BAYI
1 April 2020

Jangan Biasakan Bayi Tidur Tengkurap, Ini Alasannya!

Ini yang bisa Moms lakukan saat bayi tidur tengkurap
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Saat bayi sudah tidur, Moms biasanya akan memindahkannya ke kasurnya agar membuat Si Kecil nyaman. Tapi terkadang, Moms juga merasa kasihan sebelum memindahkannya. Apalagi saat Si Kecil sudah terlihat tertidur dengan lelap.

Namun, saat Moms melihat bayi tidur tengkurap, akan lebih baik untuk memindahkannya dan segera memperbaiki posisinya menjadi terlentang.

Mengapa? Apakah berbahaya membiarkan posisi bayi tidur tengkurap? Sejak kapan bayi diperbolehkan tidur tengkurap?

Baca Juga: Bayi Tidur Tengkurap jadi Penyebab SIDS?

Bayi Tidur Tengkurap

Kapan Bayi Boleh Tidur Tertelungkup -1.jpg

Foto: Agirl namedpj.com

Sangat penting untuk menidurkan bayi dalam posisi terlentang hingga berusia satu tahun. Begitu bayi mulai terbiasa tummy time, berguling dan tidur dalam posisi minggir, biasanya Si Kecil juga secara tidak sengaja akan terlihat dalam posisi tengkurap saat tidur.

Jika bayi sudah bisa berguling yang biasanya sudah bisa dilakukan saat usianya 4 hingga 6 bulan, Moms bisa membiarkan bayi tidur tengkurap sebentar.

Hal ini karena risiko SIDS sudah berkurang pada usia tersebut. Namun tetap saja, akan lebih baik untuk tidak terlalu lama membiarkan bayi tidur tengkurap.

"Ini membutuhkan kontrol kepala dan leher yang baik," jelas Deborah Campbell, MD, FAAP, kepala divisi neonatologi di Rumah Sakit Anak-Anak di Montefiore di Bronx, New York.

Bayi Lebih Suka Tidur Tengkurap

Kapan Bayi Boleh Tidur Tertelungkup -2.jpg

Foto: Storng-beginnings.com

Biasanya, bayi terlihat nyaman saat tidur tengkurap karena merasa lebih aman. Bayi yang dengan mudah membalikkan posisi tidurnya dari tengkurap menjadi terlentang karena Si Kecil telah memiliki kekuatan untuk berpindah posisi, juga telah cukup matang untuk merasakan masalah ketika sedang tidur.

Ini yang membuat bayi lebih mampu melindungi diri sendiri jika merasa sesak.

“Jika bayi berusia sekitar 6 bulan dan memiliki kontrol kepala dan badan yang baik yang mungkin bisa dilakukan jika bayi sering berguling-guling, maka tidak perlu membalikkan posisi tidur bayi," kata dia.

Tetapi yang penting, biasakan bayi untuk tidur terlentang lebih awal. Dengan begitu, Si Kecil akan terbiasa dan merasa nyaman dalam posisi terlentang dibandingkan dengan tengkurap.

Baca Juga: Kapan Bayi Boleh Tidur Tengkurap? Simak Ulasannya di Sini

Posisi Tidur Terbaik untuk Bayi

Kapan Bayi Boleh Tidur Tertelungkup -3.jpg

Foto: Babyology.com

Posisi tidur terbaik untuk bayi adalah telentang. Ini juga direkomendasikan oleh American Academy of Pediatrics (AAP) yang harus dilakukan sampai bayi berusia satu tahun.

Posisi tidur telentang akan meningkatkan aliran udara. “Beberapa orang tua khawatir posisi tidur ini akan meningkatkan risiko tersedak, padahal sebenarnya tidak,” kata Deborah.

Anatomi saluran napas bayi dan refleks muntah akan mencegah bayi tersedak saat tidur. “Bahkan bayi dengan gastroesophageal reflux (GERD) harus tidur terlentang. Ini berlaku untuk tidur siang dan malam dan harus konsisten dilakukan,” tambahnya.

Sebelumnya, pada tahun 1994 National Institutes of Health meluncurkan kampanye ‘Back-to-Sleep’ yang sekarang lebih dikenal dengan ‘Safe Sleep’ atau tidur aman.

Kampanye ini mengajak orang tua untuk menidurkan bayi dalam posisi terlentang. Hasilnya, setelah kampanye tersebut meluas, jumlah bayi terkena SIDS menurun dalam waktu enam tahun sebesar 50 persen.

Bayi Sering Tidur Tengkurap

Kapan Bayi Boleh Tidur Tertelungkup -4.jpg

Foto: Katiedidwhat.com

Memang tidak semua bayi dapat segera membalikkan badannya saat terguling pada waktu tidur. Moms bisa melakukan beberapa cara ini agar membuat bayi tetap aman sepanjang malam seperti rekomendasi American Academy of Pediatrics (AAP):

  • Sering melakukan tummy time, karena Si Kecil akan berlatih kekuatan tubuh yang akan membantunya untuk berguling dan menopang kepala sendiri. Tetap awasi saat bayi melakukannya,
  • Pindahkan barang-barang seperti mainan, bantal, guling tali, bahkan selimut dari tempat tidur bayi atau dari dekat Si Kecil tidur. Ini untuk menghindari risiko SIDS pada bayi,
  • Gunakan kasur yang kokoh dan telah memenuhi standar keamanan,
  • Jika bayi sudah bisa berguling, tidak usah lagi membedongnya.

Baca Juga: Bolehkah Bayi Tidur dengan Posisi Tengkurap?

Posisi bayi tidur tengkurap memang nyaman. Namun pastikan Moms membalikannya ke posisi terbaik untuk bayi saat tidur.

Artikel Terkait