PARENTING
15 Oktober 2019

Begini Tips Saya Traveling Bareng Anak dengan Nyaman dan Aman

Jika anak sedang cranky, sebaiknya tunda dulu untuk bepergian ya, Moms!
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Oleh Nelis Susetio (30 th), Ibu dari Rindang Pilang (11 bln), Member WAG Orami Mompreuneur (3)

Setelah memiliki anak, seringkali pemikiran saya sudah ribet terlebih dahulu ketika akan bepergian.

Kenapa? Bayangkan, selain barang bawaan yang harus dikemas jadi tambah banyak, menyusui di tengah perjalanan juga salah satu hal yang membuat saya mengernyitkan dahi.

Beberapa waktu lalu, ada kejadian ibu yang membawa anak dalam pesawat dan menangis tiada henti, kemudian menjadi viral karena ada penumpang yang merasa tidak nyaman dengan itu.

Moms, perlu diketahui bahwa bayi atau anak kecil tidak dapat diprediksi mood-nya, tetapi ada beberapa langkah yang harus diperhatikan, sebelum mengajak anak pergi.

Berikut tips saya agar membuat anak nyaman saat traveling, sehingga perjalanan pun menjadi tenang dan aman.

Baca Juga: Belajar Ikhlas saat Harus Meninggalkan Pekerjaan yang Dicintai Demi Merawat Anak

1. Pastikan Anak dalam Kondisi Sehat

pergi aman anak nyaman1.jpg

Foto: Orami/Nelis Susetio

Sebelum berangkat, saya biasanya memastikan keadaan anak sehat luar dan dalam.

Karena, kalau anak berbadan sehat tapi dalam keadaan cranky, bisa ambyaarrr Moms. Lebih baik kegiatan bepergian diundur sementara waktu, karena akan menyulitkan diri kita dan anak.

Anak yang sedang dalam keadaan cranky, akan susah diajak untuk berdamai. Sehingga mengakibatkan perasaan resah dalam perjalanan.

Jadi, jangan dipaksakan kalau anak sedang dalam keadaan tidak baik ya, Moms.

Baca Juga: Gempa Palu Membuat Saya Tersadar untuk Punya Lebih Banyak Waktu dengan Si Kecil

2. Bangun Mood Sejak Persiapan Keberangkatan

Dalam merencanakan keberangkatan untuk bepergian dengan Si Kecil, biasanya di malam sebelumnya saya mengajak anak membicarakan hal tersebut.

Anak yang belum bisa menjawab apa yang dibicarakan pun akan paham ketika kita mulai mengajaknya berdiskusi.

Menurut saya, seorang anak semacam memiliki 'tombol' untuk mengerti apa yang kita bicarakan. Jadi usahakan Si Kecil dilibatkan dalam hal-hal keluarga ya, Moms.

3. Berdamai dengan Suami Soal Giliran Gendong Anak

pergi aman anak nyaman3.jpg

Stroller menjadi satu hal yang wajib dibawa ketika bepergian. Tapi, apakah anak akan selalu betah berada dalam stroller? Tentu saja tidak, benar kan Moms?

Nah, cara mengatasi kelelahan dalam menggendong Si Kecil adalah bergantian menggendong dengan pasangan.

Suami menjadi satu-satunya partner bergantian menggendong jika Moms hanya berdua saja saat traveling, atau ketika tidak memakai jasa ART.

Sebaiknya, dibicarakan jauh-jauh hari sebelum berangkat soal giliran menggendong ini bersama suami.

Karena, suami bisa saja menganggap kita sebagai ibunya jauh lebih menikmati setiap menggendong Si Kecil. Padahal, sebenarnya kita sudah acap kali menggendong setiap hari ya, Moms.

Jadi, sungguh bantuan dari suami adalah kunci kebahagiaan seorang ibu saat bepergian.

Baca Juga: Proses Tumbuh Kembang yang "Beda" dari Anak Kebanyakan, Ini Kisah Saya Menerima Keadaan Ezio

4. Percaya Diri dan Jangan Malu MengASIhi di Tempat Umum

Saat berada di tempat umum, mungkin beberapa Moms ada yang merasa enggan atau malu untuk memberikan ASI pada buah hati saat bepergian.

Tahukah Moms, di era sekarang ini, menyusui bukan lagi hal yang tabu.

Moms bisa membawa apron untuk menutupinya, atau ke ruang menyusui jika disediakan.

Mengenakan baju menyusui juga hal penting, agar di mana pun kita memberikan ASI pada Si Kecil, kita akan merasa nyaman, area payudara tertutup, dan Si Kecil bisa kenyang tanpa cranky.

Artikel Terkait