PROGRAM HAMIL
8 Juli 2019

Beda Bahan-Bahan KB IUD, Bagaimana Efeknya pada Tubuh?

Beda bahan, beda juga efeknya pada tubuh
Artikel ditulis oleh Carla Octama
Disunting oleh Carla Octama

Moms berencana memasang alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan? IUD (Intrauterine Device) atau yang dikenal sebagai KB spiral mungkin akan jadi salah satu pertimbangan Moms. Nah, sebaiknya Mom mengenal dulu apa itu KB IUD.

KB IUD umumnya berbahan dasar plastik dan bentuknya menyerupai huruf T. Pemasangan KB IUD dilakukan di dalam rahim. Proses pemasangan spiral berlangsung sekitar 15-20 menit. Pada alat ini terdapat tali yang menggantung dari leher rahim ke arah vagina.

Tahukah Moms ada dua jenis KB IUD yang dibedakan berdasarkan bahan-bahannya? Apa saja? Cari tahu yuk!

Baca Juga : 5 Cara Mengontrol Kehamilan dengan KB Alami

IUD Hormonal

Iud-Hero.jpg

Saat ditempatkan di rahim, IUD hormonal akan mengeluarkan hormon progestin untuk menghentikan sperma bergerak mencapai telur. Cara kerjanya sama dengan cara kerja pil KB hormonal. IUD hormonal juga dapat mencegah ovulasi atau pelepasan telur dari ovarium.

Hormon yang dilepaskan IUD jenis ini akan membuat mucus, lendir serviks, menebal untuk menghalangi sperma berenang ke sel telur dan membuat dinding rahim menipis untuk mencegah telur yang sudah dibuahi menempel.

Untuk mencegah kehamilan, IUD hormonal juga akan mengurangi menstruasi dan kram saat menstruasi. Pada 3-6 bulan pertama penggunaan IUD hormonal, siklus menstruasi akan tidak teratur.

Dengan keunggulan itu, IUD hormonal bukan tanpa efek samping. Ada beberapa efek samping yang harus Moms pahami. IUD hormonal menimbulkan rasa sakit pada payudara, payudara menjadi lebih lembut, sakit kepala, mual, perubahan mood, pertambahan berat badan, dan munculnya jerawat.

IUD jenis ini bisanya memiliki waktu pakah hingga 5 tahun.

Baca Juga: Jangan Sepelekan Waktu Kedaluarsa Alat KB IUD, Fatal Akibatnya pada Organ Reproduksi

IUD Tembaga

kontrasepsi iud, kenali kelebihan dan kekurangannya 1

IUD tembaga punya jangka penggunaan yang lebih panjang, hingga 10 tahun. Tembaga yang melapisi IUD akan menghasilkan respons inflamasi di rahim untuk membunuh sperma. Dengan begitu sperma tidak bertemu dengan sel telur dan terjadi pembuahan. Dengan cara ini, pembuahan bisa dihindari.

IUD tembaga ini juga bisa digunakan sebagai KB darurat setelah melakukan hubungan seks tanpa pelindung. Jika Moms memakai IUD tembaga dalam waktu lima hari setelah melakukan seks tanpa pelindung, KB ini hampir 100 persen mencegah terjadinya kehamilan.

Dengan menggunakan IUD jenis ini, Moms akan mengalami menstruasi yang lebih panjang dan banyak. Moms juga akan lebih sering mengalami kram saat menstruasi. Kondisi akan jadi lebih ringan setelah beberapa bulan menggunakan IUD.

Efek samping lain yang mungkin dialami Moms saat menggunakan IUD tembaga adalah anemia, sakit punggung, flek, keputihan, dan rasa nyeri saat berhubungan seks.

Baca Juga: Bagaimana Cara KB Alami dengan Menghitung Masa Tidak Subur?

Itulah dua jenis KB IUD yang beredar di pasaran yang bisa Moms pilih jika sudah memutuskan untuk menggunakan IUD.

(AND)

Artikel Terkait