2-3 TAHUN
31 Oktober 2019

Benarkah Ada Hubungannya Kecakapan Anak Berbicara dan Sikat Gigi pada Anak?

Sebenarnya, adakah hubungan antara kecakapan anak berbicara dengan sikat gigi yang dilakukannya? Ini penjelasannya.
Artikel ditulis oleh Ikhda Rizky Nurbayu
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Moms, proses tumbuh gigi anak adalah fase yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Bukan tanpa alasan, gigi dan mulut adalah gerbang masuknya makanan di dalam sistem pencernaan tubuh. Namun, terkadang fase ini menjadi tantangan sendiri bagi orang tua.

Alasannya banyak gejala yang dialami oleh Si Kecil yang tumbuh gigi seperti menjadi lebih rewel, gusi membengkak, ruam kemerahan di sekitar mulut. Untuk itu, orang tua harus sabar dalam menghadapi Si Kecil yang tengah tumbuh gigi.

Di samping itu, banyaknya informasi tentang fase pertumbuhan gigi Si Kecil yang bisa didapatkan dari mana saja. Namun, sebenarnya tidak semua informasi tersebut benar adanya melainkan harus bersumber pada fakta yang akurat.

Salah satu hal yang mungkin pernah Moms dengar adalah anggapan bahwa kecakapan anak berbicara ada pengaruhnya dengan sikat gigi.

Baca Juga: Usia Berapa Bayi Bisa Diajari Gosok Gigi?

Pentingnya Sikat Gigi bagi Si Kecil

160726 kids oral health.jpg.crop .promo xlarge2

Sikat gigi memang merupakan cara penting dan utama untuk menjaga kesehatan gigi anak.

Sikat gigi harus dilakukan sejak anak tumbuh gigi pertama kali, sedangkan sikat gigi menggunakan odol dilakukan ketika anak sudah dapat berkumur sendiri. Hal ini diungkapkan langsung oleh drg. Rizka Aulia Zaim, seorang dokter gigi spesialis anak pada Kulwap Orami Community, Kamis (21/2) lalu.

Kecakapan anak dapat diartikan kemampuan anak untuk berbicara dan memilih diksi yang tepat. Umumnya ketika anak menginjak usia 12 bulan, maka ia mulai dapat mengucapkan paling tidak 3 kata yang tepat. Namun, kenyataannya setiap anak memiliki kondisi yang berbeda-beda.

Lalu, apakah benar ada hubungannya kecakapan anak berbicara dengan sikat gigi? Ini ulasannya.

Baca Juga: 4 Tips Mengajarkan Balita untuk Gosok Gigi Sendiri

Kecakapan Anak Berbicara Tidak Ada Hubungannya dengan Sikat Gigi

1708 10 kids dental health low

Foto: healthymatters

Faktanya, kebiasaan sikat gigi tidak ada hubungannya dengan kecakapan anak berbicara. Hal ini didukung pula oleh ungkapan dr. Rizka sehingga jangan langsung menerima mitos yang beredar di luar sana begitu saja.

“Sejauh saya mendalami seputar ilmu kedokteran gigi anak, belum ada literatur valid mengenai hal tersebut. Jadi, bisa dikatakan kebiasaan gigi dapat memengaruhi kecakapan anak berbicara hanya mitos belaka,” ujar dokter yang praktik di Brawijaya Women & Children Bandung ini.

Kalaupun ada sebuah terapi untuk mengatasi anak yang keterlambatan bicara (speech delay) dengan melakukan pijatan di bagian rahang, lalu memakai sikat gigi untuk lidah dan pipi bagian dalam, itu adalah metode stimulasi. Stimulasi tersebut bukan secara langsung memengaruhi kecakapan anak berbicara.

“Hal tersebut dapat dikategorikan sebagai stimulasi oromotor. Bagi anak-anak yang mengalami speech delay dan gangguan makan, salah satu terapinya dengan stimulasi oromotor,” ujar dr. Rizka.

Baca Juga: Ini Usia Tepat untuk Anak Memakai Odol saat Menyikat Gigi

kids brushing e1485108979644

Foto: silverrattle

Oromotor atau oral motor merupakan sistem gerak otot yang mencakup semua area mulut dan stimulasi diberikan ketika anak mengalami masalah dalam menggerakkan otot-otot tersebut.

“Salah satu stimulasi oromotor dengan menggunakan sikat gigi. Jadi, untuk merangsang oromotor yaitu dengan sensasi sensorik di mukosa atau otot-otot mulut dengan bantuan sikat gigi. Namun, sebenarnya bukan untuk gerakan menyikat gigi karena itu berbeda dengan stimulasi oromotor. Dapat dikatakan sikat gigi hanya sebagai alat bantu,” lanjut drg. Rizka.

Nah, jadi Moms, tidak ada hubungannya sikat gigi dan kecakapan Si Kecil berbicara ya.

Hal yang dapat dilakukan untuk merangsang kemampuan Si Kecil berbicara yaitu dengan stimulasi yang tepat seperti dengan selalu mengajak ia berkomunikasi dengan bahasa yang benar dan kata yang tepat, ya!

(DG/IRN)

Artikel Terkait