KESEHATAN
5 Agustus 2019

Bekas Luka Menonjol seperti Keloid, Mengapa Bisa Terjadi?

Bisa jadi karena adanya faktor genetik
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Pernah nggak Moms saat secara tidak sengaja terjatuh, bekas luka yang sudah dibersihkan dan diobati, lalu tanpa kita sadari tumbuh daging yang menonjol? Daging tersebut dikenal dengan sebutan keloid.

Keloid dapat dianggap sebagai "bekas luka yang tidak tahu kapan akan sembuhnya”. Keloid yang kadang-kadang disebut sebagai bekas luka adalah bekas luka berat dan menumpuk yang membentuk daging di atas permukaan kulit.

Biasanya permukaan keloid terasa halus dan berwarna merah muda atau ungu. Keloid berbentuk tidak teratur dan cenderung membesar secara progresif. Tidak seperti bekas luka, keloid tidak akan mengecil atau sembuh seiring waktu.

Lalu apa penyebab dari keloid ini? Yuk simak ulasannya di bawah ini Moms!.

Baca Juga: 7 Jenis Essential Oil untuk Menyamarkan Bekas Luka

Penyebab Timbulnya Keloid

keloid, bekas luka

Foto: byrdie.com

Keloid terjadi karena adanya proses penyembuhan luka yang tidak sempurna pada luka seseorang yang memang memiliki bakat bawaan keloid dalam tubuhnya.

Menurut dr Susie Rendra, dokter spesialis kulit dan kelamin RS Pondok Indah - Puri Indah, keloid bisa terjadi karena seseorang memiliki bawaan atau gen keloid di dalam tubuhnya.

“Jadi ada orang-orang tertentu yang memiliki bakat keloid,” kata dr Susie Rendra.

Keloid terjadi karena tubuh yang luka, baik itu luka yang tidak disengaja (luka robek, luka akibat kecelakaan, cedera, atau luka jatuh) maupun luka yang disengaja, seperti bekas operasi.

Selain itu, dr Susie Rendra mengatakan bahwa keloid juga bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti luka yang terlalu dalam. Karena semakin dalam luka, semakin tinggi pula risiko timbul keloid.

Luka kotor yang dibersihkan dengan tidak sempurna juga bisa menjadi penyebab keloid timbul. Perlu Moms ketahui, ada bagian-bagian tubuh tertentu pada manusia yang memang berisiko memiliki keloid.

“Misalnya lengan bagian atas, dada, punggung. Jadi lokasi terjadinya luka juga berpengaruh,” ujar dr Susie Rendra.

Selain itu, cara penanganan awal terhadap luka juga bisa menjadi faktor penyebab timbulnya keloid. Apakah penangannya tepat, dibersihkan secara benar, semua sangat berpengaruh.

Keloid sebenarnya tidak berbahaya. Namun dalam dunia medis, keloid akan membuat penderita merasa tidak nyaman. Mengapa? Karena terkadang keloid bisa terasa sakit dan gatal. Jika berada di bagian persendian, tentu akan mengganggu pergerakan.

“Selain masalah estetik, terkadang keloid mengganggu fungsi tubuh, karena letaknya di bagian persendian,” ungkap dr Susie.

Baca Juga: Bagaimana Cara Menyembuhkan Luka Keloid Bekas Operasi Caesar?

Cara Mengatasi Keloid yang Mengganggu

Ways-To-Get-Rid-Of-a-Keloid-Scar-1280x720.jpg

Foto: Fashionlady.in

Moms atau keluarga yang memiliki keloid pada bagian tubuh tertentu dan terasa menggangu, bisa melakukan terapi keloid. Menurut pemaparan dr Susie Rendra, tujuan dari terapi keloid ini adalah untuk menipiskan keloid tersebut, lalu membuatnya menjadi lebih datar.

"Jadi ketika diraba, setidaknya ketinggian nya sama dengan ketinggian kulit sekitar," jelasnya.

Namun jangan berharap jika teksturnya akan berubah. Meskipun telah dilakukan terapi, keloid tetap akan bertekstur seperti jaringan parut. Jaringan ini tidak akan bisa berubah menjadi jaringan normal.

Mengatasi keloid juga bisa dilakukan dengan metode penyuntikan. Suntikan ini bisa berfungsi sebagai pencegah timbulnya keloid, bisa juga dijadikan sebagai obat untuk mengobati keloid.

Pada beberapa orang metode penyuntikan ini memang berhasil, namun ada juga yang tidak. Pencegahan keloid dengan penyuntikan memang bisa berefek dan bisa juga tidak.

“Namun ingat pencegahan tidak selalu berefek 100 persen,” tegas dr Susie Rendra saat ditanya mengenai metode penyuntikan untuk mengobati keloid.

Selain dengan penyuntikan, bisa juga diobati dengan menggunakan plester-plester silikon Namun jangan mengharapkan penyembuhan secara cepat ya, karena pengobatan keloid tidak hanya bisa dilakukan sekali.

Bahkan pada sebagian orang butuh tindakan jangka panjang, misalnya plester harus ditempel selama 3 bulan untuk memperoleh hasil yang diharapkan.

Berbagai cara di atas akan memiliki hasil dan efek yang berbeda pada setiap orang. Jadi jangan terlalu berharap keloid akan sembuh secara langsung ya.

Baca Juga:Kenapa Bekas Luka Terasa Gatal? Pertanda Luka Mau Sembuh?

Nah, itulah beberapa hal yang perlu Moms ketahui tentang keloid. Tidak jarang keloid juga tumbuh di bekas luka operasi Caesar.

Jika memang hal itu terjadi, Moms bisa mencoba beberapa terapi di atas. Tapi tentu saja, Moms harus berkonsultasi dulu dengan dokter ya.

Artikel Terkait