BAYI
28 Maret 2020

Kapan Bayi Boleh Makan Telur?

Ternyata bayi bisa diberi telur lebih awal
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Telur adalah makanan yang kaya protein, murah, dan serbaguna. Moms bisa menggoreng, merebus, dan mencampurkannya ke bahan masakan lain sesuai dengan selera.

Namun, apakah Moms masih khawatir untuk memberikan telur pada bayi? Jadi, kapan sebenarnya bayi boleh makan telur?

Jika Moms sering mendengar bahwa bayi harus menunggu cukup lama untuk boleh diberi telur, namun kini tidak perlu lagi. American Academy of Pediatrics (AAP) telah membolehkan bayi diberi telur saat mulai waktu makan.

Tidak ada alasan lagi untuk menunggu memberikan telur pada bayi.

Baca Juga: Alergi Telur Pada Bayi? Begini Gejala dan Cara Mengatasinya

Bayi Boleh Makan Telur sejak Awal MPASI

Kapan  Bayi Boleh Diberi Telur -1.jpg

Foto: Istockphoto.com

Ketika 5,4 persen dari populasi bayi memiliki alergi telur, pengenalan awal dapat menghindari 24 kasus untuk setiap 1.000 orang dari total 1.915 peserta penelitian, seperti dilansir dari Journal of the American Medical Association.

Selain itu, para peneliti tidak menemukan bukti bahwa waktu pengenalan makanan alergi seperti telur, kacang dan ikan mempengaruhi kemungkinan mengembangkan gangguan autoimun lainnya seperti diabetes tipe 1.

Salah satu batasan analisis adalah bahwa studi individu memiliki desain dan populasi yang berbeda, sehingga sulit untuk menarik kesimpulan luas yang dapat berlaku untuk semua anak.

“Temuan ini menunjukkan bahwa bagi sebagian besar bayi, telur dan kacang harus di antara makanan pertama mereka,” kata penulis studi senior Dr. Robert Boyle, yang juga peneliti alergi anak-anak di Imperial College London.

Manfaat Bayi Makan Telur

Kapan  Bayi Boleh Diberi Telur -2.jpg

Foto: Etemaaddaily.com

Telur dengan mudah dapat ditemukan di warung, toko kelontong, bahkan supermarket. Harganya yang cenderung murah dan mudah untuk dimasak. Telur dapat dimasukkan dalam berbagai hidangan dan camilan.

Selain itu, telur juga memiliki kandungan nutrisi yang tinggi. Dikutip dari American Egg Board, setiap telur mengandung sekitar 70 kalori dan 6 gram protein.

Kuning telur memiliki nilai gizi tinggi karena mengandung 250 miligram kolin, yang membantu aktivitas sel normal.

Kolin juga membantu fungsi hati dan mengangkut nutrisi ke area lain di seluruh tubuh. Bahkan dapat memberi manfaat bagi memori bayi. Seluruh bagian telur kaya akan riboflavin, B12, dan folat. Telur juga memiliki jumlah fosfor dan selenium yang dibutuhkan tubuh.

Baca Juga: Telur Setengah Matang untuk Bayi, Amankah?

Risiko Bayi Makan Telur

Kapan  Bayi Boleh Diberi Telur -3.jpg

Foto: Raisingchildren.net.au

Beberapa makanan seperti telur, susu, kedelai, kacang dan ikan sering menjadi penyebab paling umum dari reaksi alergi pada bayi dan anak-anak.

Dokter biasanya merekomendasikan Moms untuk menunggu pemberian makanan tersebut untuk bayi jika terlihat ada reaksi alergi setelah pemberian makanan tersebut.

Sebenarnya, ada sekitar dua persen anak-anak alergi terhadap telur. Kuning telur tidak mengandung protein yang terkait dengan reaksi alergi. Namun putih mengandung protein yang berpotensi menghasilkan reaksi alergi ringan hingga parah.

Jika bayi alergi terhadap protein ini, Si Kecil mungkin menunjukkan berbagai gejala alergi. Jika bayi alergi terhadap telur, ada kemungkinan alergi tersebut akan hilang di kemudian hari.

Dikutip dari Kidshealth.org banyak anak yang gejala alergi telurnya hilang pada usia 5 tahun.

“Studi saat ini menambah banyak bukti yang menunjukkan bahwa pengenalan dini telur dan kacang dapat membantu setidaknya beberapa anak mengembangkan toleransi terhadap makanan yang seharusnya alergi,” kata Dr. Sandra Hong, ahli alergi di Klinik Cleveland di Ohio yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut.

Baca Juga: 5 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Memberikan MPASI Telur Kepada Bayi

Cara Mengenalkan Telur pada Bayi

Kapan  Bayi Boleh Diberi Telur -4.jpg

Foto: Ourcollectivemuse.com

Mulai usia 6 bulan, bayi mengkonsumsi sekitar satu hingga dua sendok makan protein dua kali sehari. Saat memperkenalkan makanan baru kepada bayi, menu tunggal adalah ide yang baik. Dengan begitu, Moms dapat melihat reaksi potensial alergi pada Si Kecil.

Salah satu caranya adalah menunggu selama empat hari dengan menu yang sama. Untuk melakukan ini, perkenalkan telur pada hari pertama.

Kemudian tunggu empat hari sebelum menambahkan sesuatu yang baru dalam makanannya. Jika Moms melihat ada reaksi alergi atau sensitivitas lainnya, segera hubungi dokter.

Langkah pertama saat bayi akan diberi telur adalah dengan memberikan bagian kuningnya saja. Berikut adalah beberapa ide untuk menambahkan kuning telur ke makanan bayi:

  • Rebus telur, kupas kulitnya, dan keluarkan kuning telurnya. Hancurkan dan campur dengan ASI, susu formula, atau susu murni jika bayi berusia di atas 1 tahun. Saat bayi mulai makan lebih banyak makanan, Mom bisa menumbuk kuning telur dengan alpukat, pisang, ubi jalar, dan buah dan sayuran lainnya.
  • Pisahkan kuning telur saat mentah. Panaskan wajan dan goreng dengan sedikit minyak atau mentega. Tambahkan ASI, susu formula atau susu murni. Setelah matang, Moms bisa mencampurnya dengan setengah cangkir oatmeal matang dan buah-buahan atau sayuran.
  • Gunakan telur sebagai fingerfood. Biarkan bayi mengenali tekstur dan rasa telur.

Kini, Moms tidak perlu khawatir memberika telur pada Si Kecil ya. Kandungan gizinya luar biasa.

Artikel Terkait