BAYI
26 Agustus 2019

Bayi Menangis Saat Menyusui, Apa yang Terjadi?

Mengetahui dan mengatasi penyebab bayi menangis, akan mempermudah proses menyusui bagi Moms dan bayi.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Carla Octama

Bayi menangis karena lapar mungkin hal yang biasa. Namun bagaimana jika bayi menangis saat sedang menyusui?

Hal ini tentu akan membingungkan bagi, Moms. Keadaan ini juga dapat semakin membingungkan, jika bayi tiba-tiba menolak menyusui.

Moms pasti akan khawatir mengenai asupan susu Si Kecil atau adakah yang salah dengan ASI moms.

Berikut ini beberapa hal yang mungkin dapat menjadi penyebab bayi menangis saat menyusui.

1. Aliran ASI

1 Aliran ASI.jpg

Foto: today.com

Alasan paling umum yang dapat membuat bayi menangis saat menyusui adalah aliran susu. Baik aliran ASI saat menyusui yang terlalu cepat atau terlalu lambat.

Dikutip dari parenting.firstcry.com, jika Si Kecil batuk atau tertahan sesaat setelah mulai menyusui, ini mungkin berarti aliran ASI Moms terlalu cepat.

Saat ini terjadi, Moms bisa mengubah posisi menyusui bayi, sehingga mengurangi bayi menangis dan menjadi rewel.

Menyusui bayi lebih sering juga dapat membantu mengurangi derasnya aliran ASI Moms, sehingga membuat bayi lebih nyaman dalam setiap sesi menyusui.

Di sisi lain, jika bayi menarik dan meremas payudara Moms, serta melengkungkan punggungnya, sesaat setelah, ini berarti aliran ASI Moms melambat.

Moms dapat mencoba mengkompres payudara dengan air hangat untuk memudahkan aliran ASI dan membuat bayi dapat menyusui dengan lebih lancar.

Baca Juga : 10 Mitos Salah tentang Menyusui

2. Perut Penuh Gas

2 Perut Penuh Gas.jpg

Foto: babycenter.ca

Bayi menangis di tengah sesi menyusui dapat menunjukkan keinginan bayi untuk bersendawa atau mengeluarkan gas.

Saat pergantian dari payudara yang satu ke lainnya, Moms bisa membantu bayi untuk bersendawa terlebih dahulu.

“Pegang bayi secara vertikal di dada Moms untuk melihat apakah bayi harus bersendawa,” ungkap konsultan menyusui yang berbasis di New York, Maria Paciullo, dikutip dari parents.com.

Saat memposisikan bayi bersendawa, usap lembut punggung bayi untuk membantunya lebih mudah bersendawa. Moms juga bisa merapikan atau mengganti popok bayi, sehingga bayi dapat mengeluarkan gas yang mungkin masih terperangkap dalam perutnya.

Baca Juga : Menidurkan Bayi dengan Menyusui, Boleh atau Tidak?

3. Bayi Sakit

3 Bayi Sakit.jpg

Foto: s3.amazonaws.com

Saat sakit, sangat rentan membuat bayi menangis, terutama ketika bayi sedang menyusui.

Dikutip dari kellymom.com, bayi yang sedang flu dan pilek biasanya disertai dengan gejala hidung tersumbat yang membuat waktu menyusui menjadi terhambat dan bayi menangis.

Sering menolak payudara Moms saat menyusui juga dapat menjadi gejala sariawan bayi. Saat sariawan, mulut bayi tentu akan tidak nyaman dan perih, sehingga membuat bayi menangis dan menjadi rewel.

Hal lain yang dapat membuat bayi menangis saat menyusui adalah fase tumbuh gigi.

“Kamu tidak akan melihat (giginya) langsung, namun dapat terasa adanya tonjolan di gusi bayi dalam satu atau dua hari ketika fase tumbuh gigi mulai muncul. Saat itulah mulut bayi sakit: dimana gigi muncul keluar dari gusi,” ungkap Dokter anak di Providence Saint John’s Health Center, Santa Monica, California, Jeffrey Bourne, seperti dikutip dari todaysparent.com.

Itulah beberapa alasan bayi menangis saat menyusui. Dengan menemukan alasan bayi menangis yang tepat, Moms dapat dengan mudah mengatasi masalah yang dihadapi bayi dan membuatnya kembali nyaman menyusui.

(GS/CAR)

Artikel Terkait