3-12 BULAN
27 Agustus 2020

Bayi Susah Makan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Bayi yang susah makan pasti bikin Moms harus ekstra sabar menghadapinya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Rizky
Disunting oleh Intan Aprilia

Saat pertama kali diberikan makanan pendamping ASI (MPASI), Moms pasti sangat cemas.

Apakah bayi akan menyukai makanan baru tersebut dan akan lahap memakannya, atau malah bayi susah makan.

Namun ada satu yang perlu diingat, semua bayi pasti pernah menolak beberapa jenis makanan yang disuapkan ke mulutnya.

Apalagi saat periode awal pemberian MPASI, Moms harus ekstra perhatian akan makanan apa saja yang ia suka dan beberapa faktor lain yang menyebabkan bayi tidak mau makan.

Sama seperti orang dewasa, bayi akan susah makan akibat kehilangan nafsu makan saat dia merasa tidak enak badan atau tidak sehat.

Jadi, jika bayi sedang pilek atau sakit tenggorokan, atau jika ia sedang tumbuh gigi, bayi mungkin jadi lebih susah makan dari biasanya. Mungkin bayi merasa terlalu lelah untuk makan.

Sementara itu, ada beberapa alasan lain mengapa bayi susah makan dan langkah yang tepat untuk mengatasinya. Berikut ulasannya!

Baca Juga: Resep MPASI yang Bisa Menaikan Berat Badan Anak

Penyebab Bayi Susah Makan

Ini Penyebab Bayi Susah Makan

Foto: Orami Photo Stock

Untuk mengetahui alasan bayi susah makan, maka Moms perlu tahu juga beberapa masalah yang akan terjadi saat bayi tidak mau makan atau jadi tidak ingin makan.

Pasalnya, tiap bayi bisa saja memiliki penyebab yang berbeda sehingga cara penanganannya juga berbeda.

Moms juga perlu tenang agar lebih mudah mengatasinya. Terlebih jika bayi tumbuh dan berkembang secara normal, tidak ada alasan bagi Moms untuk khawatir berlebihan.

Dikutip dari American Academy of Family Physicians ada beberapa masalah yang bisa sebabkan bayi susah makan antara lain:

1. Kebiasaan Menolak untuk Disuapi

Bayi susah makan karena berbagai alasan. Mereka mungkin kenyang, lelah, terganggu, atau sakit. Mungkin jadwal menyusui bayi bukan jadwal menyusui biasanya.

Jangan khawatir, bayi akan selalu makan jika dia lapar, jadi jika si kecil menampar sendok, berbalik, atau menutup mulut, ia sedang memberi tahu orangtuanya bahwa dia sudah cukup untuk saat ini.

Cobalah untuk percaya bahwa bayi sudah tahu berapa banyak makanan yang dia butuhkan, dan jangan pernah memaksa memberi makan anak. Apalagi mengubah waktu makan yang menyenangkan jadi penuh tangisan.

Namun jika penolakan makan membuat Moms sangat khawatir, apalagi sampai membuat berat badannya tidak bertambah, selalu bicarakan dengan dokter anak untuk mendapatkan solusi yang tepat.

2. Menghindari Makanan Baru

Hampir setiap bayi susah makan ketika diberikan variasi makanan baru.

Untungnya, kebanyakan anak akan keluar dari fase ini, meski terkadang bisa memakan waktu berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan.

Bantu bayi lebih mudah menerima makanan baru dengan memastikan makanan baru tersebut terlihat mirip dengan makanan favorit yang sudah dikenalnya.

Moms juga perlu memastikan bahwa makanan baru tersebut rasanya bisa diterima oleh lidah Moms sendiri.

Jangan sampai Moms memberikan makanan yang Moms sendiri saja tak menyukai rasanya.

Kemudian, mulai dengan porsi yang sangat kecil, berikan makanan baru dengan lembut kepada anak tiga kali selama makan.

Jika dia menolak, jangan bereaksi berlebihan, lanjutkan saja ke sesuatu yang anak pasti suka.

3. Bayi Rewel Karena Pemilih

Bayi susah makan, rewel, dan sangat pilih-pilih makanan kerap dikeluhkan oleh banyak orang tua.

Ada banyak alasan mengapa bayi rewel tentang makanan.

Mereka mungkin tumbuh gigi, lelah, belum siap untuk makan makanan padat, atau tidak membutuhkan makanan sebanyak yang diberikan.

Ingat, makanan yang familiar memberikan kenyamanan untuk bayi di saat-saat stres.

Baca Juga: 5 Resep Masakan untuk Anak yang Susah Makan

4. Tersedak

Sebagian besar bayi sudah siap untuk makanan padat antara 4 dan 6 bulan, tetapi beberapa mungkin merasa makanan padat sulit ditangani pada awalnya. Hasilnya, bayi mungkin akan muntah saat disusui.

Jika bayi mengalami kesulitan menelan makanan padat, cobalah mengurangi makan di sendok. Jika bayi masih tersedak, dia mungkin belum siap untuk makan makanan padat.

5. Lebih Senang Mengacak-acak Makanan

Kondisi ini adalah fase yang tidak teratur ketika bayi tampaknya menghabiskan lebih banyak waktu untuk bermain dengan atau menjatuhkan makanan daripada memakannya.

Tanda ini biasanya sering muncul ketika bayi menginjak usia sembilan bulan.

Meskipun hal ini sering membuat waktu makan jadi merepotkan dan cukup kacau, namun Moms perlu membiarkan bayi melakukan hal ini.

Pasalnya, langkah ini penting untuk membantu bayi belajar, tumbuh, dan menjadi lebih mandiri.

6. Alergi Makanan dan Intoleransi Makanan

Alergi makanan yang mengaktifkan sistem kekebalan tubuh bayi, terjadi pada hingga 8 persen anak-anak dan dapat muncul tiba-tiba.

Gejalanya bisa meliputi diare, muntah, ruam, atau sakit perut hingga masalah pernapasan dan pembengkakan pada wajah atau area tubuh lain.

Alergi makanan yang paling umum di antara anak-anak adalah susu, kedelai, telur, gandum, kacang-kacangan, dan kerang.

Meskipun secara umum anak-anak dan orang dewasa bisa alergi terhadap makanan apa pun.

Intoleransi makanan lebih sering terjadi daripada alergi makanan.

Meskipun gejalanya mungkin serupa, intoleransi makanan melibatkan sistem pencernaan bayi, bukan sistem kekebalan.

Intoleransi makanan yang umum termasuk masalah dengan laktosa, jagung, atau gluten. Gejala intoleransi makanan termasuk gas, kembung, diare, dan sakit perut.

7. Sering Meludah, Refluks, dan Muntah

Meludah tampaknya hampir menjadi kebiasaan yang sering bayi lakukan dan bisa menyebabkan bayi susah makan.

Namun kabar baiknya, meludah cenderung hilang saat bayi menginjak satu tahun.

Moms dapat mengurangi kemungkinan bayi meludah dengan membiarkannya sendawa secara teratur, menghindari makan berlebihan, menjaga bayi tetap tegak saat memberinya makan, dan menghindari bermain dengan bayi segera setelah makan.

Refluks adalah kondisi saat isi perut kembali ke kerongkongan bayi. Untuk membantu mengatasi refluks, beri makan bayi sedikit lebih sedikit atau lebih lambat setiap kali makan.

Moms juga perlu mengganti atau mengendurkan popok bayi. Jaga mereka tetap tegak setelah menyusui setidaknya selama 30 menit.

Sementara itu muntah adalah kondisi saat makanan keluar dengan lebih kuat, dan dapat disebabkan oleh banyak hal seperti sistem pencernaan yang belum matang, infeksi, pengobatan, dan mabuk perjalanan, dan lain sebagainya.

Meskipun muntah biasanya membaik dengan sendirinya, hubungi dokter anak jika bayi tampak dehidrasi.

Terlebih jika kondisi ini terjadi hingga 24 jam atau Moms menemukan darah dalam muntahan.

Muntah yang kuat pada bayi mungkin disebabkan oleh kondisi fisik yang perlu segera ditangani.

Baca Juga: Mengapa GERD pada Balita Bisa Terjadi? Ini Penjelasannya!

Mengatasi Bayi Susah Makan

Cara Agar Bayi Tidak Susah Makan

Foto: Orami Photo Stock

Jika penyebabnya bukan karena penyakit, tapi karena bayi ternyata seorang picky eater, ada beberapa ide yang dikutip dari Mayo Clinic untuk mengatasi bayi susah makan. Caranya antara lain:

1. Hindari Hal-hal Pengganggu Saat Bayi Makan

Tanpa Moms sadari, cara paling mudah mengatasi bayi susah makan adalah membiarkannya berkonsentrasi makan.

Membiarkannya main, menonton video di gadget, atau menonton TV selama waktu makan dapat menyebabkan bayi kehilangan minat makan.

Meskipun ini tampak seperti cara untuk membuat mereka diam dan sibuk, lebih baik batasi hal-hal yang mengganggu konsentrasi bayi saat makan. Moms juga perlu meletakkan ponsel sendiri agar lebih fokus untuk menyuapi bayi.

Dengan fokus pada makanan, percakapan, dan ikatan keluarga, mungkin akan lebih mudah bagi bayi untuk makan.

Selain itu, pastikan area makan tetap santai dan setiap orang memiliki ruang untuk menikmati makanan mereka.

Gunakan juga kursi yang sesuai dengan bayi sehingga mereka nyaman untuk makan di meja.

2. Sajikan Porsi Makanan yang Sesuai

Mungkin masalahnya bukan karena anak menolak untuk makan, tetapi mereka menolak untuk makan semua makanan yang ada di piringnya.

Ingat, Si Kecil tidak membutuhkan makanan sebanyak orang dewasa.

Jadi, jika Moms menaruh terlalu banyak makanan di piring mereka, mereka mungkin tidak akan menghabiskannya.

Ini bukan karena mereka susah makan, tetapi karena mereka kenyang.

Coba letakkan porsi kecil untuk bayi, dan jika ia terlihat ingin menambah makananya lagi, baru Moms bisa memberikannya.

Ingat juga, bahwa mereka mungkin tidak lapar pada awalnya.

Bayi dapat mengalami perubahan besar dalam nafsu makannya selama sehari atau bahkan selama berhari-hari hingga berminggu-minggu.

Baca Juga: Jadwal Makan Bayi 8 Bulan dan Porsi Tepatnya

3. Jangan Memberi Makan Dekat dengan Waktu Tidur

Meminta bayi untuk menghabiskan makananya padahal sudah waktunya untuk mereka tidur akan menjadi sebuah tantangan bagi para orang tua.

Jadi, jangan menjadwalkan makan terlalu dekat dengan waktu tidur atau terlalu cepat sebelum atau sesudah suatu aktivitas. Karena bayi akan susah makan dan jadi lebih rewel.

4. Jangan Membuat Bayi Stres saat Makan

Memaksa, menekan, atau meneriaki anak untuk makan tidak membantu situasi.

Begitu mereka menjadi kesal atau mulai menangis, kemungkinan nafsu makan mereka akan hilang dan bayi jadi makin susah makan.

5. Kurangi Memberikan Camilan

Bayi yang susah makan juga bisa terjadi lantaran mereka terlalu banyak makan atau minum di luar jam makan mereka.

Nyatanya perutnya bayi sangat kecil, jadi tidak butuh waktu lama untuk kenyang. Dan jika seorang bayi tidak merasa lapar pada waktu makan, mereka cenderung tidak akan makan.

6. Pahami Gaya Makan Bayi

Bergantung pada gaya makan bayi, mereka mungkin membutuhkan lebih banyak atau lebih sedikit makanan pada waktu yang berbeda dalam sehari.

Jadi, meskipun anak mungkin menolak makan saat makan malam, mereka mungkin makan banyak saat sarapan atau makan siang.

Baca Juga: 7 Cara Mengatasi Anak Susah Makan

Hal yang Perlu Diperhatikan saat Bayi Susah Makan

Hal yang Pelru Diperhatikan Saat Bayi Susah Makan

Foto: objektivno.ba

Menolak makan adalah tantangan dalam mengasuh anak yang cukup umum terjadi.

Faktanya, ini sering menjadi hal yang akan Moms alami selama bertahun-tahun mengurus anak.

Hal ini dapat menyebabkan banyak kecemasan bagi orang tua, tetapi biasanya hal ini normal dan sering kali bersifat sementara dan pada akhirnya akan hilang dengan sendirinya.

Namun, meski bayi yang susah makan karena pilih-pilih makan atau naik turunnya nafsu makan anak yang normal bisa menjadi akar masalah, ingat ada penyebab lain yang tidak bisa dibiarkan.

Bergantung pada berapa lama masalah terjadi dan apakah ada gejala lain yang dimiliki seorang anak, mungkin penyebab bayi susah makan terjadi akibat masalah lain yang harus ditangani.

Menemukan cara untuk mengatasi penolakan makanan dengan cara yang positif dapat membantu menyelesaikan masalah dan membuat waktu makan bayi jadi menyenangkan.

Baca Juga: 3 Tips Mengatasi Berkurangnya Nafsu Makan Bayi Saat Sakit

Namun jika Moms mencurigai adanya masalah yang mendasarinya, bicarakan dengan dokter anak sesegera mungkin.

Dengan mencari tahu sumber penyebabnya, Moms akan diberikan petunjuk mengenai langkah penanganan yang wajib dilakukan.

Sehingga, gangguan makan pada bayi jadi lebih mudah diatasi dan bayi pun bisa tumbuh optimal seperti anak-anak seusianya.

Artikel Terkait