BALITA DAN ANAK
12 Mei 2020

Benarkah Anak Perempuan Lebih Rentan Terkena Infeksi Saluran Kemih?

Infeksi saluran kemih bisa dialami siapa saja. Namun, benarkan anak perempuan rentan terkena ISK?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Ninta
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Pernahkah Si Kecil mengalami sakit saat ingin buang air kecil, berkali-kali ke toilet, buang air kecil dalam jumlah yang sedikit, dan selalu ngompol walau pun sudah ke toilet?

Bisa jadi ini tanda Si Kecil mengalami infeksi saluran kemih atau yang dikenal dengan ISK.

ISK merupakan kondisi organ yang termasuk dalam sistem kemih, yaitu ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra, mengalami infeksi akibat bakteri.

Baca Juga: Bagaimana Cara Mencegah Penyakit Infeksi Saluran Kemih Saat Hamil?

ISK bisa dialami oleh setiap usia dan jenis kelamin. Tetapi, benarkah anak perempuan rentan terkena ISK?

Apa Penyebab ISK?

perempuan rentan terkena ISK

Foto: inquirer.com

Faktanya, 8% anak perempuan dan 2% anak laki-laki akan mendapatkan ISK pada usia 5 tahun.

Ini disebabkan karena uretra anak perempuan lebih pendek dan lebih dekat ke anus.

Sedangkan pada anak laki-laki yang tidak disunat pada usia lebih dari 1 tahun, juga memiliki risiko sedikit lebih tinggi untuk ISK.

ISK pada anak bisa terjadi ketika bakteri dari kulit atau kotoran masuk ke saluran kemih dan berkembang biak. Misalnya pada ginjal, ureters, kandung kemih, uretra.

Baca Juga: Setiap Buang Air Kecil Terasa Sakit, Hati-Hati Terkena Infeksi Saluran Kemih!

"Menahan buang air kecil, kebersihan yang tidak tepat, atau sembelit juga termasuk penyebab umum ISK pada anak-anak," kata ahli urologi anak, Jeffrey Donohoe, MD.

Pada anak-anak, ISK mungkin jarang diobati karena seringkali gejalanya tidak begitu jelas bagi Si Kecil atau orang tua.

Tetapi ISK pada anak-anak memerlukan perawatan untuk menghilangkan infeksi, mencegah penyebaran infeksi, dan untuk mengurangi kemungkinan kerusakan ginjal.

Gejala yang Ditimbulkan

perempuan rentan terkena ISK

Foto: romper.com

Terdapat dua jenis ISK yang bisa terjadi pada anak dan keduanya memiliki gejala yang sedikit berbeda.

Sebagian besar ISK terjadi di bagian bawah saluran kemih yaitu uretra dan kandung kemih. Jenis ISK ini disebut sistitis.

Gejala yang ditunjukkan anak yang mengalami sistitis berupa:

  • Rasa sakit, terbakar, atau sensasi menyengat saat kencing
  • Keinginan buang air kecil yang lebih sering (meskipun hanya sedikit buang air kecil yang dapat dilewati)
  • Demam
  • Sering bangun di malam hari untuk ke kamar mandi
  • Mengompol, meskipun sudah ke toilet
  • Sakit perut di area kandung kemih di bawah pusar)
  • Kencing berbau busuk, terlihat keruh atau mengandung darah

Baca Juga: Infeksi Saluran Kemih Pada Balita: Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

Untuk infeksi yang menjalar ke ureter hingga ginjal disebut pielonefritis dan biasanya lebih serius.

Ini bisa menyebabkan gejala yang sama, tetapi anak sering terlihat lebih sakit dan cenderung mengalami demam atau menggigil, rasa sakit di samping atau belakang pinggang, kelelahan yang parah, atau muntah.

Bisakah ISK Dicegah?

perempuan rentan terkena ISK

Foto: newsnetwork.mayoclinic.org

Fakta perempuan rentan terkena ISK tidak dapat dihindari. Namun, ISK tetap bisa dicegah dengan kebiasaan yang baik agar anak perempuan Moms tidak sampai mengalaminya.

Ajarkan pada anak untuk minum lebih banyak cairan sehingga dapat meningkatkan aliran urin untuk mengeluarkan bakteri dari dalam tubuh.

Untuk anak-anak yang lebih rentan terkena ISK antibiotik dosis rendah dan juga pengobatan pada sembelit dapat membantu.

Baca Juga: 7 Kebiasaan Pemicu Infeksi Saluran Kemih (ISK), Jangan Dilakukan Lagi ya!

Pada bayi dan balita, mengganti popok lebih sering dapat membantu mencegah ISK. Moms juga wajib mengajarkan kebiasaan mandi yang baik.

Karena anak perempuan rentan terkena ISK, ajarkan anak perempuan untuk menyeka dari depan ke belakang. Ini dapat mencegah kuman menyebar dari anus ke uretra.

Pastikan anak tidak menahan buang air kecil terlalu lama. Urin yang tertahan terlalu lama di kandung kemih memberi bakteri tempat yang baik untuk tumbuh.

Ajarkan kebiasaan yang baik pada Si Kecil untuk menjauhkan mereka dari infeksi saluran kemih sejak dinin.

Artikel Terkait