NEWBORN
7 Mei 2019

Bayi Baru Lahir Mengejan Keras, Konstipasi Atau Grunting Baby Syndrome?

Kenali tanda-tanda bayi mengalami grunting baby syndrome
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Orami

Sebagai orang tua baru, Moms dan Dads tentu merasa bersemangat setiap mendengar suara baru yang dihasilkan oleh Si Kecil.

Namun, bagaimana jika suara yang dikeluarkan bayi terdengar seperti erangan tiada henti atau mengejan, diikuti dengan gerakan tubuh seperti gelisah?

Inilah tanda grunting baby syndrome dan Moms tidak perlu khawatir akan kondisi ini. Cek penyebab dan tanda-tanda bayi mengalami grunting baby syndrome di bawah ini!

Baca Juga: Ini 5 Cara yang Harus Moms Lakukan Saat Anak Susah Buang Air Besar

Penyebab Grunting Baby Syndrome

Bayi Baru Lahir Mengejan Keras, Konstipasi Atau Grunting Baby Syndrome.jpg

Saat bayi lahir, ia tidak dapat melakukan kontrol penuh atas isi perutnya. Termasuk, bayi perlu belajar bagaimana menggunakan otot yang tepat untuk mengeluarkan feses.

Sehingga saat ia akan buang air besar, bayi akan mengeluarkan suara mengerang, diikuti dengan bayi mengejan kuat yang seringkali membuat wajahnya berubah merah hingga keunguan.

Inilah yang disebut sebagai grunting baby syndrome. Karena bayi belum memiliki otot perut yang kuat untuk menggerakan feses melalui usus, maka bayi menggunakan otot diafragma dalam melancarkan proses buang air besar.

Kondisi ini memang sekilas terlihat seperti bayi mengalami konstipasi, namun jika dialami oleh bayi baru lahir, maka itu merupakan tanda grunting baby syndrome.

“Bayi baru lahir dengan sindrom ini akan menangis, menjerit dan menarik kaki mereka saat buang air besar. Bayi menanggapi pelebaran rektum dengan mengkontraksikan dasar panggul mereka. Ini bukan sembelit,” ungkap The 5-Minute Pediatric Consult, M. William Schwartz, seperti dikutip dari thetoddle.com.

Baca Juga: Pantau Kesehatan Bayi dengan Mengenali Warna Kotorannya

Tanda Grunting Baby Syndrome

Tanda Grunting Baby Syndrome.jpg

Bayi yang sedang mengalami grunting baby syndrome akan terlihat mengerang dan mengejan sebelum berhasil mengeluarkan buang air besar. Ini biasa terjadi di beberapa minggu awal kehidupannya.

Bayi juga bisa terlihat tegang selama beberapa menit dengan perubahan warna pada wajah serta tubuh mereka menjadi agak kemerahan.

Tanda grunting baby syndrome juga bisa terlihat, jika bayi tidak nyaman sekitar lima sampai sepuluh menit sebelum buang air besar.

Meski melakukan usaha mengejan yang keras, namun feses bayi tidaklah keras, bahkan cenderung lunak. Bayi pun akan kembali ke suasana hati normal setelah berhasil buang air besar.

Baca Juga: 4 Gejala Konstipasi Balita yang Sering Diremehkan Orang Tua

Apa yang Harus Dilakukan Saat Grunting Baby Syndrome?

Apa Yang Harus Dilakukan Saat Grunting Baby Syndrome.jpg

Meskipun sulit melihat bayi mengejan tidak nyaman saat mengalami grunting baby syndrome, tapi tidak banyak yang Moms bisa lakukan untuk membantu bayi saat kondisi ini.

Karena grunting baby syndrome merupakan hal yang normal terjadi pada bayi baru lahir dan membiarkannya belajar mengontrol pergerakan ususnya sendiri adalah hal yang perlu dilakukan.

“Ini cenderung berlangsung untuk waktu yang singkat dan akan mereda ketika sistem pencernaan bayi mulai matang. Buang air besar, sama seperti proses lainnya, perlu dipelajari. Bayi perlu belajar menegangkan otot perut dan di saat yang sama merelaksasikan dasar panggul, sehingga koordinasi ini perlu waktu hingga akhirnya matang dan berkembang baik,” ungkap Dr. Philippa Kaye, penulis buku The First Five Years, seperti dikutip dari madeformums.com.

Hindari menstimulasi bagian anus bayi dengan harapan membantunya melancarkan proses buang air besar, karena hal ini dapat memperlambat proses belajar bayi untuk buang air besar secara normal.

Diperlukan waktu selama tiga hingga empat bulan untuk bayi belajar buang air besar dan mengalami grunting baby syndrome.

(GS/INT)

Artikel Terkait