BAYI
17 Juli 2019

Bayi Diare, Bolehkah Diberikan Larutan Gula Garam?

Benarkah garam bisa menyembuhkan diare Si Kecil?
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Carla Octama

Larutan gula garam atau oralit biasanya diberikan pada anak ketika mengalami diare atau muntah yang parah untuk menggantikan cairan yang hilang.

Namun, bolehkah memberikan larutan gula garam untuk bayi diare? Amankah?

Larutan Gula Garam untuk Bayi

Bayi Diare, Bolehkah Diberikan Larutan Gula Garam 1.jpg

Foto: babygaga.com

Dikutip dari aafp.org, American Family Physician mengungkapkan bahwa bayi yang berusia kurang dari dua tahun dapat terus diberikan ASI selama mengalami diare untuk mencegah dehidrasi.

Jika diarenya cukup parah, maka Moms dapat mencoba menyusui lebih sering, setidaknya setiap 30 menit selama 5 menit setiap kali menyusui.

Jika kondisi bayi terlihat membaik setelah 2-3 jam, lanjutkan menyusui dengan jadwal seperti biasanya.

Namun, jika bayi justru tidak mau menyusu, konsultasikan pada dokter mengenai pemberian oralit atau larutan gula garam.

Tanyakan pula mengenai takaran gula dan garam yang boleh digunakan atau merek serta dosis oralit yang dianjurkan sesuai usia Si Kecil.

Baca Juga : Redakan Diare dan Muntah pada Bayi dengan Makanan Ini

Pemberian Larutan Gula Garam untuk Dehidrasi Ringan

Bayi Diare, Bolehkah Diberikan Larutan Gula Garam 2.jpg

Foto: happyfamilyorganics.com

Mengutip caringforkids.cps.ca, selama 4 jam pertama pemberian larutan gula garam atau oralit untuk dehidrasi ringan pada bayi dapat mengikuti dosis seperti berikut ini:

  • Bayi diare di bawah 6 bulan dapat diberikan 30 hingga 90 mL setiap jam.
  • Bayi usia 6 bulan hingga 2 tahun dapat diberikan 90 hingga 125 mL setiap jam.
  • Anak-anak di atas 2 tahun dapat diberikan kurang lebih 125 hingga 250 mL setiap jam.

Jika bayi menolak untuk mengonsumsi oralit atau larutan gula garam menggunakan cangkir atau botol, berikan menggunakan obat tetes atau sendok teh kecil.

Jika bayi muntah, hentikan pemberian makan dan cairan lain, tetapi terus berikan oralit 15 mL (1 sendok makan) setiap 10- 15 menit sampai muntahnya berhenti.

Apabila Si Kecil muntah terus menerus selama lebih dari 6 jam, segera bawa ke rumah sakit.

Baca Juga : Ini Cara Mengatasi Diare Pada Bayi

Pemberian Makan untuk Bayi Diare Ketika Mengonsumsi Oralit

Bayi Diare, Bolehkah Diberikan Larutan Gula Garam 3.jpg

Foto: rd.com

Meskipun pemberian makan dapat menyebabkan peningkatan diare, bayi harus tetap memperoleh nutrisi dari makanan. Ini akan mencegah bayi terlalu banyak berat badan dan membantu bayi lebih cepat pulih.

Bagi bayi diare yang masih mendapatkan ASI eksklusif, tetap susui bayi selama diberikan oralit.

Sedangkan untuk bayi yang diberi susu formula, AAFP menyarankan untuk beralih dari susu formula ke larutan gula garam atau oralit setidaknya 12 – 24 jam, baru kemudian beralih kembali ke susu formula.

Larutan gula garam untuk bayi diare di atas usia 6 bulan dapat diiringi dengan pemberian makan 12 – 24 jam setelahnya.

Namun, pastikan untuk menghindari pemberian makanan yang mengandung banyak gula dan lemak, seperti es krim, puding, gelatin, dan makanan yang digoreng.

Produk olahan susu sebaiknya juga dihindari selama 3 – 7 hari saat bayi diare.

Biasanya makanan hambar seperti pisang, nasi, saus apel, roti, dan sereal tanpa pemanis lebih direkomendasikan selama 24 jam pertama untuk bayi yang mengalami diare.

Sebagian besar bayi dan anak-anak dapat kembali ke kebiasaan makan yang normal dalam waktu kurang lebih 3 hari setelah diare berhenti.

Jadi, pemberian larutan gula garam untuk bayi diare boleh dilakukan ya, Moms.

Konsultasikan dengan dokter jika Moms merasa ragu mengenai takaran dan dosis yang harus diberikan untuk Si Kecil.

(RGW/CAR)

Artikel Terkait