3-12 BULAN
25 September 2019

Begini Cara Meningkatkan Kemampuan Saraf Sensorik Bayi Moms Sesuai Umurnya

Inilah beberapa saran untuk membantu meningkatkan kemampuan saraf sensorik anak Anda.
Artikel ditulis oleh Heni
Disunting oleh Heni

Secara tidak langsung, kemampuan sensorik dan motorik akan membantu perkembangan kognitif anak termasuk dalam hal berkomunikasi dan bersosialisasi. Yuk, simak cara meningkatkan kemampuan saraf sensorik anak tercinta Moms sesuai umurnya.

Bayi 0-6 bulan

Begini Cara Meningkatkan Kemampuan Saraf Sensorik Anak Anda 02 freepik com.jpg

Foto: freepik.com

Saat Dalam Pelukan

Gerakan yang Anda lakukan saat menggendong bayi membantunya mengembangkan kontrol kepala.

“Coba tempatkan bayi di posisi yang memungkinkan kepalanya lebih banyak bergerak. Dengan cara ini, reseptor indra keseimbangan dan reseptor sensorik posisi tubuh mendapatkan latihan, yang membantu bayi Anda mengembangkan gerakan efisien yang menyeluruh,” kata Vittorio Gallo, PhD, Direktur Pusat Penelitian Neuroscience di Children's National Health System.

Pijatan yang Dalam

Lakukan pijatan panjang dengan sedikit tekanan pada bayi Anda agar relaks. Pijat-urut seperti ini berguna untuk mengembalikan keseimbangan sistem saraf sehingga indranya mampu berfungsi sebaik mungkin. Perhatikan responnya untuk mengetahui apakah bayi senang dengan sentuhan ini. “Sesuaikan pijatan dengan kebutuhannya. Kalau ia tidak suka bajunya dilepas, pijatlah tanpa melepas pakaiannya. Mungkin ia mudah kedinginan,” ucap Dr. Gallo.

Baca juga: Manfaat Pijat Bayi Baru Lahir dan Waktu yang Tepat untuk Melakukannya

Bayi di Atas 6 Bulan

Begini Cara Meningkatkan Kemampuan Saraf Sensorik Anak Anda A 03 freepik com.jpg

Foto: freepik.com

Fokus di Mulut

Anak-anak yang sensitif terhadap sentuhan di mulut, sering mengalami kesulitan makan. Penyebabnya, saraf mereka tidak bisa menolerir sensasi makanan di mulut.

“Dorong bayi Anda untuk bereksplorasi dengan membiarkannya mengisap jari Anda yang bersih, atau bermain dengan makanan dengan cara yang kreatif,” kata Dr. Gallo.

Waktu Mandi

Sensasi air saat mandi membantu perkembangan sensorik. Membiasakan mandi sebelum tidur, dapat menenangkan dan melelapkan tidurnya.

Pijat bayi Anda sebelum menanggalkan pakaian. Bicaralah dengannya saat Anda membuka bajunya, dan memastikan Anda memegangnya aman, saat dia mandi.

Biarkan kepalanya bersandar di lengan, saat tangan Anda berada di bawah lengannya. Lebih baik lagi, Anda ikut mandi bersamanya. Untuk memaksimalkan rasa aman dan membiasakannya bersantai di kamar mandi.

“Selain itu, siapkan mainan yang menyenangkan, agar bayi Anda dapat meningkatkan durasi toleransi terhadap input sensorik melalui mainan tersebut,” kata Dr. Gallo.

Baca juga: Aneka Kegiatan untuk Melatih Saraf Motorik Bayi

Balita

Begini Cara Meningkatkan Kemampuan Saraf Sensorik Anak Anda A 04.jpg

Foto: freepik.com

Saat balita Anda diundang ke sebuah pesta, pastikan beberapa hal di bawah ini:

Jangan Langsung Menyuruhnya Bermain

Seorang anak perlu untuk beradaptasi. Membiarkannya langsung bermain di lingkungan baru bisa membuatnya cemas, dan takut untuk bermain disituasi yang sama.

Kadang, bertemu dengan badut membuat kumpulan anak antusias. Namun, ada beberapa anak sulit memodulasi sensoriknya. Banyaknya anak yang berteriak dan melompat-lompat bisa mengganggu untuk sebagian anak.

Di kondisi ini, coba temani anak Anda. Jangan memaksanya terus bermain. Pelan-pelan, kenalkan dia dengan situasi seperti ini. Dukung terus, dan jangan terlalu melindunginya. Ini akan baik untuk perkembangan sensoriknya.

Pastikan Dia Merasa Aman

Ajak anak Anda ke area bermain. Katakan padanya, dia bisa memilih permainan apa saja yang disukai. Dengan begitu dia akan merasa yakin untuk mulai bermain, dan memperluas pengalaman inderanya lebih lanjut.

Saat dia menjadi lebih nyaman, barulah Anda menjauh sedikit demi sedikit. Sehingga ia bisa belajar untuk mengembangkan kemampuannya sendiri.

Jangan Terlalu Cemas

Kadang kita sering menunjukkan rasa cemas saat anak bermain. Hal ini membuat anak jadi tidak percaya diri dan merasa harus mengonfirmasi semua hal yang akan ia lakukan. Jelas, itu tidak perlu dan tidak baik untuknya. Lebih efektif, terangkan kepada anak kegiatan apa saja yang boleh ia lakukan sendiri, serta kegiatan apa yang boleh dilakukan tetapi dengan pengawasan orang dewasa atau dengan seizin kita.

Baca juga: Panduan Singkat Etiket Pesta Ulang Tahun Untuk Balita

(HEN/DIN)

Artikel Terkait