3-12 BULAN
9 Oktober 2020

Bayi tidur tengkurap, Ini Hukumnya Menurut Islam

Ada alasan mengapa bayi tidur tengkurap menurut Islam tidak dianjurkan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Zarah Amala
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Siapa di antara Moms yang suka tidur tengkurap? Selain terasa nyaman, sebagian orang mungkin akan tidur nyenyak saat tengkurap. Meskipun nikmat, ternyata ada perintah dalam agama Islam agar kita menghindari posisi tidur tersebut.

Lantas, bagaimana bila bayi tidur tengkurap menurut Islam?

Islam Melarang Tidur Tengkurap

bayi tengkurap menurut islam

Foto: Shutterstock

Islam mengatur segala aspek kehidupan dengan cermat, termasuk mengenai kebiasaan tidur. Dari banyaknya posisi tidur, posisi tidur yang tidak disarankan dalam Islam adalah tidur tengkurap.

Rasulullah SAW melarang umatnya untuk tidur tengkurap karena itu adalah posisi tidur yang tidak disukai Allah SWT. Larangan ini muncul dari kisah Ya'isy bin Thikhfah Al-Ghifari.

Baca Juga: Jangan Biasakan Bayi Tidur Tengkurap, Ini Alasannya!

Dalam satu kesempatan dia bercerita.

"Bapakku menceritakan kepadaku bahwa ketika aku tidur di masjid, di atas perutku (tengkurap),, tiba-tiba ada seseorang yang menggerakkan kakiku dan berkata, 'Sesungguhnya tidur yang seperti ini dimurkai Allah.' Bapakku berkata, "Setelah aku melihatnya ternyata Beliau adalah Rasulullah SAW'."

Larangan ini juga diungkapkan oleh Imam Tirmidzi, yang membawakan hadits dari Abu Hurairah. Saat Rasulullah SAW melihat seorang muslim tidur tengkurap, Nabi bekata, "Ini adalah cara tidur yang tidak disukai oleh Allah".

Karena itu, sebagai seorang muslim sebaiknya kita membiasakan diri untuk tidak tidur tengkurap.

Bahaya Tidur Tengkurap bagi Kesehatan

bayi tengkurap menurut islam

Foto: Shutterstock

Dari sisi kesehatan, tidur tengkurap juga tidak disarankan, sebab ada beberapa risiko bila sering melakukannya. Seperti yang dikatakan oleh ulama sekaligus pakar kedokteran, Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah berkata,

"Terlalu sering tidrdengan sisi kiri membahayakan bagi jantung karena kecenderungan anggota (organ dalam) ke kiri, maka bisa menekannya. Dan cara tidur yang kurang baik juga adalah terlentang. Tetapi tidak mengapa jika sekedar untuk beristirahat tanpa tidur. Dan yang kurang baik juga adalah cara tidak berbaring dengan mukanya (tengkurap)."

Banyak penelitian membuktikan bahwa tidur tengurap berbahaya untuk kesehatan. Apalagi bila dilakukan dalam durasi yang lama dan sering. Dikatakan, tidur tengkurap bisa membuat otot dada atau otot pernapasan tidak mengembang secara optimal saat bernapas.

Tidur tengkurap juga dapat menekan organ dalam, terutama organ pernapasan. Dikhawatirkan organ pernapasan akan sulit membawa oksigen ke dalam tubuh, yang mengakibatkan sesak napas.

Baca Juga: Bayi Tidur Tengkurap jadi Penyebab SIDS?

Bayi Tidur Tengkurap Menurut Islam

bayi tengkurap menurut islam

Foto: Shutterstock

Sama halnya dengan orang dewasa, menurut Islam bayi tidur tengkurap juga harus dihindari. Bahkan dari sisi kesehatan, bayi lebih berisiko bila dibiarkan tidur dengan posisi tengkurap.

Mengutip dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Natharina Yolanda mengatakan ada banyak risiko kesehatan yang bisa terjadi bila bayi tidur tengkurap. Alasannya tidur tengkurap pada bayi diketahui berkaitan dengan sudden infant death syndrome (SIDS) atau kematian mendadak pada bayi.

Selain SIDS, kematian bayi yang berkaitan dengan tidur (sleep-related infant deaths) bisa disebabkan oleh kejadian terbekap, terperangkap, indeksi, penyakit metabolik, gangguan irama jantung dan trauma.

Jelas saja, bayi yang waktunya lebih banyak untuk tidur, belum bisa mengangkat kepala atau berbalik posisi. Jadi, bayi belum bisa mengontrol tubuhnya ketika sesak saat tidur tengkurap.

Baca Juga: Kapan Bayi Boleh Tidur Tengkurap? Simak Ulasannya di Sini

Karena itu, disarankan bayi diposisikan tidur terlentang sampai ia berusia 1 tahun. Tidur menyamping atau tengkurap tidak aman dan tidak dianjurkan.

Jadi, membiasakan bayi tidur tengkurap tidak hanya menjalankan syariat Islam seperti yang dijelaskan di atas, melainkan untuk menghindari risiko kesehatan yang mungkin terjadi.

Artikel Terkait