NEWBORN
6 Agustus 2020

Melahirkan Bayi Prematur? Ketahui Gejala, Penyebab, dan Cara Merawatnya

Pertumbuhan bayi prematur bisa normal dan bahkan saat dewasa tidak memiliki masalah medis berat
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Intan Aprilia

Moms tentu sudah mengetahui, bila sebagian besar kehamilan berlangsung 40 minggu. Bayi yang lahir sebelum minggu ke-37 dikenal sebagai bayi prematur.

Bayi yang sangat prematur berisiko lebih tinggi mengalami masalah perkembangan. Dimungkinkan bagi bayi yang lahir pada usia 23 hingga 24 minggu untuk bisa bertahan hidup, tetapi berisiko.

Memiliki bayi prematur biasanya memiliki tantangan tersendiri. Selain harus lebih ekstra saat memberikan perawatan sejak bayi, sangat memperhatikan asupannya, dan biasanya banyak Moms yang mengkhawatirkan pertumbuhan bayi prematur.

Namun, Moms tidak perlu khawatir. Sebab, penelitian terbaru menunjukkan bahwa pertumbuhan bayi prematur akan berjalan normal. Karena banyak bayi prematur yang tumbuh dewasa tanpa memiliki penyakit yang berat.

"Kelahiran prematur selalu dikaitkan dengan risiko kesehatan jangka panjang. Seperti gangguan jantung, paru-paru, neurologis dan mental," kata ketua penulis penelitian Dr. Casey Crump, yang juga wakil ketua penelitian di Departemen Kedokteran Keluarga dan Kesehatan Masyarakat di Fakultas Kedokteran Icahn di Gunung Sinai di New York City.

Baca Juga: 3 Komplikasi Kesehatan Bayi Prematur, Waspada!

Gejala Bayi Prematur

gejala bayi prematur

Foto: Orami Photo Stock

Mengutip Stanford Children's Health, gejala bayi prematur mungkin menunjukkan gejala yang sedikit berbeda.

Tentunya, yang paling tampak adalah ukuran bayi yang kecil, seringkali bayi prematur memiliki berat sekitar 2,26 kg atau bahkan jauh lebih sedikit.

Selain itu, bayi prematur memiliki kulit yang tipis, berkilau, merah muda, atau merah. Moms mungkin dapat melihat pembuluh darah melalui kulit. Lemak di tubuhnya juga sedikit.

Rambut di kulit kepalanya sedikit, tetapi bayi mungkin memiliki banyak rambut tubuh yang lembut (lanugo), ia juga memiliki tangisan yang lemah, dan nada yang rendah.

Selain itu, gejala bayi preamtur juga termasuk alat kelamin pria dan wanita yang berukuran kecil dan belum berkembang sepenuhnya. Gejala ini mungkin terlihat seperti kondisi kesehatan lainnya. Pastikan Si Kecil mengunjungi dokter untuk diagnosis lengkapnya.

Jangan khawatir, pada waktunya nanti bayi prematur akan mulai terlihat seperti bayi baru lahir. Karena tidak memiliki lemak pelindung, bayi prematur akan kedinginan pada suhu kamar normal.

Berkat kemajuan medis, bayi yang lahir setelah kehamilan 28 minggu dan punya berat lebih 1 kg punya peluang penuh untuk bertahan hidup.

Biasanya bayi yang dilahirkan secara prematur akan ditempatkan di inkubator atau di bawah alat pemanas khusus yang disebut penghangat radiasi. Di sini suhunya bisa disesuaikan agar Si Kecil tetap hangat.

Baca Juga: Berisiko Tinggi, Begini Gejala Dini Cerebral Palsy pada Bayi Prematur

Penyebab Bayi Prematur

penyebab bayi prematur

Foto: Orami Photo Stock

Mengutip Mayo Clinic, seringkali penyebab spesifik kelahiran prematur tidak jelas. Namun, ada faktor-faktor risiko kelahiran prematur yang diketahui.

Beberapanya seperti pernah melahirkan prematur sebelumnya, kehamilan kembar dua atau tiga, jarak kehamilan kurang dari enam bulan, Masalah dengan uterus, serviks atau plasenta, dan merokok.

Selain itu, penyebab bayi prematur bisa juga terjadi karena infeksi terutama cairan ketuban dan saluran genital bawah, mengalami kondisi kronis (tekanan darah tinggi dan diabetes), kurus atau kelebihan berat badan sebelum kehamilan, mengalami keguguran atau aborsi, dan cedera fisik atau trauma.

Melansir Medline Plus, faktor lain yang meningkatkan risiko persalinan prematur dan kelahiran prematur meliputi usia ibu yang lebih muda dari 16 atau lebih dari 35 tahun, merupakan orang Afrika-Amerika, kurangnya perawatan pranatal, dan status sosial ekonomi rendah.

Dalam studi Journal of American Medical Association yang melibatkan lebih dari 2,5 juta bayi yang lahir prematur, diketahui bahwa lebih dari setengah jumlah bayi tersebut tidak memiliki masalah medis yang berat saat dewasa.

"Temuan ini penting bagi semakin banyak orang yang lahir prematur, karena mereka menunjukkan bahwa sebagian besar dapat menjalani hidup yang sehat dan tangguh dengan fungsi keseluruhan tubuh yang baik saat dewasa," kata dr. Casey.

Para peneliti melihat kesehatan anak-anak ketika mereka berusia antara 18 dan 43 tahun. Beberapa kondisi yang dicari para peneliti saat dewasa adalah asma, tekanan darah tinggi, diabetes, penyakit ginjal, kondisi mental, cerebral palsy, dan epilepsi. Dan hasilnya tidak terjadi secara signifikan.

Deborah Campbell, direktur neonatologi di Children's Hospital di Montefiore di New York City mengatakan, temuan penelitian adalah pengembangan dari berbagai penelitian sebelumnya.

"Secara umum, sebagian besar individu yang lahir prematur tidak akan terkena dampak parah atau cacat. Secara keseluruhan, sebagian besar akan berfungsi dan memberikan kontribusi saat dewasa," kata Deborah.

Baca Juga: Benarkah Menyusui Bayi Prematur Harus Lebih Sering?

Cara Merawat Bayi Prematur

Moms tentu akan berbahagia ketika Si Kecil sudah bisa dibawa pulang ke rumah.

Tetapi cara merawat bayi prematur juga perlu lebih berhati-hati karena sistem kekebalannya yang masih belum matang.

Pastikan membawa pulang Si Kecil saat kondisi kesehatannya sudah sesuai dengan anjuran dokter.

Biasanya bayi prematur boleh pulang saat berat badannya sudah di atas 1,8 kg dengan catatan kondisi kesehatannya membaik.

1. Batasi Kunjungan

merawat bayi prematur dengan benar

Foto: Orami Photo Stock

Tanyakan kepada dokter sebelum Si Kecil pulang ke rumah agar Moms bisa merawat bayi prematur dengan benar.

Selain itu, kunjungan ke luar rumah harus dibatasi ya Moms, kecuali melakukan kontrol rutin atau menjemur bayi.

Hal ini untuk mencegah Si Kecil terkena infeksi virus, apalagi kekebalan tubuhnya juga lebih lemah.

2. Jaga Suhu Ruangan

Setelah Si Kecil di rumah pastikan kamar bayi memiliki ventilasi yang baik, sehingga ia pun nyaman.

Sebagai cara merawat bayi prematur di rumah, suhu ruangan harus selalu hangat.

Jika Moms menggunakan pendingin ruangan atau AC maka pastikan suhu udaranya tidak di bawah 26 derajat Celcius.

3. Hindari Tempat Umum

cara merawat bayi prematur di rumah - waktu tidur.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Dilansir dari laman Kids Health, pada umumnya dokter merekomendasikan untuk tidak mengunjungi tempat umum dengan bayi prematur.

Untuk cara merawat bayi prematur, Moms bisa membatasi pengunjung yang datang ke rumah.

Siapa pun yang sakit tidak boleh mengunjungi, tidak ada yang merokok di rumah, dan semua pengunjung harus mencuci tangan sebelum menyentuh bayi.

Konsultasikan dengan dokter mengenai beberapa kunjungan keluarga apakah mungkin perlu ditunda agar sistem kekebalan tubuh si kecil tumbuh lebih kuat.

Baca Juga: Perhatian Ekstra untuk Stimulasi Tumbuh Kembang Bayi Prematur

4. Tidak Sembarangan Pakai Pelembap

Katherine McMakin-Scoleri, Ahli Kesehatan & Kebugaran, menjelaskan tips untuk memilih pelembap untuk kulit kering bayi.

Ia menyarankan untuk berhati-hati bila hendak menggunakan pelembap dari bahan alami.

"Anda harus ekstra hati-hati bahkan dengan bahan-bahan alami, terutama jika bayi Anda memiliki kondisi kulit eksim atau alergi terhadap kacang atau bahan lainnya," terangnya, mengutip TheTot.

Jika kulit bayi prematur kering jangan gunakan produk pelembap apa pun tanpa meminta rekomendasi dari dokter sebagai cara merawat bayi prematur.

Moms pun bisa secara bertahap menggunakan tisu bayi dengan kandungan yang lembut saat kulitnya mulai kuat seiring perkembangannya dari bulan ke bulan.pap

5. Tak Perlu Sering Memandikan Bayi

bayi tidak perlu dimandikan setiap hari 2.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Dalam hal memandikan perhatikan juga kondisi kulit bayi.

Tapi tak hanya berlaku untuk bayi prematur, bayi baru lahir memang tidak perlu dimandikan setiap hari karena untuk menjaga kelembapan kulitnya.

Moms hanya perlu rajin mengganti popoknya dengan air hangat dan kapas, kita bisa mengganti kegiatan mandi dengan menyekanya menggunakan lap dan air hangat sebagai cara merawat bayi prematur.

6. Posisi Tidur Terlentang

Sleep apnea, yaitu kondisi ketika bayi berhenti bernapas selama 20 detik atau lebih, adalah kondisi umum pada bayi prematur.

Tony Debra Yanowitz, MD, seorang neonatologist di Rumah Sakit Magee-Womens dari University of Pittsburgh Medical Center, mengatakan bahwa bayi yang dirawat di NICU diposisikan telungkup untuk membantu mengembangkan paru-paru bayi dan mengurangi sleep apnea.

Hal ini aman karena bayi berada dalam pengawasan tim medis di rumah sakit. Namun, tidak disarankan Moms lakukan sendiri di rumah karena berisiko mengalami sindrom bayi mati mendadak (SIDS).

Untuk posisi tidurnya, Moms bisa meletakkan bayi tidur dengan posisi terlentang. Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko sindrom kematian bayi mendadak (SIDS) sebagai tips merawat bayi prematur.

Mengutip Safe to Sleep, jika dibandingkan dengan tidur posisi terlentang, bayi yang tidur dengan posisi tengkurap memiliki antara 1,7 dan 12,9 kali risiko SIDS.

Saat bayi tidur gunakan selimut yang ringan, pastikan tidak ada barang-barang di sekitar tempat bayi tidur, apalagi di sekitar wajah bayi, karena hal ini justru akan menimbulkan risiko SIDS.

Baca Juga: Berapa Persen Kemungkinan Bayi Prematur Bertahan Hidup?

7. Lakukan Metode Kangaroo Care

lakukan kangaroo care pada bayi prematur

Foto: Orami Photo Stock

Sebagai cara merawat bayi prematur, manfaatkan minggu-minggu awal kepulangan Si Kecil ke rumah dengan melakukan skin to skin atau dikenal juga dengan metode kangaroo care.

Biasanya di beberapa rumah sakit atau klinik bersalin metode ini merupakan perawatan intensif yang dilakukan sebelum pulang.

Saat di rumah lakukan di ruangan yang hangat atau kamar bayi, pastikan bayi hanya menggunakan popok, lalu letakkan bayi di dada Moms ataupun Dads, kemudian putar kepala bayi ke satu sisi sehingga telinganya menempel di hati.

Penelitian menunjukkan bahwa metode ini bisa meningkatkan ikatan (bonding) orang tua dan anak.

Selain itu metode ini juga langkah awal menyusui, dan dipercaya meningkatkan kesehatan bayi prematur.

8. Buat Momen Menyusui yang Berharga

Dilansir dari American Academy of Pediatrics, bayi prematur mungkin kesulitan menyusui langsung melalui payudara.

Oleh sebab itu, Moms bisa memompa ASI dan memberikannya pada buah hati melalui botol.

Moms dapat segera menyusui setelah mendapatkan kepastian dari dokter. Perawat akan mengajarkan teknik pemberian ASI atau susu botol yang sesuai untuk kebutuhan bayi.

Beberapa bayi prematur awalnya mungkin perlu cairan yang diberikan melalui selang makanan yang melewati mulut atau hidung ke perut.

Bayi akan siap untuk pulang begitu dia bernapas sendiri, mampu mempertahankan suhu tubuhnya, dapat diberi ASI atau botol, dan menambah berat badan dengan memuaskan. Saat bayi pulang, lakukanlah banyak kontak fisik dengannya.

Itu dia Moms, penjelasan mengenai gejala, penyebab, dan cara merawat bayi prematur. Semoga Si Kecil dapat tumbuh dan berkembang dengan sehat, ya.

Artikel Terkait