BAYI
29 Mei 2019

Tips Mengurangi Refleks Moro Agar Bayi Tidur Lebih Nyenyak

Bayi tidur lebih nyenyak dengan durasi lebih lama.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Carla Octama

Bayi dilahirkan dengan refleks alami, misalnya saat Moms meletakkan jari di dekat bibir bayi, maka Si Kecil akan mengikuti arah jari Moms sambil membuka mulutnya seperti akan menyusui.

Ini disebut dengan rooting reflex.

Ada pula refleks menggenggam, menghisap, hingga refleks moro.

Untuk refleks yang terakhir, gerakan spontan ini seringkali dapat mengganggu tidur bayi dan membuatnya menangis tiba-tiba.

Yuk kenali apa itu refleks moro dan cara menguranginya agar tidur bayi lebih nyenyak.

Mengenal Refleks Moro

Mengenal Refleks Moro.jpg

Foto: thesweetpealife.com

Refleks moro atau yang juga dikenal sebagai refleks kejut adalah respon tidak sadar dan tiba-tiba yang muncul pada bayi mulai dari lahir.

Refleks ini akan membuat bayi membentangkan lengan, kaki, dan jari serta melengkungkan punggungnya seperti orang yang sedang kaget atau terkejut.

Bayi bisa menangis atau juga tidak saat melakukan refleks moro.

Namun jika terjadi saat fase tidur bayi, maka seringkali dapat membuat bayi terbangun dan menangis karena kaget.

Refleks moro tidaklah berbahaya, bahkan sebaliknya menandakan bahwa aktivitas saraf dan otak bayi berjalan dengan normal.

“Kurangnya refleks moro pada bayi dapat menunjukkan masalah pendengaran, gangguan sistem motorik, atau gangguan yang memengaruhi sistem saraf pusat,” ungkap psikolog Kendra Cherry, MS, seperti dikutip dari verywellfamily.com.

Refleks moro yang kerap kali mengganggu tidur bayi ini biasanya lebih sering dialami bayi baru lahir hingga usia lima minggu.

Namun perlahan, refleks moro akan berkurang dan berhenti di usia bayi antara tiga sampai enam bulan.

Baca Juga : Ini Manfaat dan Cara Agar Bayi Tidur Nyenyak

Pemicu Refleks Moro

Pemicu Refleks Moro.jpg

Foto: positively.com

Beberapa bayi bisa mengalami refleks moro secara tiba-tiba, tanpa ada pemicunya.

Namun sebagian bayi mengalami refleks moro saat mengalami kondisi tertentu.

“Beberapa bayi akan terkejut atau mengalami refleks moro saat mendengar suara keras, perubahan posisi tubuh, gerakan yang tiba-tiba (apapun yang membuat bayi merasa seperti akan jatuh), perubahan suhu udara, hingga sentuhan yang mendadak,” ungkap perawat profesional Jennifer Lemoine, DNP, APRN, NNP-BC, seperti dikutip dari health4mom.org.

Hal itulah yang sering mengganggu tidur bayi serta seringkali membuatnya terbangun dan menangis.

Agar Bayi Tidur Nyenyak

Agar Bayi Tidur Nyenyak.jpg

Foto: nowtolove.co.nz

Moms mungkin lebih sering melihat bayi mengalami refleks moro saat Moms mencoba untuk melepaskan Si Kecil dari gendongan dan menidurkannya di tempat tidur.

Karena saat Moms membungkuk untuk memposisikan tidur bayi, Si Kecil akan mengalami sensasi seperti sedang jatuh.

Hal ini bisa membangunkan tidur bayi dan tidak jarang membuat tidur bayi susah kembali nyenyak.

Salah satu cara untuk mengurangi refleks moro saat tidur bayi adalah dengan membedong bayi.

Baca Juga : Cara Meningkatkan Kualitas Tidur Bayi

Cara ini akan membuat bayi merasa aman dan nyaman, karena kehangatannya menyerupai rahim ibu.

Pastikan tidak membedong bayi terlalu erat, agar Si Kecil masih dapat bernapas dengan nyaman.

Dengan membedong, durasi tidur bayi juga akan lebih lama.

Cara lain agar bayi tidak terkejut atau mengalami refleks moro yang dapat mengganggu tidur bayi, maka Moms bisa mendekatkan tubuh Moms ke tubuh bayi saat menidurkannya di tempat tidur.

Letakkan bayi secara perlahan di tempat tidur, sambil terus mendekapnya.

Lepaskan pelukan Moms setelah seluruh tubuh bayi, terutama bagian punggung sudah menyentuh tempat tidur.

Cara ini akan cukup mencegah refleks moro dengan sensasi seperti terjatuh yang dapat mengganggu tidur bayi dan kerap membuatnya menangis.

(GS/CAR)

Artikel Terkait