NEWBORN
6 Agustus 2020

Berat Bayi Lahir Rendah Memengaruhi Kecerdasannya?

Beberapa studi mengaitkan berat badan lahir dan kecerdasan. Yuk kita simak!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Dina Vionetta

Berat badan Si Kecil adalah hal pertama yang dicatat pada bayi baru lahir. Ini menjadi titik referensi awal untuk melacak perkembangan fisik bayi.

Meski masih diperlukan penelitian lanjutan, hasil dari penelitian longitudinal (penelitian yang membandingkan perubahan pada subjek penelitian setelah periode waktu tertentu) terbaru dari Denmark mengklaim bahwa berat badan lahir rendah terkait dengan tingkat kecerdasan atau IQ yang lebih rendah hingga dewasa.

"Kami menemukan hubungan antara berat lahir dan kecerdasan stabil dari dewasa muda ke usia paruh baya. Ada konsekuensi yang berkaitan dengan kognitif jangka panjang dari berat badan lahir rendah," jelas Dr. Trine Flensborg-Madsen, penulis studi utama dari University of Copenhagen.

Lalu, bagaimana jika berat bayi lahir rendah? Seperti apa gejala, penyebab, dan cara mengatasinya? Cari tahu informasi lebih lengkapnya berikut ini.

Baca Juga: Bayi ASI Susah Naik Berat Badan, Apakah Benar?

Gejala Berat Bayi Lahir Rendah

gejala berat bayi lahir rendah

Foto: Orami Photo Stock

Dalam jurnal Vaccine, secara global, diperkirakan 15-20% dari semua kelahiran, atau lebih dari 20 juta bayi baru lahir setiap tahun, adalah bayi dengan berat lahir rendah.

Berat bayi lahir rendah (BBLR) adalah klasifikasi medis untuk bayi yang beratnya kurang dari 2.500 gram (2,5 kg) saat lahir.

Walaupun mungkin lebih menakutkan untuk merawat bayi yang lahir dengan berat badan lahir rendah, tidak ada banyak perbedaan dalam perawatan sehari-hari Si Kecil yang baru lahir.

Namun, Moms yang melahirkan bayi dengan berat badan rendah harus ekstra waspada untuk memastikan anak tetap sehat dan mencukupi kebutuhan nutrisinya dalam tumbuh kembangnya.

Menurut University of Rochester Medical Center, selain beratnya kurang dari 2,5 kg, bayi dengan berat lahir rendah terlihat jauh lebih kecil daripada bayi dengan berat lahir normal.

Kepala bayi dengan berat badan lahir rendah mungkin terlihat lebih besar daripada bagian tubuhnya yang lain. Ia sering terlihat kurus dengan sedikit lemak tubuh.

Mengutip Very Well Family, banyak orang berpikir bahwa melahirkan bayi tepat waktu dengan ukuran kecil, atau bayi yang dilahirkan sedikit lebih awal, tidak akan menyebabkan bayi mengalami masalah.

Faktanya, sebagian besar bayi berat lahir rendah baik-baik saja, dan memiliki sedikit masalah yang disebabkan oleh ukurannya yang kecil. Namun, ada beberapa pengecualian. Berikut adalah masalah yang mungkin dialami bayi berat lahir rendah

Baca Juga: Inilah Fakta-Fakta Bayi Lahir Prematur yang Harus Moms Ketahui

1. Masalah Fungsi Organ Internal

Bayi yang lahir prematur mungkin memiliki komplikasi prematur yang mencakup masalah dengan fungsi otak, jantung, paru-paru, usus, dan banyak lagi.

2. Masalah Gula Darah

Berat bayi lahir rendah mungkin mengalami kesulitan mengatur gula darahnya.

Bayi prematur terlambat kadang-kadang menggunakan gula lebih cepat daripada yang bisa diganti, dan dapat dengan mudah mengembangkan gula darah rendah yang berbahaya.

3. Masalah Kehangatan Tubuh

Bayi kecil tidak memiliki cukup lemak untuk membuatnya hangat. Jika mereka tidak bisa tetap hangat sendiri, mereka mungkin harus menghabiskan waktu di inkubator. Ini bisa jadi risiko pada Si Kecil dengan berat bayi lahir rendah.

4. Masalah Makan

Bayi dengan berat bayi lahir rendah tidak selalu cukup kuat untuk menyusui atau memberi makan lewat susu dengan baik, dan mungkin perlu bantuan untuk mengonsumsi cukup kalori untuk tumbuh.

Baca Juga: Tips Memilih Produk Mandi Bayi Baru Lahir

Penyebab Berat Bayi Lahir Rendah

penyebab berat bayi lahir rendah

Foto: Orami Photo Stock

Bayi dengan berat lahir yang rendah paling sering disebabkan karena kelahiran prematur, yang berarti dilahirkan sebelum 37 minggu kehamilan.

Bayi prematur memiliki waktu lebih sedikit di rahim ibu untuk tumbuh dan bertambah berat badan. Sebagian besar berat bayi naik selama minggu-minggu terakhir kehamilan

1. Kondisi Kesehatan Selama Kehamilan

Salah satu penyebab berat bayi lahir rendah adalah tidak memerhatikan kondisi kesehatan selama kehamilan. Moms yang terpapar obat terlarang, alkohol, dan rokok cenderung memiliki bayi dengan berat lahir rendah.

Hal yang sama juga berlaku untuk Moms yang mengalami anemia akibat defisiensi zat besi, serta Moms dengan penyakit infeksi seperti HIV, toxoplasmosis, dan listeria.

2. Usia Saat Hamil

Umumnya, bayi dengan berat lahir rendah ditemukan pada ibu yang hamil saat usia remaja, yaitu antara 15-19 tahun. Ini karena tubuh remaja belum siap untuk mengalami kehamilan. Hal ini lalu memengaruhi kecukupan nutrisi pada janin.

Selain itu, risiko melahirkan bayi dengan berat lahir rendah lebih tinggi 50 persen pada ibu yang hamil di usia remaja dibandingkan yang hamil di usia sekitar 20-29 tahun, yang merupakan usia ideal.

Baca Juga: Hamil di Usia 20 atau 30 Tahun? Ini Dia Perbedaannya!

3. Kehamilan Kembar

Jika Moms memiliki kehamilan kembar, maka ada kemungkinan berat bayi lahir rendah. Ini karena adanya lebih dari satu bayi di dalam kandungan, tubuh Moms akan berusaha lebih keras untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi.

Jika tubuh Moms mengalami kekurangan nutrisi saat kehamilan, hal ini dapat menyebabkan berat lahir bayi yang rendah.

Selain itu, bayi yang lahir kembar juga cenderung memiliki badan lebih kecil karena keterbatasan ruang untuk berkembang saat di dalam kandungan atau masih menjadi janin.

4. Komplikasi Kehamilan

Komplikasi kehamilan juga bisa menjadi penyebab berat bayi lahir rendah, Moms yang mengalami komplikasi kehamilan seperti plasenta previa atau gangguan uterus, berisiko melahirkan bayi dengan berat lahir rendah.

Gangguan pada plasenta dapat menghambat pertumbuhan bayi akibat tidak mendapat pasokan oksigen dan nutrisi yang cukup.

Tak hanya itu, Moms dengan riwayat keguguran dan melahirkan BBLR sebelumnya juga berpotensi untuk melahirkan bayi dengan berat lahir rendah.

5. Cacat Lahir

Cacat lahir pada bayi dapat disebabkan oleh faktor genetik, gaya hidup Moms saat hamil, paparan obat dan bahan kimia saat di dalam kandungan, infeksi, serta kombinasi faktor lainnya.

Cacat lahir pada bayi tentu saja akan memengaruhi perkembangan bayi di dalam kandungan, dampaknya menyebabkan berat badan lahir rendah.

Moms mungkin ingin mengetahui apakah kelahiran berat bayi lahir rendah bisa dicegah. Tetapi, penting diingat bahwa sudah banyak bayi yang bertahan hidup meskipun dilahirkan lebih awal dan sangat kecil.

Ini karena kemajuan dalam perawatan bayi yang sakit dan prematur. Tetapi mencegah kelahiran prematur adalah salah satu cara terbaik untuk mencegah kemungkinan berat bayi lahir rendah.

Perawatan prenatal secara teratur adalah cara terbaik untuk mencegah kelahiran prematur dan bayi berat badan lahir rendah. Pada kunjungan pranatal, dokter akan memeriksa kesehatan Moms dan janin.

Selain itu, ada dua cara yang bisa dilakukan selama kehamilan untuk mengurangi risiko berat bayi lahir rendah: lakukan diet sehat dan hindari alkohol dan konsumsi obat-obatan terlarang.

Mengikuti diet sehat selama kehamilan akan membantu Moms menambah berat badan yang cukup dan sehat, sehingga dapat membantu bayi tumbuh dan membantu menjaga tubuh Moms juga tetap sehat.

Selain itu yang paling penting adalah hindari mengonsumsi alkohol, merokok, atau menggunakan narkoba. Semua ini dapat menyebabkan berat badan lahir rendah dan masalah lain untuk bayi yang bisa berbahaya.

Baca Juga: 8 Manfaat Apel untuk Ibu Hamil; Cegah Cacat Lahir hingga Detoksifikasi

Cara Mengatasi Berat Bayi Lahir Rendah

cara mengatasi berat bayi lahir rendah

Foto: Orami Photo Stock

Negara-negara dapat mengurangi angka kematian neonatal dan bayi dengan meningkatkan perawatan ibu selama kehamilan dan persalinan serta bayi dengan berat lahir rendah.

Mengutip Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), perawatan berat bayi lahir rendah yang tepat seperti pemberian makanan, pemeliharaan suhu, higienitas dan perawatan kulit, serta deteksi dini dan pengobatan infeksi dan komplikasi termasuk sindrom gangguan pernapasan dapat mengurangi kematian.

WHO merekomendasikan penanganannya yang fokus pada konsep berikut:

1. Keberlanjutan Perawatan yang Dipimpin Bidan

Rekomendasi WHO tentang perawatan antenatal untuk pengalaman kehamilan positif merekomendasikan model perawatan kontinuitas yang dipimpin bidan.

Cara ini dilakukan dengan satu bidan, atau sekelompok bidan yang bekerja bersama, memberikan perawatan kepada seorang wanita, bayi baru lahir dan keluarganya di seluruh proses kontinum antenatal, intrapartum dan postnatal.

Ini berbeda dari perawatan yang dilakukan oleh medis, atau perawatan yang dibagi antara staf medis dan bidan.

Cara ini dikaitkan dengan hasil yang lebih baik untuk sebagian besar wanita dan telah terbukti mengurangi risiko prematuritas sekitar 24 persen.

2. Kangaroo Care

Kangaroo Care adalah metode perawatan bayi prematur, terutama yang beratnya kurang dari 2 kg. Ini juga menjadi cara penanganan Si Kecil dengan berat bayi lahir rendah.

Ini termasuk pemberian ASI eksklusif dan sering kontak kulit ke kulit, dan telah terbukti mengurangi angka kematian dalam studi berbasis rumah sakit di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Baca Juga: 5 Manfaat Kangaroo Care Untuk Bayi Prematur

3. Intervensi Klinis

Intervensi klinis bisa dilakukan untuk meningkatkan hasil kelahiran prematur dengan cara memberikan rekomendasi khusus selama kehamilan, persalinan dan selama periode bayi baru lahir.

Pedomannya mencakup intervensi yang diberikan kepada ibu, misalnya suntikan steroid sebelum kelahiran, pemberian antibiotik ketika pecah ketuban sebelum persalinan, dan magnesium sulfat untuk mencegah gangguan neurologis anak.

Selain itu, juga ada intervensi untuk bayi yang baru lahir, misalnya intervensi perawatan termal, dukungan makan, penggunaan oksigen yang aman, dan perawatan lain untuk membantu bayi bernapas lebih mudah.

Pemberian makan yang optimal untuk berat bayi lahir yang rendah termasuk rekomendasi tentang apa yang harus dimakan, kapan harus menyusui dan bagaimana memberi makan bayi baru lahir dengan BBLR.

4. Mengawasi Kemungkinan Komplikasi

Meskipun Moms tidak dapat mengontrol sifat dan pengaruh berat bayi terhadap kesehatannya, Moms bisa waspada terhadap kemungkinan terjadinya komplikasi.

Bayi prematur biasanya dipantau lebih intens daripada bayi dengan berat badan normal. Moms perlu ekstra hati-hati jika Si Kecil dengan berat bayi lahir rendah sulit menyusui, sulit hangat, atau menunjukkan tanda-tanda infeksi.

Seiring bertambahnya usia, bayi dengan berat bayi lahir rendah mungkin lebih rentan terhadap kondisi kesehatan, termasuk asma, masalah penglihatan, dan keterampilan motorik halus dan koordinasi mata-tangan.

Namun di sisi lain, bayi prematur menunjukkan bahwa mereka sangat ulet dan mungkin memiliki dorongan yang meningkat untuk berhasil.

Terlebih lagi, orang tua yang menunjukkan perhatian dan advokasi untuk kesejahteraan anak di sekolah dan lingkungan sosial berubah menjadi anak-anak yang menjadi lebih sukses secara akademis, sosial, dan fisik.

Itu dia Moms, penjelasan tentang gejala, penyebab, dan cara penanganan berat bayi lahir rendah. Moms bisa lebih aktif bertanya kepada dokter kandungan tentang pencegahan kemungkinan berat bayi lahir rendah.

Artikel Terkait