BAYI
12 Agustus 2019

Benarkah Meninggalkan Bayi Tidur di Car Seat Berisiko?

Pilih car seat yang cocok untuk dan sesuai dengan anak
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Carla Octama

Salah satu alat bantu yang bisa Moms gunakan ketika ingin mengajak bayi untuk jalan-jalan menggunakan mobil adalah dengan memasang car seat.

Sesuai namanya, car seat merupakan kursi yang dibuat khusus untuk bayi dan anak-anak dengan fungsi untuk melindungi Si Kecil dari bahaya saat berkendara dengan mobil. Dengan kata lain, melindungi anak dari risiko kecelakaan dan benturan saat rem mendadak.

Alat ini mudah dilepas pasang di mobil. Saat akan bepergian kita tinggal memasangnya, jika sudah digunakan, bisa langsung dilepas. Car seat ini dinilai penting untuk melindungi anak saat bepergian.

Baca Juga: Ini Dia Daftar Perlengkapan Bayi Baru Lahir yang Harus Dibeli

Namun dalam sebuah studi baru yang dipublikasikan oleh Pediatrics, ditemukan bahwa sebanyak 63 persen kematian bayi terjadi di kursi mobil, dibandingkan dengan kereta bayi, ayunan, atau bouncers.

Penelitian menemukan sebanyak 348 kasus kematian bayi akibat car seat di Amerika Serikat dari tahun 2004 hingga tahun 2014.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Cari tahu jawabannya yuk, Moms.

Apa yang Menyebabkan Car Seat Berisiko untuk Kematian Bayi?

car seat, bahaya car seat

Foto: westplainsfd.org

Hal ini disebabkan karena penggunaan car seat yang tidak sesuai dengan petunjuk. Orang tua tidak memiliki kursi yang ukurannya cocok untuk anak, namun tetap berkendara dengan Si Kecil.

Baca Juga: Perlukah Menggunakan Car Seat untuk Bayi di Mobil?

“Kami berpikir mungkin bayi yang meninggal dalam car seat adalah bayi prematur,” ujar Jeffrey Colvin, dokter anak di Children's Mercy di Kansas City dan salah satu penulis penelitian. “Namun kami menemukan bayi yang sehat dan normal,” tambahnya.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Bukankah car seat adalah alat yang aman untuk anak saat bepergian?

Ketika bayi tidur dalam posisi sedang duduk, bagian kepala anak bisa jatuh ke arah depan, sehingga membatasi saluran udara dan menyebabkan Si Kecil berhenti bernapas

Fenomena mengerikan ini, juga dikenal sebagai posisi sesak napas (positional asphyxiation), yang menjadi penyebab 48 persen kematian bayi akibat car seat dalam sebuah studi tahun 2015 yang diterbitkan dalam The Journal of Pediatrics.

Baca Juga: Waspadai Penyebab Kematian Bayi Mendadak (SIDS)

Sedangkan sebanyak 52 persen lainnya dari kematian bayi disebabkan karena terceki tali, seringkali karena kurangnya pengawasan orang tua.

Meskipun aman membiarkan anak tidur di car seat selama perjalanan, namun membiarkannya tidur terlalu lama juga tidak baik. Solusinya, orang tua harus sering memeriksa kondisi anak saat berada di kursi mobil.

“Orang tua harus sering mengeluarkan anak dari kursi mobil agar anak bisa merasa nyaman dan tidak berada dalam posisi duduk terus-menerus,” ungkap Katherine Hutka, presiden Asosiasi Keselamatan Penumpang Anak Kanada.

Jika sudah tiba di tempat tujuan dan Moms merasa Si Kecil masih belum mendapatkan waktu tidur yang cukup, tidak apa-apa untuk membiarkannya tidur sebentar lagi. Namun jika Moms ingin segera mengeluarkan anak dari car seat, lakukan secara perlahan dan lembut. Jangan sampai Si Kecil terbangun.

Nah, sekarang Moms sudah mendapat sedikit pencerahan dan tahu apa yang harus dilakukan bukan? Semoga membantu ya Moms.

Artikel Terkait