KESEHATAN
17 Juli 2019

Benarkah Daging Kambing Bisa Jadi Obat Darah Rendah?

Masih ada alternatif lain untuk mengatasi darah rendah
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Intan Aprilia
Disunting oleh Dina Vionetta

Postural hipotensi adalah tekanan darah rendah yang terjadi ketika berdiri secara tiba-tiba, dan bisa terjadi pada siapapun dengan berbagai alasan.

Misalnya, kurang makan, kelelahan, efek obat, faktor genetis, bahkan masalah psikologis dan biasanya sering dialami orang hipertensi yang mengkonsumsi obat-obatan pengontrol tekanan darah.

Namun, ternyata hipotensi juga bisa terjadi setelah makan karena terjadi penggumpalan darah ke pembuluh lambung dan usus. Hal ini terjadi ketika makan porsi besar yang mengandung banyak karbohidrat.

Banyak yang bilang, obat darah rendah yang pas ketika penyakit tersebut melanda, adalah daging kambing. Mengapa daging kambing bisa dijadikan obat darah rendah? Apakah ada alternatif lainnya selain daging kambing?

Baca Juga: Tekanan Darah Rendah Saat Hamil, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Benarkah Daging Kambing Bisa Jadi Obat Darah Rendah?

shutterstock 330600083

Daging kambing terdiri dari protein dan lemak. Daging ini juga kaya akan taurine, carnitine, dan inosine yang penting untuk tubuh manusia.

Daging kambing mengandung lemak tak jenuh sebanyak 1 gram. Lemak tak jenuh atau lemak baik adalah lemak yang membantu menyeimbangkan kolesterol darah.

Berdasarkan penelitian yang disusun oleh Itsuki Nagamine dari University of the Ryukyus Okinawa, penyebab tekanan darah naik saat orang makan daging kambing bukan berasal dari daging itu sendiri, namun dari bumbu yang dipakai. Seperti garam, minyak goreng, dan mentega. Bahan-bahan itu berubah menjadi lemak jenuh dan menyebabkan tensi darah naik.

Namun, bukan berarti daging kambing bisa dijadikan obat darah rendah. Jika ingin menikmati porsi yang baik untuk kesehatan, konsumsilah sebanyak 40-50 gram daging (ukuran sedang) dalam sekali makan dan tidak setiap hari.

Disarankan makan daging kambing cukup 2-3 kali seminggu dan jangan lupakan sayur dan buah. Variasikan juga dengan daging ikan, ayam, dan sapi.

Baca Juga: 7 Makanan untuk Menurunkan Kolesterol dari Hidangan Bersantan

Cara Mencegah Darah Rendah

shutterstock 657548437

Perlu diingat bahwa masalah kesehatan sebaiknya konsultasi langsung kepada ahli kesehatan. Berikut yang harus dikonsumsi bagi orang dengan hipotensi:

- Perbanyak cairan karena dehidrasi menurunkan volume darah. Ini penting khususnya bagi orang yang suka olahraga.

- Makanan tinggi vitamin B12 dan juga folat karena kekurangan dua vitamin tersebut bisa menyebabkan anemia. B12 terkandung dalam telur, sereal, daging sapi sedangkan folat dalam asparagus, kacang garbanzo dan hati.

- Makanan mengandung garam seperti sup kalengan, ikan asap, keju cottage, dan juga zaitun.

- Teh licorice membantu meningkatkan tingkat tekanan darah karena licorice bisa mengurangi efek aldosteron. Ini adalah hormon yang membantu mengatur dampak garam pada tubuh.

- Kafein dalam kopi dan teh bisa menaikkan tekanan darah walau sementara. Kafein menaikkan tekanan darah dengan merangsang sistem kardiovaskular dan meningkatkan detak jantung.

Baca Juga: Waspada, Ini 6 Penyakit yang Berhubungan dengan Sistem Peredaran Darah

Adapun aksi pencegah hipotensi yang bisa dilakukan secara rutin:

- Makan porsi kecil lebih sering, karena makan dalam porsi besar memaksa tubuh untuk bekerja lebih keras mencerna makanan. Ini bisa menyebabkan penurunan tekanan darah dengan lebih dramatis.

- Hindari makanan tinggi karbohidrat terutama karbohidrat olahan. Karbohidrat diolah dengan cepat oleh tubuh sehingga bisa menjadi penyebab menurunnya tekanan darah dan harus diimbangi dengan minum air.

- Tidak terlalu banyak olahraga di luar ketika cuaca panas dan tidak terlalu lama dalam sauna, hot tub, dan steam room.

- Hindari tidur terlalu lama dan berdirilah dengan perlahan dari posisi duduk atau jongkok.

- Kenakan stoking kompresi, yang membantu darah mengalir ke seluruh tubuh.

The National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI) juga mengingatkan untuk menghindari situasi yang dapat memicu gejala darah rendah. Seperti berdiri terlalu lama, juga berada di kondisi yang membuat stres dan takut. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter untuk menangani hipotensi lebih lanjut.

(MDA)

Artikel Terkait