Putri

Sumber: meetdoctor.com

Artikel Terkait