BAYI
17 Juli 2020

Potensi Bayi Tabung Lahir dengan Barat Badan Rendah, Simak 3 Faktanya

Apakah semua bayi tabung berisiko memiliki berat badan rendah saat lahir?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Begita
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Teknologi bantuan reproduksi, seperti salah satunya bayi tabung In Vitro Fertilization (IVF) telah mempermudah banyak orang segera memiliki bayi. Namun, risiko bayi tabung lahir dengan berat badan rendah tidak dapat dihindarkan.

Hasil penelitian Universitas Gajah Mada di RSU Dr. Sardjito Yogyakarta, kurun 2012-2016, ditemukan bahwa risiko kelahiran prematur dan berat badan rendah pada bayi tabung IVF cenderung lebih tinggi daripada bayi yang dikandung secara alami.

Berat badan lahir rendah (BBLR) adalah kondisi di mana bayi memiliki berat badan kurang dari 2,5 kilogram saat dilahirkan.

3 Fakta Bayi Tabung Lahir dengan Berat Badan Rendah

Simak ketiga faktanya yuk Moms:

1. Tergantung Media Pertumbuhan Embrio

Potensi Bayi Tabung Lahir dengan Barat Badan Rendah, Simak Faktanya

Foto: Orami Photo Stock

Hasil penelitian American Society for Reproductive Medicine (ASRM) pada 2017, setidaknya ada lima langkah dasar untuk IVF. Terdiri atas proses super ovulasi, pengambilan telur, inseminasi, perkembangan embrio, dan transfer embrio.

Ketika telur yang dibuahi membelah, itu menjadi embrio. Staf laboratorium akan secara teratur memeriksa embrio untuk memastikan embrio tumbuh dengan baik. Dalam waktu sekitar 5 hari, embrio normal memiliki beberapa sel yang aktif membelah.

Pasangan yang memiliki risiko tinggi menularkan kelainan genetik (keturunan) kepada seorang anak dapat mempertimbangkan diagnosis genetik pra-implantasi (PGD). Prosedur ini dilakukan sekitar 3 hingga 4 hari setelah pembuahan. Ilmuwan laboratorium membuang satu sel dari setiap embrio dan menyaring bahan untuk kelainan genetik tertentu.

Pada tahap inilah studi yang dilakukan Heleen Zandstra dari Maastricht Medical Center, Belanda, menemukan pengaruh media kultur untuk mendukung pertumbuhan embrio IVF awal, dalam menentukan berat lahir bayi tabung.

Peneliti mengamati bayi dengan berat lahir 112 gram lebih ringan daripada bayi yang saat embrio dikembangkan di media lain. "Itu (selisih 112 gram) perbedaan besar, mengingat bayi hanya memiliki berat sekitar 3 kilogram," kata Zandstra, seperti dikutip dari New Scientist.

Baca Juga: 5 Mitos Tentang Bayi Tabung, Ini Kata Ahli!

2. Pertumbuhan Masa Kanak-kanak

Potensi Bayi Tabung Lahir dengan Barat Badan Rendah, Simak Faktanya

Foto: Orami Photo Stock

Selain mengamati bayi ketika mereka lahir, anak-anak yang lahir dari program IVF kemudian tumbuh sampai usia 9 tahun pun diobservasi.

Periset mencatat tinggi badan, berat badan, dan indeks massa tubuh (BMI) dari 136 anak, serta tekanan darah, dan detak jantung mereka.

Mereka terkejut menemukan bahwa, sementara anak-anak yang ketika bayi berberat badan ringan, saat kanak-kanan pun BMI kelompok yang lebih ringan dari kelompok anak yang saat lahir berberat badan normal.

"Ada perbedaan berat 2 kilogram," kata Zandstra, yang mempresentasikan temuannya pada pertemuan tahunan Masyarakat Reproduksi dan Embriologi Manusia Eropa (ESHRE) di Swiss pada Juli 2017.

Pada pertemuan yang sama, Tomoya Hasegawa dari Tokyo Medical University mempresentasikan analisisnya tentang 1830 anak-anak di Jepang. Timnya menemukan tidak semua anak yang lahir sebagai bayi tabung lahir dengan berat badan rendah, dan terpengaruh cara perkembangan embrio.

Baca Juga: Apa Bedanya Bayi Tabung dan Inseminasi Buatan?

3. Pertumbuhan Bayi IVF di Masa Tua

Potensi Bayi Tabung Lahir dengan Barat Badan Rendah, Simak Faktanya

Foto: Orami Photo Stock

Sejak pertama kali dilakukan, 39 tahun lalu, diperkirakan telah lahir 6,5 juta bayi tabung IVF di seluruh dunia.

Bagaimana pertumbuhan dan kondisi kesehatannya ketika tua, adalah hal yang belum diketahui. Louise Brown, orang pertama yang lahir melalui IVF, baru berusia 39 tahun. Zandstra menyatakan para ilmuwan belum tahu apa yang akan terjadi pada orang yang dikandung IVF di usia 50-an.

Tetapi orang tidak perlu menganggap masalah bayi tabung lahir dengan berat badan rendah sebagai ancaman dalam menempuh program bayi tabung melalui IVF.

Sebab terdapat solusi penanganan klinis bagi para bayi dengan BBLR, dan pemberian ASI sampai 6 bulan akan sangat membantu perkembangannya.

“Kita seharusnya tidak khawatir, tetapi kita harus melakukan lebih banyak untuk memantau anak-anak. Studi mungkin menandakan masalah di kemudian hari, ”kata Arianna D'Angelo, yang mengoordinasikan kelompok ESHRE, mengenai tujuan riset tersebut.

Baca Juga: Kenapa Program Bayi Tabung Bisa Gagal? Simak Tips Suksesnya Yuk!

Jadi Moms, memang fakta bahwa sebagian besar bayi tabung lahir dengan berat badan rendah, meski tidak seluruhnya.

Artikel Terkait