NEWBORN
17 Juni 2019

Bayi Baru Lahir Demam, Kapan Wajib Dibawa ke Dokter?

Waspadai penyakit yang ditularkan ibu ke bayi saat melahirkan hingga menyebabkan bayi panas
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Ketika Si Kecil demam, Moms pasti akan panik. Terlebih jika Si Kecil masih berusia di bawah 3 bulan. Sebenarnya, apakah demam pada bayi di bawah 3 bulan berbahaya? Kapan Si Kecil harus dibawa ke dokter?

Yuk kita cari tahu penjelasannya di bawah ini Moms!

Temperatur Bayi Panas

Temperatur Bayi Panas.jpg

Foto: mom365.com

Temperatur normal tubuh adalah 36 – 37 derajat Celsius. Sedangkan bayi panas menunjukkan angka 38 derajat Celsius atau lebih.

Bayi panas merupakan gejala dari adanya suatu penyakit dan prosesnya merupakan hal yang normal. Salah satu penyebab umum yang membuat bayi panas adalah infeksi.

“Alasan sistem kekebalan tubuh menaikkan temperatur tubuh adalah guna menciptakan lingkungan yang tidak ramah untuk virus dan bakteri,” ungkap dokter anak Chad Hayes, MD, seperti dikutip dari Kevinmd.com.

Baca Juga: Jangan Terlambat Ditangani, Ini Bedanya 3 Penyakit Dengan Gejala Ruam dan Demam Pada Bayi

Pemicu Bayi Panas

Pemicu Bayi Panas.jpg

Foto: infectiousdiseaseadvisor.com

Dalam beberapa kasus bayi panas bisa disebabkan oleh reaksi usai vaksinasi. Penggunaan pakaian yang terlalu panas atau berada di bawah terik matahari terlalu lama juga bisa memicu naiknya temperatur bayi baru lahir yang membuat bayi panas.

Bayi baru lahir mengalami panas sebenarnya sangat jarang terjadi. Namun, penyakit serius yang dialami bayi baru lahir, seperti bakteri dalam aliran darah, pneumonia, infeksi saluran kemih, dan meningitis juga dapat menyebabkan bayi panas. Bakteri yang menyebabkan infeksi ini biasanya ditularkan ke bayi baru lahir dari ibu saat melahirkan.

Biasanya, infeksi yang terjadi di tujuh hari pertama usia bayi baru lahir adalah infeksi yang ditularkan dari ibu ke bayi saat kehamilan atau kelahiran.

"Sedangkan infeksi yang terjadi setelah usia bayi tujuh hari biasanya berasal dari lingkungan sekitar atau rumah sakit,” ungkap Jane M Gould, MD, FAAP, seperti dikutip dari Emedicine.medscape.com.

Baca Juga: Jangan Lakukan 5 Hal Ini Saat Menangani Demam Pada Bayi

Bayi Baru Lahir Panas, Kunjungi Dokter

Bayi Baru Lahir Panas, Kunjungi Dokter.jpg

Foto: motherandbaby.co.uk

Menurut The American Academy of Pediatrics (AAP), orang tua perlu segera membawa bayi baru lahir ke dokter jika usia bayi di bawah tiga bulan dan mengalami panas. Bahkan jika bayi panas dialami oleh bayi di bawah usia dua bulan, maka ini termasuk dalam kondisi darurat yang memerlukan pemeriksaan dokter segera.

Beberapa gejala lain yang perlu menjadi perhatian dan memerlukan pemeriksaan dokter adalah jika bayi panas juga diikuti dengan bayi lesu atau tidak responsif, kurang nafsu makan atau menyusui, bayi rewel, kejang, dan timbul ruam pada beberapa bagian tubuh bayi.

Gejala dehidrasi yang muncul saat bayi panas juga perlu dikhawatirkan, seperti popok basah lebih sedikit dari biasanya, mulut kering, hingga tidak ada air mata saat menangis.

Jika Moms menemukan gejala-gejala ini pada bayi baru lahir, segeralah berkonsultasi dengan dokter dan tidak menunggu berlama-lama untuk melakukan diagnosis sendiri.

(GS)

Artikel Terkait