NEWBORN
22 April 2019

Bayi Laki-Laki VS Perempuan, Mana Yang Lebih Rentan Terkena Ruam Popok?

Jenis kelamin yang berbeda juga memerlukan cara pencegahan ruam popok yang berbeda.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Carla Octama
Disunting oleh Carla Octama

Ruam popok merupakan masalah yang umum terjadi pada bayi manapun, baik bayi laki-laki maupun bayi perempuan.

Dikutip dari health.clevelandclinic.org, American Academy of Pediatrics menyebutkan bahwa lebih dari separuh bayi usia 4 bulan hingga 15 bulan akan mengalami ruam popok setidaknya sekali setiap dua bulan.

Meski memiliki masalah yang sama, yaitu ruam popok, namun kondisi dan pencegahan ruam popok pada bayi perempuan dan bayi laki-laki memiliki sedikit perbedaan.

Cek informasi selengkapnya berikut ini.

Ruam Popok Pada Bayi Laki-Laki dan Bayi Perempuan

ruam popok pada bayi laki laki dan bayi perempuan
Foto: momlovesbest.com

Menurut dokter anak asal Cape Town, Dr. Paul Sinclair, faktor utama ruam popok adalah iritasi kulit yang disebabkan oleh urin.

“Dimana bayi perempuan akan mengalami radang pada labia eksternal-nya jika dibiarkan dalam popok yang basah terlalu lama, sedangkan bayi laki-laki akan mengalaminya pada area kontak-nya,” ungkap Dr. Paul, seperti dikutip dari parent24.com.

Siapa Yang Lebih Rentan Ruam Popok?

siapa yang lebih rentan ruam popok
Foto: webmd.com

Antara bayi laki-laki dan bayi perempuan, keduanya memiliki faktor risiko yang sama untuk mengalami ruam popok.

“Dermatitis popok ditemukan secara merata di antara bayi laki-laki dan bayi perempuan, serta di antara bayi dari semua kelompok etnis,” jelas Lisa Merrill, MN, RN, spesialis perawat klinis di Women’s Hospital Health Sciences Center, Winnipeg, Manitoba, Kanada, seperti dikutip dari Prevention, Treatment and Parent Education for Diaper Dermatitis melalui onlinelibrary.wiley.com.

Namun secara anatomi, bayi perempuan sebenarnya lebih rentan mengalami infeksi saluran kemih.

Dikutip dari babygaga.com, uretra (saluran yang menghubungkan kantung kemih ke lingkungan luar tubuh) pada bayi laki-laki terletak di luar tubuh dan uretra bayi perempuan berada di dalam.

Perineum (jaringan otot di antara vagina dan anus) pada bayi perempuan juga dekat dengan uretra dibanding pada bayi laki-laki, sehingga kondisi ini memudahkan bakteri dari sisa buang air besar untuk masuk dan berkembang.

Perbedaan Dalam Mencegah Ruam Popok

perbedaan dalam mencegah ruam popok
Foto: dravetsyndromenews.com

Pencegahan terbaik dalam mengatasi masalah ruam popok adalah dengan mengganti popok bayi secara berkala, untuk menghindari penumpukan bakteri dari urin dan buang air besar Si Kecil.

Namun, jenis kelamin yang berbeda tentu membuat penanganan dan pencegahan terhadap ruam popok ini juga berbeda.

Berikut ini beberapa tips dalam menangani dan mencegah ruam popok pada bayi laki-laki dan bayi perempuan:

1. Saat membersihkan sisa buang air besar pada bayi perempuan, pastikan untuk membersihkan area vagina terlebih dahulu dengan membasuhnya dari arah depan ke belakang.

Bersihkan juga area labia bayi perempuan secara perlahan dan pastikan tidak ada sisa kotoran yang tertinggal.

2. Sedangkan untuk bayi laki-laki, bersihkan sisa kotoran dari bagian bawah perut, lanjutkan dengan menyeka daerah bawah buah zakar ke satu arah, yaitu arah anus.

3. Bersihkan area penis bayi laki-laki yang belum disunat dengan menyeka bagian ujungnya.

Moms bisa menarik kulit bayi laki-laki secara perlahan saat ada kotoran yang tertinggal, namun jika bayi laki-laki mulai terlihat tidak nyaman, maka hentikan proses tersebut, karena kemungkinan Si Kecil merasa nyeri.

Tip yang tidak kalah penting: gunakan kapas hanya dalam satu pulasan, lalu buang. Jangan menyeka secara berulang dengan kapas yang sama ya, Moms.

(GS/CAR)

Artikel Terkait