3-12 BULAN
7 Oktober 2019

Bayi Sering Mengemut Tangan, Bahayakah?

Ada waktunya ketika bayi memiliki kebiasaan untuk mengemut tangannya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Intan Aprilia

Perkembangan bayi setiap harinya pasti tidak ingin luput dari pandangan Moms, ya. Momen ketika Si Kecil mampu berguling sendiri, duduk tanpa bantuan, dan lainnya pasti menjadi waktu tidak terlupakan bagi orang tua.

Tidak mengherankan kalau kebiasaan sehari-hari dari bayi akan Moms hafal dengan sendirinya. Namun, pernahkah Moms melihat ada kebiasaan bayi yang mengganggu pikiran?

Misalkan, ketika ia sering mengemut tangan ke dalam mulutnya. Apakah hal tersebut wajar terjadi?

Baca Juga: Tidak Hanya Menangis, Ini 3 Tanda Bayi Lapar

Kebiasaan Bayi Mengemut Tangan

Bayi Sering Mengemut Tangan, Bahayakah-2.jpg

Menurut dr. Aini, konselor laktasi, ketika berbincang-bincang pada Kulwap Orami Community, Senin (22/4) lalu, mengungkapkan kebiasaan bayi mengemut tangan bukan hal yang perlu dikhawatirkan.

“Ketika bayi berusia sekitar 3-7 bulan, itu adalah usia yang wajar bayi memasukkan tangan ke mulutnya. Itu termasuk fase yang normal. Ketika usia tersebut, bayi akan mulai mengalami gejala-gejala tumbuh gigi,” ujarnya.

Lalu, apakah penggunaan teether diperlukan agar bayi tidak mengemut tangannya sendiri?

Menurut dr. Aini pula, sebaiknya bayi yang masih menyusui tidak perlu memakai teether, hanya saja pastikan keadaan tangan bayi selalu dalam kondisi bersih. Hal ini untuk mencegah infeksi penyakit yang masuk melalui tangannya.

Bayi yang memasukkan jari ke dalam mulut dan menghisapnya juga dapat menjadi tanda bahwa ia merasa aman dan mendapatkan ketenangan.

Hal ini juga membantunya belajar tentang dunianya. Tidak perlu khawatir, Moms, karena kebiasaan ini umumnya akan berhenti ketika anak memasuki usia 2-4 tahun, sebelum gigi permanennya tumbuh.

Baca Juga: Tahapan Memelihara Kesehatan Mulut Bayi Baru Lahir Sampai Tumbuh Gigi

Kenapa Bayi Mengemut Tangan?

Bayi Sering Mengemut Tangan, Bahayakah-1.jpg

Ada beberapa kondisi juga yang memengaruhi bayi mengemut tangan ke dalam mulutnya.

Sebaiknya orang tua memahami kondisi yang terjadi karena setiap bayi dapat mengalami hal yang berbeda-beda, yaitu di antaranya:

1. Bayi Sedang Merasa Lapar

Saat bayi mengemut tangan ke mulutnya, ini bisa jadi tanda kalau ia sedang lapar.

Umumnya, bayi akan menangis ketika lapar, namun sebagian bayi mengemut tangan ke dalam mulut dan membuat suara isapan.

Kondisi ini biasanya terjadi ketika bayi mau menyusu atau saat pemberian MPASI.

Sebaiknya, Moms ketahui waktu rutin ketika bayi mau menyusu dan tanda-tanda ketika ia sudah mulai lapar.

Baca Juga: Mengenal Natal Teeth, Kondisi Bayi Baru Lahir yang Sudah Tumbuh Gigi

2. Bayi Sedang Mengantuk

Ketika bayi mengemut tangan ke mulutnya, kemudian ia menjadi pendiam dan kurang responsif, maka hal ini bisa menjadi tanda bahwa bayi sedang mengantuk.

Tidak semua bayi akan mudah tertidur saat tubuhnya merasa lelah, karena sebagian bayi membutuhkan bantuan agar bisa membuatnya tertidur. Nah, salah satunya adalah mengemut tangan ke mulut.

3. Bayi Sedang Menenangkan Diri

Tahukah Moms bahwa kondisi bayi mengemut tangan ke mulut juga menjadi tanda bahwa ia ingin menenangkan diri.

Bayi butuh merasa aman dan nyaman, seperti yang mereka dapatkan saat berada di dalam rahim.

Untuk itu, ia akan memasukkan tangan ke mulutnya. Kondisi ini dapat Moms dan Dads dukung dengan selalu berada di sisinya, ya.

Lalu, bagaimana cara untuk menghentikan kebiasaan bayi yang terlalu sering mengemut tangannya?

Terpenting adalah jangan memaksanya untuk langsung menghentikan kebiasan tersebut. Melainkan coba alihkan dengan kegiatan lain yang menarik perhatiannya.

Baca Juga: Bayi Rewel Karena Kulit Gatal? Ini 6 Cara Mengatasinya!

Jika usia Si Kecil sudah cukup untuk diberikan pengertian, maka Moms bisa memberi tahu bahwa kebiasaan bayi mengemut tangan tidak baik untuk dilakukan terus-menerus.

Namun, jika kebiasaan bayi mengemut tangan tidak memengaruhi kondisi psikis anak, pertumbuhan, dan perkembangannya, sebaiknya Moms tidak perlu khawatir.

Kebiasaan ini akan berhenti dengan sendirinya dan tidak memengaruhi pertumbuhan giginya.

(DG)

Artikel Terkait