PARENTING
24 April 2018

Benarkah Diabetes Berdampak Bagi Infertilitas Pria?

Waspadai diabetes untuk kesuburan pria!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Carla
Disunting oleh Carla

Diabetes adalah salah satu penyakit silent killer yang berbahaya karena efeknya dapat menjalar ke berbagai sistem tubuh manusia tanpa disadari. Dampak diabetes sering kali tidak diketahui namun lama-kelamaan dapat menimbulkan komplikasi yang berakibat fatal dan bahkan bisa mengancam nyawa.

Menurut penelitian, dampak diabetes ini ternyata terbukti dapat mempengaruhi kesuburan pria khususnya pada kesehatan sperma.

 

Dampak Diabetes Untuk Kesehatan Sperma

Risiko kerusakan DNA pada sperma. Menurut hasil temuan sebuah penelitian oleh Jaslok Hospital and Research Centre di Mumbai, dampak diabetes dapat meningkatkan risiko kerusakan DNA pada sperma, yang mengakibatkan infertilitas.

Apoptosis sperma. Pria penderita diabetes hampir dipastikan lebih berisiko menderita apoptosis sperma (pemecahan DNA) daripada yang bukan penderita diabetes. Tingkat keguguran yang lebih tinggi pada pasangan juga dapat dikaitkan dengan hal ini.

Risiko keguguran. Diketahui bahwa pria penderita diabetes mungkin memerlukan waktu lebih lama untuk menghasilkan konsepsi pada istri mereka sehingga mungkin juga rentan terhadap risiko keguguran yang lebih tinggi.

Perubahan struktur sperma. Menurut Dr. Prochi Madon, kepala laboratorium genetika, dampak diabetes juga berpengaruh pada penurunan jumlah sperma, motilitas dan morfologi (struktur sperma) pada pria penderita diabetes. Penelitian tersebut juga menemukan bahwa jumlah sperma berkurang secara signifikan dan memengaruhi pergerakan dan tampilan sperma.

Disfungsi ereksi, atau dikenal dengan istilah impotensi yaitu ketidakmampuan mencapai atau mempertahankan ereksi. Selain gaya hidup tidak sehat, pria penderita diabetes sangat beresiko terkena impotensi.

Cara Mencegah Diabetes Untuk Meningkatkan Kualitas Sperma

Periksa kadar gula secara rutin. Tes gula darah akan membantu pasangan Moms mengetahui kadar gula darahnya dan seberapa besar peluangnya mengidap diabetes sehingga Moms bisa melakukan langkah yang benar untuk mencegahnya

Perubahan gaya hidup. Menghilangkan kebiasaan buruk dan menerapkan gaya hidup sehat dapat membantu mencegah diabetes.

Makan sehat. Konsumsilah makanan sehat yang memiliki kalori rendah, terutama lemak jenuh rendah. Tambahkan lebih banyak asupan serat, sayuran, buah segar, biji-bijian, produk susu dan sumber lemak omega 3.

Membatasi ukuran porsi makan. Mengurangi ukuran porsi makan sesuai dengan pola makan yang tepat sepanjang hari dapat mengurangi risiko obesitas dan diabetes. Pola makan tidak teratur juga menyebabkan perubahan drastis pada kadar gula darah.

Aktif secara fisik. Cara terbaik untuk tetap sehat adalah berolahraga, yang tidak hanya akan membantu pasangan Moms mencegah diabetes tetapi juga memiliki efek positif pada kesehatannya secara holistis.

Berhenti merokok. Perokok aktif maupun pasif cenderung berpeluang besar menderita diabetes. Bahkan meskipun pasangan Moms mengikuti kebiasaan sehat lainnya namun tetap merokok, itu tidak akan membantunya.

Batasi asupan alkohol. Minum alkohol akan menyebabkan kenaikan gula darah dan berisiko besar menderita diabetes.

Cukup tidur. Tidur nyenyak minimal 7-8 jam dalam sehari adalah suatu keharusan. Tidur yang cukup akan mempertahankan tingkat energi di siang hari, dan yang terpenting akan meminimalkan hasrat untuk menyantap makanan berkalori tinggi.

Mengelola stres. Semakin pasangan Moms stres, semakin dia akan cenderung mengikuti kebiasaan tidak sehat. Penelitian menunjukkan bahwa hormon stres mengubah kadar glukosa darah secara langsung dan meningkatkan risiko diabetes.

Pemeriksaan kesehatan rutin. Tidak ada bukti bahwa diabetes dapat dicegah tanpa batas waktu. Perubahan gaya hidup bisa mencegahnya selama pasangan Moms tetap berkomitmen untuk mengikutinya.

Bagaimana pasangan Moms mengatasi diabetes?

(ROS)

Artikel Terkait