KESEHATAN
18 September 2019

Bedakan Sesak Napas dan Napas Pendek, Simak Penjelasan Berikut Ini

Moms harus tahu bedanya napas pendek dan sesak napas
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Dina Vionetta

Moms pernah merasa seolah-olah tidak bisa bernapas atau sulit untuk bernapas? Bisa jadi Moms mengalami yang namanya sesak napas.

Dilansir dari Webmd.com, setiap tahun, sekita 25% hingga 50% orang di AS menemui dokter karena sesak napas. Biasanya dikenali dengan perasaan tidak nyaman yang kita rasakan ketika tidak bisa mendapatkan cukup udara.

Baca Juga: Begini Cara Menghadapi Ibu Hamil yang Sesak Napas

Ini sebenarnya adalah gejala umum yang tidak berbahaya, bisa jadi karena kita telah melakukan suatu pekerjaan berat, sehingga kekurangan oksigen. Namun bisa juga menjadi masalah kesehatan lainnya.

Untuk mengetahui apakah sesak napas yang kita rasakan normal atau tidak, yuk kita cari tahu di bawah ini.

Sesak Napas atau Pernapasan Pendek

sesak napas, napas pendek

Foto: pennmedicine.org

Sesak napas atau istilah medisnya dispnea adalah suatu kondisi di mana kita mengalami kesulitan bernapas saat beristirahat atau melakukan tugas sehari-hari yang terlalu berat. Sedangkan napas pendek biasanya dikaitkan dengan gejala kelelahan dan kecemasan, serta kemungkinan batuk dan / atau nyeri dada.

"Sesak napas bisa tiba-tiba, atau bisa muncul perlahan-lahan seiring berjalannya waktu," kata Dr. Sandeep Gupta, Pulmonolog di UnityPoint Health.

Baca Juga: Kenapa Tiba-Tiba Bayi Sesak Napas Saat Menyusu?

Dokter Gupta menambahkan bahwa sesak napas yang terjadi tiba-tiba dapat disebabkan oleh infeksi sekunder pada paru-paru yang berhubungan dengan penyakit paru-paru. Biasanya terjadi pada perokok berat yang lama-kelamaan mengidap penyakit paru-paru.

Sedangkan napas pendek adalah hal yang berbeda dari sesak napas. Napas pendek bukan dyspnea, jika orang tersebut merasa nyaman melakukan tugas sehari-harinya.

“Secara teknis, napas pendek berarti menghirup dan menghembuskan napas lebih pendek dari pernapasan normal tetapi dengan irama yang sama. Sedangkan sesak napas inhalasi biasanya jauh lebih pendek dari pada pernafasan,” kata Dr. Sandeep Gupta.

Napas pendek dapat menjadi sesak napas ketika tugas-tugas normal tidak lagi mungkin atau jika perasaan cemas mulai terjadi.

Kapan Harus Menemui Dokter?

sesak napas, napas pendek

Foto: aarp.org

Dilansir dari Webmd.com, Jika sesak napas sudah membuat kita tidak lagi bisa melakukan aktivitas sehari-hari, hal ini sudah menjadi alasan yang cukup untuk menemui dokter dan berkonsultasi.

Baca Juga: Awas, Sesak Napas Saat Berbaring Bisa Jadi Pertanda Penyakit Jantung

Selain itu, perhatikan juga beberapa tanda di bawah ini, yang bisa menjadi petunjuk gejala awal sesak napas.

  • Sesak napas saat kita sedang beristirahat atau berbaring.
  • Menderita demam, tubuh menggigil, dan berkeringat di malam hari.
  • Detak jantung yang berdebar keras dan cepat.
  • Terdengar seperti bunyi saat kita bernapas.

Jika sudah menunjukan gejala-gejala di atas secara jelas, segera hubugi dokter untuk berkonsultasi.

(AWD)

Artikel Terkait