3-12 BULAN
17 Juli 2019

Bayi Menggertakkan Gigi Saat Tidur? Waspadai Bahaya Bruxism Ini

Konsumsi makanan tertentu hingga stres dapat menjadi penyebabnya.
Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Dina Vionetta

Jika mendengar goresan kuku di papan tulis sudah bisa membuat Moms terganggu, bayangkan jika harus mendengar gemeretak gigi Si Kecil di malam hari saat tidur.

Kebiasaan bayi ini disebut dengan bruxism. Yuk kenali lebih jauh apa saja penyebab dan penanganan yang tepat terhadap kebiasaan bayi menggertakan gigi saat tidur atau biasa disebut bruxism berikut ini.

Kebiasaan Bayi Menggertakkan Gigi

Bayi Menggertakkan Gigi Saat Tidur, Waspadai Bahaya Bruxism Ini 01.jpg

Foto: pittsfordpediatricdentistry.com

Bruxism atau kebiasaan bayi menggertakkan gigi biasa terjadi pada bayi mulai usia satu tahun.

Dalam sebagian besar kasus, kebiasaan bayi menggertakkan gigi terjadi pada malam hari saat tidur, namun sebenarnya juga dapat terjadi di siang hari, saat bayi dalam keadaan sadar.

Kebiasaan bayi ini bisa disebabkan oleh beberapa hal, antara lain mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung kafein (cokelat, es the, kola, dll) serta efek menahan rasa sakit akibat infeksi telinga atau sedang tumbuh gigi yang dialami bayi.

Penyebab lain kebiasaan bayi menggertakkan gigi ini juga dapat terjadi jika gigi Si Kecil tidak lurus atau biasa disebut dengan maloklusi.

“Jika kamu atau pasangan kamu juga memiliki kebiasaan menggertakkan gigi, maka kemungkinan besar anak kalian juga akan melakukan kebiasaan ini. Hal ini juga sangat umum terjadi pada anak-anak dengan kelainan neurologis, misalnya cerebral palsy,” ungkap Dr. Harvey Karp, seperti dikutip dari happiestbaby.com.

Meski lebih sering terjadi pada malam hari, namun bruxism atau kebiasaan bayi menggertakkan gigi belum tentu menandakan Si Kecil sedang mengalami mimpi buruk saat tidur.

Meski demikian, stres atau kecemasan juga dapat meningkatkan risiko kebiasaan bayi menggertakkan gigi atau bruxism.

Baca Juga:5 Pertanyaan Seputar Cara Merawat Gigi Bayi dan Jawabannya

Efek Bruxism

Bayi Menggertakkan Gigi Saat Tidur Waspadai Bahaya Bruxism Ini 02.jpg

Foto: healthline.com

Meskipun terdengar menakutkan untuk melihat kebiasaan bayi menggertakkan gigi, namun pada sebagian besar kasus, hal ini tidak akan merusak gigi bayi.

Karena biasanya kebiasaan bayi ini akan berhenti sebelum semua gigi bayi hilang untuk berganti dengan gigi permanen.

Namun dalam sebagian kasus, ada juga anak yang akan mengalami sakit kepala atau sakit telinga keesokan pagi saat bangun tidur.

Pada kasus bruxism yang cukup berat, kebiasaan bayi ini dapat merusak enamel gigi, membuat bentuk gigi tidak merata, meningkatkan sensitivitas terhadap panas serta dingin, dan menyebabkan rasa sakit pada wajah serta rahang.

Baca Juga: Tak Hanya Gigi, Begini Cara Membersihkan Lidah Bayi dengan Benar

Perawatan Bayi dengan Bruxism

Bayi Menggertakkan Gigi Saat Tidur Waspadai Bahaya Bruxism Ini 03.jpg

Foto: workingmother.com

Sebagai orang tua, tidak banyak yang dapat Moms lakukan untuk mencegah terjadinya bruxism. “Anda tidak dapat mencegah kebiasaan bayi menggertakkan giginya, itu terjadi begitu saja,” ungkap dokter gigi sekaligus Presiden Ontario Dental Association, LouAnn Visconti, seperti dikutip dari todaysparent.com.

Namun, Moms bisa membantu membuat tidur bayi lebih nyenyak, agar kebiasaan bayi menggertakkan gigi juga ikut mereda. Misalnya dengan memperdengarkan lagu yang menenangkan saat tidur atau memberi Si Kecil empeng.

Jika kebiasaan bayi menggertakkan gigi mulai terlihat, tidak ada salahnya Moms berkonsultasi dengan dokter gigi untuk memastikan kondisi Si Kecil.

Pada beberapa kasus, Dokter gigi dapat meresepkan pelindung mulut untuk melindungi gigi bayi.

Jika kebiasaan bayi menggertakkan gigi disebabkan karena infeksi telinga atau sedang tumbuh gigi, maka Dokter juga bisa merekomendasikan pemberian ibuprofen atau acetaminophen 30 menit sebelum waktu tidur Si Kecil.

Baca Juga: 5 Tips Agar Menyusui Bayi yang Tumbuh Gigi Tetap Nyaman

(GS)

Artikel Terkait