PROGRAM HAMIL
6 Januari 2020

Begini 7 Proses Bayi Tabung untuk Program Hamil

Bagaimana proses pembuatan bayi tabung? SImak artikel ini untuk tahu jawabnya!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Ryo
Disunting oleh Ryo

Tengok proses bayi tabung di sini, yuk, Moms.

Bayi tabung adalah proses pembuahan sel telur dan sperma di luar tubuh ibu. Istilah kedokterannya in vitro fertilization. Diambil dari bahasa latin in vitro yang berarti “dalam gelas atau tabung”.

Dikutip dari jurnal Therapeutics and Clinical Risk Managements, alam proses membuat bayi tabung, sel telur matang diambil dari indung telur ibu. Dibuahi dengan sperma dalam medium cairan. Setelah berhasil, embrio kecil hasil biakan, dimasukkan ke rahim dengan harapan berkembang menjadi bayi.

Berikut tahapan dalam proses Bayi tabung.

Baca Juga: Keberhasilan Program Bayi Tabung Berdasarkan Usia

Proses Bayi Tabung

1. Seleksi Pasien

selection.jpg

Foto: newbusinessinsight.com

Untuk mengikuti program ini, yang pertama dilakukan adalah seleksi pasien. Apakah Moms dan Dads dianggap layak mengikuti program bayi tabung?

Yang dilihat ada banyak hal. Mulai dari kelayakan fisik (ya, ini melibatkan banyak pemeriksaan) maupun mental. Jika dianggap layak, baru bisa masuk dan mengikuti program bayi tabung.

2. Stimulasi

Proses dimulai dengan merangsang indung telur untuk memastikan banyaknya sel telur. Secara alami, sel telur hanya satu. Namun, untuk proses bayi tabung, diperlukan lebih dari satu sel telur untuk memperoleh embrio.

Stimulasi ovarium dilakukan dengan menyuntikkan obat kesuburan pada tubuh Moms. Oh iya, obatnya disuntikkan sendiri ke badan kita. Berapa banyak suntikan dan berapa lama akan tergantung dari aturan pengobatan dari dokter.

Biasanya, Moms akan diminta untuk menyuntikkan 1-4 obat setiap hari selama seminggu sampai sepuluh hari.

Baca Juga: Kenapa Program Bayi Tabung Tak Selalu Berhasil?

3. Pemantauan Pertumbuhan Folikel (Cairan Berisi Sel Telur Di Indung Telur)

Wajib Tahu, Ini Usia Ideal untuk Membekukan Sel Telur 02.jpg

"Selama stimulasi ovarium ini, dokter akan memantau pertumbuhan dan perkembangan folikel dengan cara melakukan tes darah dan USG setiap beberapa hari," kata Dr Masayuki Shimada, pakar IVF dari Hiroshima University,

Pemantauan sangat penting dilakukan untuk menentukan seberapa banyak dosis obat yang dikonsumsi, apakah perlu ditingkatkan atau malah diturunkan. Jika folikel Moms sudah besar kira-kira berukuran 16-18 mm, mungkin perlu dipantau setiap hari.

4. Mematangkan Sel Telur

Langkah ini dilakukan dengan menyuntikkan hormon agar siap ‘dipanen.’ Suntikannya cuma satu kali dan harus dilakukan pada waktu yang tepat. Mengapa? Jika terlalu cepat dilakukan, maka telur bisa tidak cukup matang.

Sedangkan, jika suntikan dilakukan terlalu lama, telur akan terlalu tua dan tidak bisa berbuah dengan baik. Untuk melihat kapan waktu yang tepat dalam melakukan suntikan, diperlukan USG lagi.

5. Pengambilan Sel Telur

Pengambilan telur dilakukan sekitar 34-36 jam setelah suntikan hCG. Proses ini akan melibatkan anestesi. USG transvaginal dilakukan untuk memandu dokter dalam pengambilan telur. Pengambilan telur dilakukan menggunakan jarum yang akan menghisap folikel dalam ovarium Moms.

"Terdapat satu oosit (telur) tiap satu folikel yang diambil dari ovarium Anda. Jumlah folikel yang diambil bisa berbeda-beda antar individu. Oosit ini kemudian akan dibawa ke laboratorium embriologi untuk dilakukan pembuahan," jelas Dr Shimada.

6. Pengambilan Sperma

3d-image-of-sperm-cells.jpg

Foto: medicalnewstoday.com

Proses ini dilakukan pada hari yang sama. Jika suami tidak ada masalah, pengambilan dilakukan lewat masturbasi. Jika bermasalah, pengambilan sperma langsung dari buah zakar melalu operasi.

Baca Juga: Kebiasaan Minum Alkohol Turunkan Kualitas Sperma!

7. Pemindahan Telur yang Sudah Dibuahi (Embrio) ke Dalam Rahim

Setelah telur dibuahi, telur akan disimpan selama 3-5 hari di tempat khusus sebelum dipindahkan ke rahim. Pemindahan telur yang sudah dibuahi (embrio) biasanya dilakukan pada hari kelima setelah pembuahan, saat embrio sudah berada di fase blastosit.

Embrio pada fase blastosit sudah mampu menempel dengan baik pada rahim wanita.

"Saat pemindahan embrio, tabung tipis atau kateter yang berisi cairan embrio akan dimasukkan ke dalam serviks. Jumlah embrio yang dipindahkan tergantung pada kualitas embrio, biasanya hanya 2-5 embrio yang dipindahkan. Setelah prosedur ini, Anda akan diminta untuk tetap berbaring selama beberapa jam," Dr Shimada menerangkan.

Nah, begitulah proses bayi tabung yang bisa Moms pahami sebelum mencobanya.

Artikel Terkait