KEHAMILAN
18 Mei 2020

Program Hamil Dengan IVM, Apa Bedanya Dengan IVF?

Ternyata seperti ini, Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Reksita
Disunting oleh Dina Vionetta

Bagi banyak pasangan yang berhadapan dengan masalah kesuburan, program bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) sering kali menjadi solusi terakhir yang dilakukan untuk bisa hamil.

Namun, tahukah bahwa ada pilihan program hamil lainnya yang disebut dengan IVM?

Yuk, simak apa dan seperti apa promil dengan IVM dalam penjelasan di bawah ini.

Baca Juga: 7 Potret Perjalanan IVF Adiezty Fersa dan Gilang Dirga, Semoga Lancar!

Apa Itu In Vitro Maturation (IVM)?

Promil Dengan IVM, Apa Bedanya Dengan IVF? 1

Foto: pixabay.com

Mengutip American Pregnancy Association, sama halnya seperti IVF, IVM adalah teknologi reproduksi berbantu (ART) yang bisa menjadi pilihan ketika Moms mengalami sulit hamil dan tidak dapat menjalani IVF karena beberapa kondisi tertentu.

Proses pengumpulan sel telur dalam prosedur IVM dilakukan sejak telur belum matang dengan menggunakan suntikan hormon. Telur-telur yang belum matang tersebut kemudian akan diambil dari calon Moms yang menjalani IVM melalui prosedur bedah kecil.

Selanjutnya, telur yang belum matang tersebut akan menjalani proses pematangan dalam media kultur khusus. Setelah sel telur menyelesaikan proses pematangannya di laboratorium, proses pembuahan akan dilakukan, dan embrio yang telah berkembang dipindahkan ke dalam rahim, seperti halnya dalam prosedur IVF.

Baca Juga: Mengetahui Kapan Waktu yang Tepat untuk Program Hamil?

Apa Bedanya Dengan IVF?

Promil Dengan IVM, Apa Bedanya Dengan IVF? 2

Foto: pixabay.com

Pada dasarnya, promil dengan IVM hampir mirip dengan IVF. Bedanya, pada IVM sel telur diambil sejak belum matang, bukan setelah matang. Meskipun demikian, tingkat keberhasilan keduanya dapat dikatakan hampir sama.

“Keunggulan IVM yang paling penting dibandingkan dengan IVF adalah berkurangnya keharusan bagi seorang wanita untuk mengonsumsi banyak hormon. Sehingga mengurangi risiko stimulasi berlebih. Ini membuat IVM menjadi pilihan yang lebih baik bagi wanita dengan masalah hormonal tertentu atau kondisi medis lainnya,” kata Profesor Roger Hart, Spesialis Kesuburan dan Dokter Spesialis Kandungan di Fertility Specialists of Western Australia.

Baca Juga: Ini Dia 4 Kelebihan Bayi Tabung Dibandingkan dengan Program Hamil Lainnya

Siapa Saja Yang Dianjurkan Untuk Melakukan IVM?

Promil Dengan IVM, Apa Bedanya Dengan IVF? 3

Foto: pixabay.com

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal PLOS One menemukan bahwa promil dengan IVM terbukti lebih bermanfaat bagi wanita dengan PCOS, dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki masalah hormonal. Mengapa demikian?

Wanita dengan PCOS sering kali lebih sensitif terhadap perawatan yang melibatkan hormon. Sementara prosedur IVM dapat dilakukan dalam jangka waktu singkat dan tidak banyak melibatkan obat-obatan hormonal yang dapat menyebabkan efek samping seperti OHSS (Ovarian Hyperstimulation Syndrome).

Oleh karena itu, IVM menjadi promil yang lebih bermanfaat bagi wanita dengan PCOS.

Selain itu, karena IVM menggunakan stimulasi ovarium dengan dosis yang lebih rendah, Fertility Belgium menyebut bahwa prosedur ini juga cocok untuk wanita muda yang didiagnosis menderita kanker.

Hal tersebut dikarenakan stimulasi hormon seperti yang digunakan pada kebanyakan program hamil bukan hanya merangsang ovarium, tetapi juga sel kanker.

Meskipun begitu, sama halnya seperti semua jenis perawatan reproduksi berbantuan, tidak ada jaminan bahwa prosedur ini akan 100% membantu Moms untuk cepat hamil. Ada berbagai faktor yang turut menentukan tingkat keberhasilannya.

Konsultasikan dengan dokter untuk menentukan program yang paling sesuai untuk Moms. Baik itu promil dengan IVM, IVF, ataupun teknologi reproduksi berbantuan lainnya.

Baca Juga: 9 Pertanyaan yang Wajib Ditanyakan Ke Dokter Kandungan Saat Program Hamil

Artikel Terkait