KESEHATAN
14 Mei 2018

Bayi Menghisap Jempol dan Tidak Mau Menyusu, Bagaimana Mengatasinya?

Bayi Menghisap Jempol dan Tidak Mau Menyusu, Bagaimana Mengatasinya?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Intan
Disunting oleh Intan

Tanya:

Saya ibu baru dengan satu anak perempuan. Saat ini bayi saya berumur 5 bulan 3 minggu.

Sejak beberapa bulan yang lalu, bayi saya mulai mengenal hisapan jempol. Kalau tidur di malam hari, sebelum kenal jempol, bayi saya kalau haus ngulet-ngulet dan saya terbangun.

Tapi setelah kenal isap jempol, walaupun dia ngulet-ngulet, jempolnya saya ganti dengan ASI, ia berontak, dan lebih sering jadi terbangun tengah malem.

Sampai 1 bulan yang lalu, berat badan bayi saya hanya naik 0.2 ons. Saya jadi pasang alarm per 2 jam sekali untuk menyusui, tapi bayi kadang hanya mengempeng saja ketimbang menyusu.

Bagaimana ya supaya bayi saya bisa menyusui pada malam harinya lancar? (Achixx)

Jawab:

Aktivitas memasukkan jari ke dalam mulut merupakan aktivitas yang normal dilakukan oleh bayi, karena saat ini bayi berada pada fase oral di mana ia suka memasukkan sesuatu ke dalam mulutnya karena pada fase ini pusat kenikmatan terletak di daerah mulut.

Secara psikologis ketika bayi memasukkan jari ke dalam mulutnya pertanda lapar, namun juga kebutuhan mengisap memang sudah aja sejak bayi lahir. Moma tidak perlu khawatir karena kebutuhan mengisap ini akan hilang dengan sendirinya.

Jangan terlalu memaksakan bayi untuk berhenti mengisap jempolnya karena akan membuatnya merasa marah dan justru bayi akan semakin intens untuk mengisap jempol untuk melampiaskan rasa marahnya.

Coba berikan toleransi kepada bayi ketika ia mengisap jempol agar kebutuhan mengisapnya terpenuhi. Moms juga perlu perhatikan ketika memberikan ASI kepada bayi apakah ia sudah merasa lapar atau belum.

Coba dekatkan puting susu Moms ke mulut bayi, jika ia menolak jangan dipaksa karena akan menimbulkan trauma bagi bayi.

Moms juga bisa mencoba memerah ASI-nya dan berikan ke bayi dengan menggunakan sendok.

Dijawab oleh Nidya Dwika Puteri, M. Psi

Sumber: Forum Orami - Ask The Expert

Artikel Terkait