3-12 BULAN
8 September 2019

Bayi Terlalu Banyak Di Stroller, Waspadai Container Baby Syndrome

Mendudukkan bayi pada perlengkapan pembawanya dalam waktu lama dapat menyebabkan masalah serius.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Dina Vionetta

Baby walker, stroller, dan bouncer. Beberapa perlengkapan bayi ini mungkin Moms miliki di rumah.

Tidak dipungkiri, kehadiran peralatan ini sangat memudahkan Moms untuk melakukan aktivitas lain, tanpa takut bayi jatuh atau cedera karena alat ini akan membantu bayi untuk diam di tempatnya untuk sementara waktu.

Namun, penggunaan perlengkapan ini rupanya juga bisa menimbulkan masalah, jika dilakukan dalam jangka waktu yang lama dan biasa disebut dengan istilah container baby syndrome.

Penyebab Container Baby Syndrome

Bayi Terlalu Banyak Di Stroller, Waspadai Container Baby Syndrome 01.jpg

Foto: newmommymedia.com

Container baby syndrome merupakan kondisi dimana bayi ditempatkan atau didudukkan di perlengkapan bayinya, seperti car seat, stroller, walker, atau alat lainnya dalam jangka waktu lama atau berlebihan.

Istilah container baby syndrome diberikan untuk menggambarkan kondisi yang disebabkan oleh penggunaan perlengkapan ini.

Dalam beberapa kesempatan, penggunaan perlengkapan bayi tersebut memang sangat bermanfaat.

Namun bayi juga perlu bergerak dan beraktivitas untuk membantu perkembangannya menjadi lebih maksimal.

Baca Juga: Pro Kontra Babywalker untuk Bayi Belajar Jalan, Masih Perlukah Digunakan?

Masalah Kesehatan

Bayi Terlalu Banyak Di Stroller, Waspadai Container Baby Syndrome 02.jpg

Foto: straitstimes.com

Bayi yang menghabiskan banyak waktu hanya dengan berbaring, akan melakukan sedikit sekali pergerakan, terutama pada leher, tulang belakang, dan tubuh bayi secara keseluruhan.

“Perlengkapan pembawa bayi dan tempat duduk berbahan plastik keras dapat menjadi sebuah keprihatinan, karena dapat menyebabkan plagiocephaly atau sindrom kepala datar. Hal ini terjadi karena kepala bayi bersandar di posisi yang sama terlalu lama, di permukaan datar tempatnya duduk,” ungkap Profesor Terapi Okupasi di University of Tennessee Health Science Center sekaligus penulis Retro Baby yang dipublikasikan oleh American Academy of Pediatrics, Anne Zachry, seperti dikutip dari usatoday.com.

Seperti dikutip dari moveforwardpt.com, tidak hanya berpengaruh pada kesehatan tubuh, container baby syndrome juga rentan menyebabkan keterlambatan perkembangan bayi untuk berguling, merangkak, hingga berjalan.

Hal ini didukung dengan beberapa penelitian yang juga menemukan bahwa bayi yang terlalu banyak menghabiskan waktu di perlengkapan pembawanya, memperlihatkan keterlambatan kemampuan motorik yang seharusnya sudah dapat dilakukan bayi saat usia satu tahun.

“Saya sarankan, bayi tidak berada lebih dari dua sampai tiga jam sehari ditempatkan pada perlengkapan pembawa berbahan plastik keras. Lebih sedikit lebih baik. Bouncer bahannya lebih lembut, tapi tetap saya rekomendasikan penggunaannya tidak lebih dari 30 menit sehari,” tambah Anne Zachry, seperti dikutip dari usatoday.com.

Baca Juga: Serba-Serbi Mencegah Kepala Bayi Menjadi Peyang

Alternatif Penggunaan

Bayi Terlalu Banyak Di Stroller, Waspadai Container Baby Syndrome 03.jpg

Foto: todaysparent.com

Perlengkapan duduk bayi seringkali juga disertai dengan klaim dapat membantu perkembangan bayi.

“Alasan mengapa beberapa dari perlengkapan ini sangat populer adalah nomor satu, pemasarannya. Mereka dipasarkan sebagai hal yang baik untuk perkembangan bayi. Tapi dalam kenyataannya, ini lebih mengenai kenyamanan orang tua,” ungkap terapis fisik pediatrik, Wendi McKenna, seperti dikutip dari newmommymedia.com.

Pada beberapa kesempatan, penggunaan perlengkapan ini tidak masalah, karena terkadang Moms juga perlu istirahat.

Namun harus tetap bijaksana dalam durasi penggunaannya atau mempertimbangkan alternatif lain ketika akan mendudukkan bayi.

Dikutip dari newmommymedia.com, salah satu alternatif yang dapat Moms coba adalah babywearing, baik dalam bentuk sling, wrap atau carrier.

Penggunaan ini lebih memudahkan interaksi bayi dengan orang lain, terutama Moms dan Moms juga lebih mudah melihat kondisi bayi.

Menyediakan play yard untuk bayi juga lebih menyenangkan dan aman untuk bayi. Moms cukup meletakkan bayi di box bayi yang dikeliling dengan pagar kecil berisi beberapa mainan.

Hal ini akan memberinya ruang untuk bergerak bebas dan mengurangi risiko container baby syndrome.

Alternatif lain dan paling penting adalah menyediakan waktu tummy time untuk bayi.

Karena bayi tetap akan ditidurkan dalam perlengkapan pembawanya di satu waktu, maka penting untuk membuat bayi berada pada posisi sebaliknya (perut menumpu tubuhnya) sehingga memberi kesempatan pada bayi untuk meraih barang dan meregangkan tubuhnya.

Baca Juga: Tidak Selalu Demam, Ini 5 Penyebab Kepala dan Tubuh Bayi Terasa Panas

(GS)

Artikel Terkait