KESEHATAN
16 September 2019

Begini Tahapan Cacar Air Menurut Fase Perkembangan Virusnya di Tubuh

Mau tahu, bagaimana cacar air menyerang? Ini Tahapannya.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Heni
Disunting oleh Heni

Cacar air adalah infeksi yang sangat menular. Yang disebabkan oleh virus Varicella-zoster (VZV). Ini ditandai dengan munculnya lenting berisi cairan atau lepuh pada wajah, leher dan badan, dan kemudian dengan cepat menyebar ke seluruh tubuh.

Meskipun banyak yang dapat dengan mudah mengidentifikasi (atau mencurigai) kehadirannya, di sini kami tampilkan tahapan-tahapan serangan cacar air. Dengan begitu kita bisa mengindentifikasi kapan cacar air yang kita atau si kecil derita tidak menular lagi.

Penularan Virus Cacar Air

Begini Tahapan Cacar Air 03 envato-photodune.net.jpg

Foto: envato-photodune.net

Meskipun ada vaksin yang dapat mencegah cacar air, tidak ada yang bisa menahan penyebaran virus Varicella-zoster dari orang ke orang. Cacar air sering dianggap sebagai penyakit anak-anak, tapi sebetulnya siapa pun yang belum pernah terinfeksi atau mendapat vaksinasi memiliki risiko tertular cacar air.

Virus cacar air terutama menyebar lewat sentuhan langsung atau tidak langsung dengan virus yang bersarang di lenting cacar air yang sudah terbuka. Virus ini juga menyebar di udara dari percikan air liur penderita ketika berbicara atau bernapas. Orang lain yang menghirupnya bisa mengalami penularan. Inilah mengapa cacar air dapat dengan cepat menular di sekolah atau tempat bermain anak.

Setelah terkena virus cacar air, gejalanya akan berkembang dalam 10 hingga 21 hari. Walaupun cacar air tidak mengancam jiwa, komplikasi serius terkadang dapat terjadi. Orang dewasa yang baru terinfeksi cacar air lebih mungkin mengalami penyakit dan komplikasi parah, termasuk pneumonia atau ensefalitis (radang otak). Jika diperlukan, obat antivirus dapat diresepkan untuk mengurangi keparahan dan lamanya penyakit.

Setelah infeksi VZV terjadi, virus akan tetap berada di tubuh selama sisa hidup kita. Pada tahun-tahun berikutnya, virus itu bisa tiba-tiba aktif kembali, menyebabkan herpes zoster.

Baca juga: Kenali Gejala dan Cara Mencegah Herpes Genital

Fase Prodromal

“Tanda pertama cacar air pada anak-anak dan orang dewasa adalah sakit kepala, mual, nyeri otot, dan malaise (perasaan tidak enak badan secara umum). Hidung berair dan batuk juga sering terjadi,” ucap Mary Anne Jackson, MD, Direktur Divisi Penyakit Menular di Children's Mercy Hospitals and Clinics di Kansas City, Missouri.

Fase prodromal infeksi dapat dimulai empat sampai enam hari setelah terpapar ketika virus berpindah dari tempat awal infeksi (saluran pernapasan dan/atau mata) ke kelenjar getah bening. Dari sana, virus akan menyebar ke aliran darah dan memicu gejala awal seperti flu. Ini disebut sebagai viremia primer.

Bahkan sebelum tanda-tanda luar penyakit muncul, sekresi hidung, air liur, dan bahkan tetesan air mata akan sangat menular kepada siapa saja yang berhubungan dengannya.

Viremia Sekunder (Stadium Blister)

Begini Tahapan Cacar Air 04 romper com.jpg

Foto: romper.com

Viremia sekunder, yang dikenal sebagai tahap lepuh, dimulai paling cepat 10 hari setelah paparan. Ini adalah tahap di mana virus akan menyerang lapisan kulit paling atas, yang dikenal sebagai epidermis, serta pembuluh darah kecil yang melintasi lapisan epidermis.

Infeksi ini akan memicu penumpukan cairan secara cepat tepat di bawah permukaan kulit dan pembentukan lepuh kecil berisi cairan yang dikenal sebagai vesikel. Orang sering menggambarkan lepuh sebagai "tetesan embun pada kelopak mawar" karena penampilannya yang cerah, simetris, dan hampir transparan.

Demam merupakan karakteristik dari viremia sekunder, biasanya ringan dan mudah diobati dengan Tylenol (acetaminophen/paracetamol).

Baca juga: Bolehkah Anak Mandi Saat Terkena Cacar Air?

Luka Mulut (Enathem)

Bahkan sebelum perkembangan vesikel kulit, mungkin ada wabah lepuh pada selaput lendir mulut (disebut sebagai enathem). Sementara mereka dipicu dengan cara yang sama seperti pada kulit, lesi oral sering terlihat seperti butiran kecil pasir putih yang dikelilingi oleh cincin merah.

“Enathem cacar air bisa sangat menyakitkan ketika meletus, membuat makan menjadi sulit. Mereka dapat diobati dengan analgesik oral topikal dan juga makanan yang lunak dengan makanan dingin (seperti es, milkshake, dan smoothie),” kata dr. Mary sambil mengingatkan untuk menghindari makanan pedas atau asam seperti tomat atau jeruk.

Ruam Tahap Awal

Begini Tahapan Cacar Air 02 fatherly.com.jpg

Foto: fatherly.com

Kecepatan berkembangnya cacar air bisa sangat mencengangkan. Ruam akan mulai sebagai titik-titik merah kecil di wajah, kulit kepala, dada, dan lengan serta kaki bagian atas. Setelah itu, lepuh akan menyebar dengan cepat, menutupi sebagian besar tubuh dalam waktu 10 hingga 12 jam.

Banyak vesikel akan mulai mengonsolidasi dengan cepat dan membentuk lepuh yang lebih besar dan berawan. Gatal pada tahap ini akan sering menjadi intens. Dalam beberapa kasus, antihistamin oral dapat diresepkan untuk mengurangi rasa gatal dan membantu tidur.

Distribusi Ruam

Cacar air dapat menyebar ke bagian-bagian tubuh yang biasanya tidak terpengaruh oleh infeksi, termasuk telapak tangan, sol, kulit kepala, kelopak mata, anus, dan alat kelamin.

Pilihan pengobatan terbatas dan tidak dianggap perlu dalam banyak kasus. Beberapa dokter mungkin meresepkan obat antivirus oral yang disebut Zovirax (asiklovir) untuk orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang dikompromikan (untuk mengurangi risiko komplikasi) dan ibu hamil (untuk menghindari kerusakan janin).

Pembentukan Pustula

Saat infeksi berlanjut, pertempuran kekebalan tubuh dapat menyebabkan pembentukan nanah di lenting. Nanah pada dasarnya terdiri atas sel darah putih dan kuman yang dikombinasikan dengan sisa-sisa jaringan dan cairan tubuh.

Lenting cacar air cepat atau lambat akan pecah karena gesekan dengan pakaian, handuk, tempat tidur, dan lainnya. Namun, sebisanya hindari gesekan untuk mengurangi risiko terbentuknya jaringan parut dan bopeng, selain untuk mengurangi penyebaran infeksi bahkan setelah lesi cacar air (vesikel) telah mengeras.

Strategi untuk mengurangi gatal meliputi:

  • Membalurkan losion kalamin atau bedak mentol di tempat yang gatal
  • Minum Benadryl (diphenhydramine yang mengandung antihistamin dan penenang)
  • Memotong kuku supaya kulit yang digaruk tak mudah terluka
  • Mengompres kulit dengan kain dingin dan lembap
  • Mengenakan sarung tangan atau kaus kaki lembut di tangan agar kuku tidak mencakar lepuh.
  • Mengenakan pakaian katun yang longgar
  • Menjaga kamar tidur tetap dingin
  • Mandi seperti biasa dengan menggunakan sabun lembut tanpa digosok
  • Kulit dikeringkan dengan menepuk-nepuknya menggunakan handuk

Umbilikasi dan Bekas Luka

Begini Tahapan Cacar Air 05 impetigo wikimedia.org.jpg

Foto: wikimedia.org

Setelah empat sampai lima hari, lepuh akan pecah dan mulai mengerut lalu mengering membentuk sedikit lekukan yang disebut umbilikasi. Risiko penularan penyakit akan berangsur-angsur berkurang dan penyembuhan akan dimulai.

Namun, kita harus tetap waspada karena luka terbuka atau ulserasi rentan terhadap infeksi. Paling sering infeksi ikutan ini disebabkan bakteri stafilokokus atau streptokokus. Infeksi sekunder seperti ini dapat menyebabkan:

  • Impetigo
  • Erysipelas
  • Selulitis

Meskipun jarang, infeksi sekunder kadang-kadang dapat menyebar ke aliran darah, menyebabkan kondisi yang berpotensi mengancam jiwa yang dikenal sebagai sepsis.

Infeksi kulit sekunder dapat diobati dengan antibiotik topikal, oral, atau disuntikkan, tergantung pada tingkat keparahannya. Selulitis mungkin memerlukan rawat inap berikut pemberian antibiotik dan cairan intravena.

Pasien dan yang merawatnya dapat mengurangi risiko infeksi sekunder dengan mencuci tangan secara teratur dengan sabun, memotong kuku, dan menghindari menyentuh lesi terbuka atau berkerak.

Baca juga: Resistensi Antibiotik, Risiko Jika Tidak Menghabiskan Obat Antibiotik

Artikel Terkait