3-12 BULAN
25 Juli 2019

Bayi Lebih Pendek dari Temannya, Benarkah Pertanda Stunting?

Benarkah bayi lebih pendek merupakan tanda stunting?
Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Dina Vionetta

Pertumbuhan bayi tentunya menjadi sesuatu yang sangat penting bagi orang tua. Bagaimana perasaan Moms ketika melihat Si Kecil tampak lebih pendek dibandingkan dengan bayi lain seusianya? Benarkah bayi yang cenderung pendek merupakan tanda stunting?

Apa Itu Stunting pada Bayi?

Bayi Lebih Pendek dari Temannya, Benarkah Pertanda Stunting 1.jpg

Foto: babycenter.com

Mengutip who.int, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan bahwa stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang dialami oleh anak-anak akibat gizi buruk, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai.

Stunting pada kehidupan awal, terutama dalam 1000 hari pertama sejak pembuahan hingga usia 2 tahun dapat menimbulkan konsekuensi fungsional yang merugikan pada anak-anak.

Beberapa dari konsekuensi tersebut termasuk kemampuan belajar dan kognitif yang buruk, produktivitas yang rendah, dan ketika disertai dengan kenaikan berat badan yang berlebihan di masa kanak-kanak dapat menyebabkan peningkatan risiko penyakit kronis yang berhubungan dengan gizi ketika dewasa.

Baca Juga: Apakah Stunting Merupakan Penyakit Genetik? Ini Kata Ahli!

Bagaimana Pertanda Stunting pada Bayi?

Bayi Lebih Pendek dari Temannya, Benarkah Pertanda Stunting 3.jpg

foto: babycentre.co.uk

Sederhananya, ketika bayi lebih pendek dibandingkan dengan bayi lain seusianya dapat dikatakan mengalami stunting. Tetapi, stunting bukan hanya berhubungan dengan ukuran fisik. Pasalnya, tinggi badan juga dapat dipengaruhi oleh faktor genetik.

Menurut WHO, anak-anak dapat didefinisikan mengalami stunting jika tinggi badan mereka setara dengan standar untuk usia lebih dari dua standar deviasi di bawah median, berdasarkan Standar Pertumbuhan Anak WHO.

Hal tersebut serupa dengan penelitian Perspective: What Does Stunting Really Mean? A Critical Review of the Evidence yang diterbitkan dalam jurnal Advance in Nutrition tahun 2019, yang menyebutkan bahwa stunting didefinisikan memiliki skor z untuk tinggi usia (HAZ) <- 2SD.

Di mana HAZ dihitung dengan mengurangi nilai median usia dan jenis kelamin yang sesuai dari populasi standar, kemudian dibagi dengan SD dari populasi standar.

Selain tinggi badan, tanda stunting juga dapat dikenali dengan munculnya masalah pada fungsi otak, perkembangan organ, dan sistem kekebalan tubuh anak.

Baca Juga: Anak Kena Stunting atau Pendek karena Gizi Buruk Picu Penyakit Degeneratif Saat Dewasa

Apa Saja yang Dapat Menyebabkan Stunting?

Bayi Lebih Pendek dari Temannya, Benarkah Pertanda Stunting 4.jpg

Foto: nancymohrbacher.com

Sebagaimana dikutip dari concernusa.org, ada banyak faktor berbeda yang berkontribusi pada stunting, yang merupakan salah satu alasan yang mencegah kondisi tersebut menuntut tindakan komprehensif.

Misalnya, ketersediaan makanan bergizi, cara bayi diberi makan dan diasuh, akses ke air minum bersih, perawatan kesehatan yang layak, dan dukungan kebersihan serta sanitasi.

Sementara penyebab yang masih terkait secara tidak langsung adalah faktor-faktor kesetaraan gender, keterlibatan laki-laki dan ayah, penghasilan atau tingkat ekonomi, harga pangan, dan peristiwa iklim.

Anak-anak yang mengalami stunting juga lebih cenderung memiliki bayi lebih pendek dan cenderung menjadi kelebihan berat badan saat dewasa, yang juga berisiko kesehatan lain.

Baca Juga: Waspada Stunting, Orang Tua Harus Rutin Pantau Tumbuh Kembang Anak

Bagaimana agar Bayi Tidak Mengalami Stunting?

Bayi Lebih Pendek dari Temannya, Benarkah Pertanda Stunting 2.jpg

foto: sanvada.com

Setelah seorang bayi lahir, penting bagi ibu dan bayi untuk menerima perawatan pasca-melahirkan, dan bayi harus segera menerima ASI ibunya.

ASI memperkuat sistem kekebalan bayi dan dapat memberikan nutrisi yang dibutuhkan bayi untuk tumbuh secara normal dan sehat.

Meskipun berat lahir rendah dapat pula menyebabkan bayi stunting di kemudian hari, nutrisi dan perawatan yang baik selama dua tahun pertama kehidupan dapat membantu mencegahnya.

Nah, bayi lebih pendek tidak selalu menjadi tanda stunting. Terutama jika Moms dan Dads memiliki genetika dengan tinggi badan yang cenderung pendek.

Selama nutrisinya selalu tercukupi dengan baik, Si Kecil tentunya akan terhindar dari bahaya stunting.

(RGW)

Artikel Terkait