NEWBORN
5 November 2019

Benarkah Menyusui Bayi Prematur Harus Lebih Sering?

Cari tahu berapa banyak ASI yang dibutuhkan oleh Si Kecil
Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Dina Vionetta

Menyusui bayi prematur tentu akan berbeda dengan bayi yang lahir cukup umur. Moms akan lebih mengkhawatirkan kondisinya karena Si Kecil tidak memiliki ‘bekal’ dari dalam perut seperti bayi lain. Salah satunya adalah Moms harus mencari tahu tentang ASI dan kebutuhan bayi.

Menurut artikel jurnal dalam American Academy of Pediatrics, bayi prematur meningkat daya tahan tubuhnya dan perkembangannya apabila disusui alih-alih diberi susu formula biasa.

Hal ini dikarenakan bayi prematur atau bayi yang lahir pada usia kehamilan kurang dari 37 minggu, memiliki risiko tinggi untuk masalah pertumbuhan, refluks gastroesofagus dan komplikasi lainnya.

Moms akan dihadapkan dengan banyak tantangan karena mereka menyesuaikan diri untuk memiliki bayi prematur, dan menyusui adalah satu hal yang harus dipelajari oleh Moms dan bayi sebelum pulang dari Neonatal Intensive Care Unit (NICU).

Perbedaan Bayi Prematur

Benarkah Menyusui Bayi Prematur Harus Lebih Sering 01.jpg

Foto: smartparenting.com

Menyusui bayi prematur bisa menjadi pengalaman yang sama sekali berbeda dari menyusui bayi cukup bulan. Masalah kesehatan yang mendasarinya atau ukurannya yang kecil dapat mengganggu kemampuan untuk menyusui dari payudara atau botol.

Selain itu, mereka juga mungkin memerlukan cairan infus atau selang makanan untuk mendapatkan nutrisi yang mereka butuhkan.

Bayi prematur baru diperbolehkan pulang saat mereka dapat bernapas sendiri, mampu mempertahankan suhu tubuhnya, dapat diberi makan dengan payudara atau botol, dan memiliki kenaikan berat badan.

Menurut Megan Sandlian-Tews, RN, BSN, perawat neonatal berpengalaman dari Denver Medical Medical Center, bayi prematur sering memiliki kebutuhan yang berbeda.

"ASI dari ibu bayi sendiri adalah yang terbaik untuk bayi yang prematur dan memiliki berat lahir sangat rendah. ASI dapat melindungi bayi terhadap infeksi dan sindrom kematian bayi mendadak (SIDS)," kata dia.

Baca Juga: Perhatian Ekstra untuk Stimulasi Tumbuh Kembang Bayi Prematur

Pemberian ASI pada Bayi Prematur

Benarkah Menyusui Bayi Prematur Harus Lebih Sering 02.jpg

Foto: verywellfamily.com

Dottie Land Jones, MSN, APRN, NNP-BC, perawat neonatal berpengalaman dari Rumah Sakit Sugar Land Methodist Houston mengatakan, Moms akan diberikan rencana terperinci tentang cara menyusui bayi prematur.

Jumlahnya tergantung pada apa yang dibutuhkan bayi untuk tumbuh dan berkembang.

"Ini biasanya berkisar antara 120 hingga 180 mililiter per kilogram per hari. Bayi dengan berat 2 kilogram, misalnya, harus secara optimal mendapatkan mengambil 45 mililiter ASI setiap tiga jam," katanya.

Penting untuk mengetahui bahwa setiap bayi prematur memiliki kebutuhan khusus yang berbeda, dan tidak ada rencana pemberian makan satu ukuran yang cocok untuk semua bayi.

Menurut Debra Lanning, NNP, ARNP, perawat neonatal berpengalaman dari Mednax Medical Group di Tacoma, Washington, kandungan ASI yang diberikan oleh Moms juga berperan penting.

Bayi mungkin membutuhkan lebih banyak kalori untuk berkembang dalam ASI, yang berarti Si Kecil harus menerima ASI yang diperkaya atau susu formula dengan kalori yang lebih tinggi.

"Sebagian besar bayi prematur yang berusia di bawah 35 minggu memerlukan sumber makanan yang difortifikasi. Beberapa ibu memfortifikasi ASI mereka, dan kami memberi tahu orang tua untuk mengganti dua kali takaran ASI sehari dengan susu formula berkalori tinggi," kata Debra.

Soal berat badan, Debra menjelaskan bahwa bayi prematur harus mendapatkan kenaikan 15 hingga 20 gram sehari.

"Jika bayi kesulitan meningkatkan berat badan, kami akan menambahkan fortifikasi atau menggunakan formula Neosure 22 atau 24 kalori untuk setiap pemberian makan," kata dia.

Baca Juga: Perhatian Ekstra untuk Stimulasi Tumbuh Kembang Bayi Prematur

Indikator Moms Cukup Menyusui Bayi Prematur

Benarkah Menyusui Bayi Prematur Harus Lebih Sering 03.jpg

Foto: gettyimages.com

Nancy Forsyth, MSN, RN, NNP-BC, perawat neonatal berpengalaman dari Beebe Healthcare di Lewes, Delaware menambahkan, penambahan berat badan merupakan indikator penting bagi bayi yang diberi ASI dan susu formula.

Kenaikan berat badan bayi juga harus menjadi perhatian Moms dengan cermat.

"Fortifikasi disarankan jika bayi kurang kenaikan berat badan atau tidak dapat mengonsumsi jumlah susu dengan kalori yang cukup. Bayi yang mudah lelah mungkin tidak dapat meminum cukup susu formula atau ASI dengan konsentrasi yang disarankan,” terang dia.

Secara umum, Moms akan mengetahui bayi cukup ASI atau susu formula jika buah hati buang air kecil enam hingga delapan popok basah per hari dan buang air besar satu hingga enam feses per hari.

Melihat berat badan akan sulit diprediksi, meskipun Moms harus memperkirakan bayi bertambah sekitar 15-20 gram per hari. Sebab, bayi prematur yang disusui dan diberi susu formula seringkali membutuhkan suplemen gizi tambahan.

Tak perlu terlalu khawatir dengan persoalan menyusui bayi prematur. Makanlah makanan bergizi yang akan meningkatkan produksi ASI Moms agar Si Kecil tetap sehat dan memiliki kenaikan berat badan sesuai dengan yang diinginkan.

Baca Juga: Waspadai 9 Kondisi Ibu yang Berisiko Melahirkan Bayi Prematur Ini!

(FAR/DIN)

Artikel Terkait