PROGRAM HAMIL
10 Juni 2018

Belum 9 Bulan Bayi di Perut Tampak Turun, Apa Penyebabnya?

Bisa jadi Moms mengalami prolaps uteri atau peranakan turun
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Intan
Disunting oleh Intan

Setelah hamil selama 9 bulan atau sekitar 42 minggu, akan tiba waktunya Moms melahirkan Si Kecil. Salah satu tanda proses persalinan sudah dekat adalah janin yang turun dari rahim dan menuju jalur lahir. Tapi bagaimana jika hal ini terjadi sebelum 9 bulan?

Kalau ini adalah kehamilan pertama, janin dapat turun sekitar 2-4 minggu sebelum proses persalinan. Jadi, ketika janin turun pada usia kandungan 8 bulan, jangan khawatir ya, Moms. Hal itu masih wajar, kok.

Untuk kehamilan kedua, janin bisa turun beberapa jam sebelum persalinan dimulai. Namun, jika hal ini terjadi lebih awal, bisa jadi Moms mengalami prolaps uteri atau peranakan turun.

Pada kondisi normal, rahim akan ditopang oleh ligament dan otot panggul. Namun, pada prolaps uteri, otot panggul tersebut kehilangan kekuatan dan tidak mampu menahan rahim di posisinya. Akibatnya, rahim turun dan mulai mendekati vagina.

Ada 4 tahapan janin turun yang perlu Moms ketahui:

- Tahap 1: Pada tahap ini, leher rahim atau serviks jatuh ke dalam vagina.

- Tahap 2: Serviks jatuh sedikit lebih jauh, yaitu mulai mendekati bukaan vagina.

- Tahap 3: Serviks berada di luar vagina.

- Tahap 4: Seluruh rahim berada di luar vagina. Kondisi ini dikenal sebagai procidentia.

Baca juga: Apa Perbedaan Kehamilan Pada Usia 20, 30, dan 40 Tahun?

Penyebab Janin Turun Sebelum Waktunya

Ada beberapa penyebab Moms terkena prolaps uteri. Berikut adalah hal-hal yang sering memicu prolaps uteri:

- Usia lanjut yang cenderung menyebabkan otot-otot tubuh melemah.

- Kenaikan berat badan yang berlebihan saat hamil.

- Pernah melakukan operasi di daerah pelvis sebelumnya.

Gejala Prolaps Uteri

fe6ea133 f04f 4905 abe0 c47cd20f2b99 fotolia 172906128 subscription monthly m

Nah, ibu hamil yang mengalami prolaps uteri ringan mungkin tidak akan merasakan tanda-tanda apapun. Tapi jika Moms mengalami prolaps uteri sedang atau lebih parah, gejala yang akan muncul adalah:

- Pendarahan yang cukup banyak.

- Merasakan ada sesuatu yang turun ke arah vagina.

- Merasa tidak nyaman saat berhubungan intim.

- Saat duduk, Moms akan merasa duduk di atas bola.

- Konstipasi atau sembelit dalam jangka waktu cukup lama, walaupun sudah minum banyak cairan.

- Melihat secara langsung serviks keluar dari vagina.

Baca juga: Naik Pesawat di Trimester Awal, Perhatikan 6 Hal Ini

Pengobatan Prolaps Uteri

Segera periksakan diri ke dokter jika mengalami gejala-gejala tersebut. Dokter akan melakukan prosedur pemeriksaan dan menyarankan metode yang tepat untuk kondisi Moms.

Pada beberapa kasus ringan, mungkin tidak perlu diberikan tindakan apapun. Tapi untuk kasus yang lebih berat, perlu dilakukan tindakan agar terhindar dari komplikasi atau risiko keguguran.

Berikut beberapa metode yang tidak melibatkan operasi:

- Mengurangi berat badan agar tekanan di daerah pelvis berkurang.

- Melakukan latihan kegel untuk memperkuat otot-otot di dalam vagina.

- Memasukkan alat khusus bernama pessary ke bawah leher rahim. Alat yang normalnya berfungsi sebagai kontrasepsi ini dapat membantu mendorong leher rahim kembali ke tempat semula dan menjaganya stabil pada posisi tersebut.

Semoga kehamilan dan persalinan Moms nanti lancar , ya!

(HIL)

Artikel Terkait