PARENTING
10 September 2019

Begini Tipsku Agar Menghasilkan ASI Berlimpah, Bahkan Hingga jadi Pendonor ASI

Aku tak menyangka bisa menghasilkan ASI lebih, hingga menjadi pendonor ASI untuk 14 bayi
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Oleh Noviana Maharani (28 th), Ibu dari Kagendra Ibrahim (9 bln), Member WAG Orami Newborn (10)

Rasa bahagia muncul ketika tahu bahwa ada sosok janin yang sedang tumbuh dan berkembang di dalam kandungan. Tentu segala persiapan akan dilakukan untuk menjaga kehamilan tetap sehat.

Mulai dari menjaga asupan makanan agar nutrisi yg dibutuhkan terpenuhi, menjaga stamina agar tetap fit, membekali diri dengan mengikuti kelas parenting, yoga hamil, senam hamil, hypnobirthing untuk persiapan melahirkan hingga menyusui.

Termasuk juga diriku ketika menikmati proses kehamilan anak pertamaku, Kagendra.

Jauh dari orang tua dan hidup sebagai perantau, tinggal hanya berdua dengan suami membuat kami rajin untuk selalu belajar tentang kehamilan, parenting, dan kompak untuk menjalaninya.

Segala upaya dilakukan agar memberikan yang terbaik bagi buah hati. Kali ini, aku ingin menceritakan pengalaman dan usaha yang aku lakukan untuk persiapan menyusui.

Kala itu, aku khawatir apabila ASI-ku nanti hanya mengeluarkan sedikit atau malah tidak keluar. Tapi, aku selalu menanamkan pikiran positif.

Namun, berikut ini beberapa hal yang aku lakukan untuk mempersiapkan diriku dalam proses menyusui.

Baca Juga: Perjuanganku Punya Anak dengan Kista Endometriosis

1. Melakukan Pijat Oksitosin di Malam Hari

20181117_190309-01-2.jpeg

Foto: Orami/Noviana Maharani

Ini kegiatan yang sering aku lakukan dengan suami ketika memasuki usia kehamilan 20 minggu. Pijatan oksitosin ini dilakukan rutin setiap malam, sambil berkomunikasi dengan janin. Cara melakukan pijatan ini adalah:

  • Duduk bersandar ke depan, pijat bagian kedua sisi punggung menggunakan kepalan tangan dengan arah melingkar, Tepatnya di dekat ketiak.
  • Setelah itu, pijat sisi tulang belakang dari leher kearah bawah hingga sebatas dada (tulang belikat).
  • Ulangi pijatan tersebut hingga 5-10 menit.

2. Makan Buah Kurma Ketika Usia Kehamilan 20 Minggu

Buah kurma adalah buah yang sangat bermanfaat, termasuk untuk ibu hamil dan ibu menyusui.

Salah satu manfaat buah kurma untuk ibu hamil adalah berguna sebagai induksi alami dan mempercepat proses bukaan ketika terjadi kontraksi.

Aku makan buah kurma dari usia kandungan 20 minggu, sebanyak 1 butir per hari. Lalu meningkat di usia kandungan 32 minggu menjadi 3 butir/hari, dan di usia kandungan 37 minggu makan kurma 7 butir/hari.

Alhamdulillah proses persalinanku normal, nyaman dan tidak sesakit yang dibayangkan. Konsumsi kurma ini aku lanjutkan hingga saat ini dalam bentuk sari kurma. Aku minum sebanyak 1-2 sendok makan setiap hari.

Baca Juga: Siapa Bilang jadi IRT Bisa Santai? Ternyata Penuh Tantangan Lho Moms

3. Sering Direct Breastfeeding dan Pumping

20181028_120917-2.jpg

Foto: Orami/Noviana Maharani

IMD (inisiasi menyusui dini) aku lakukan setelah melahirkan, dengan durasi 1 jam. Proses ini bisa merangsang payudara untuk mengeluarkan hormon oksitosin yang dapat memicu otot-otot sel penghasil ASI berkontraksi, sehingga ASI keluar.

Bayiku memiliki kondisi bilirubin yang tinggi karena golongan darahnya berbeda dengan golongan darahku. Sehingga bilirubinnya mencapai 19,8.

Ini yang membuat aku harus rajin membangunkan Si Kecil dan menyusui setiap 1 jam sekali.

Aku melakukan pumping 7 hari setelah melahirkan setiap 2 jam sekali, karena payudara terasa penuh dan lambung bayi belum bisa menampung terlalu banyak ASI.

Produksi ASI ini bersifat supply and demand. Jadi semakin sering payudara dikosongkan, maka payudara akan mensuplai lebih banyak ASI.

Bahkan setelah direct brestfeeding pun aku kosongkan dengan cara pumping untuk menghabiskan sisanya.

4. Makan Makanan Gizi Seimbang dan Banyak Minum Air Putih

Makanan bergizi sangat dibutuhkan oleh tubuh, apalagi dalam keadaan hamil dan menyusui. Pilih makanan yang mengandung nutrisi seperti protein hewani, buah-buahan, sayuran hijau, juga yang mengandung omega-3 seperti daging, dan salmon.

Beberapa buah dan sayur dipercaya dapat membantu meningkatkan ASI. Misalnya pepaya, daun katuk, dan bayam. Camilan yang aku makan pun juga mengandung protein, misalnya kacang almond, atau kacang hijau.

Jangan lupa minum air putih minimal 2 liter per hari. Air putih adalah bahan dasar dari ASI. Apalagi air putih hangat, ini sangat berpengaruh sekali terhadap pasokan ASI-ku

5. Berpikir Positif dan Selalu Senang

IMG-20190128-WA0013-01.jpeg

Foto: Orami/Noviana Maharani

Dengan ilmu yang sudah aku dapatkan, bertanya pada orang tua, teman atau komunitas parenting, Insya Allah dapat membantu.

Apalagi saat ini sudah banyak media sosial yang dapat menjadi wadah untuk bertukar pengalaman atau memberikan informasi seputar parenting, seperti Orami Parenting.

Menjadi ibu harus banyak belajar, bahkan setiap hari belajar bersama Si Kecil. Setiap proses tumbuh kembangnya menjadi materi belajarku menjadi orang tua.

Kadang ada rasa stres dan ketakutan tersendiri, tetapi berusahalah untuk selalu berpikiran positif, senang, dan jauh dari baby blues.

Ajak suami untuk turut bekerja sama. Karena menurut pengalamanku, suami yang mampu memberikan hormon oksitosin agar kita bebas stres dan selalu happy.

Baca Juga: Sempat Panik saat Mati Listrik, Ini Pengalaman dan Tips Menjaga ASIP Agar Tetap Sip

Berkesempatan Menjadi Pendonor ASI

20190305_092050-01-2.jpeg

Foto: Orami/Noviana Maharani

Dari pengalaman ini, aku tak menyangka bisa menghasilkan ASI lebih, hingga aku bisa menjadi pendonor ASI. Aku sudah mendonorkan ASI ke 14 bayi laki laki, dengan latar belakang yang berbeda-beda.

Ada bayi yang dirawat karena prematur, karena ibunya yang sedang dirawat, bahkan ada yang ibunya meninggal dunia.

Alhamdulillah, senang rasanya mengetahui ASI-ku bisa bermanfaat untuk orang lain. Semoga aku bisa lanjut menyusui hingga 2 tahun ke depan, dan Allah selalu memudahkan jalan untuk terus bisa mengasuh dan merawat Si Kecil.

Untuk Moms yang mungkin produksi ASI-nya cukup, bisa ditingkatkan terus, kok! Jangan berkecil hati karena tidak memberikan ASI, karena hal tersebut tidak mengurangi posisi kita sebagai ibu. Semoga bermanfaat!

Artikel Terkait