BAYI
19 April 2020

Benarkah Puasa Pengaruhi Produksi ASI?

Apakah benar puasa dapat memengaruhi produksi ASI? Ini ulasannya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Debora
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Produksi ASI melimpah adalah dambaan setiap ibu menyusui. Pasalnya, pertumbuhan dan perkembangan bayi sangat bergantung pada ASI, terutama pada 1000 hari dalam hidupnya. Mulai dari menguatkan sistem kekebalan tubuh bayi, menghindari infeksi, hingga meningkatkan keintiman Moms dan bayi menjadi manfaat dari ASI.

Untuk itu, banyak cara yang Moms lakukan untuk membuat produksi ASI melimpah, seperti konsumsi ASI booster, skin to skin contact dengan bayi, dan mencukupi asupan nutrisi pada setiap makanan yang Moms makan.

Menjelang Ramadan, Moms yang sedang menyusui pasti kembali galau. Apakah akan menunaikan ibadah puasa Ramadan atau tidak? Wajar sekali Moms. Saat masa menyusui, Moms sering khawatir tidak dapat menjalankan ibadah puasa.

Baca Juga: 5 Tips Lancar Menyusui Saat Puasa

Khawatir Produksi ASI Menurun karena Puasa

Benarkah Puasa Pengaruhi Produksi ASI-1.jpg

Foto: thebridgehead

Banyak hal yang menjadi kekhawatiran seperti apakah produksi ASI akan berkurang, apakah bayi tetap mendapatkan nutrisi jika Moms berpuasa, dan pertanyaan serupa lainnya. Namun, di sisi lain, Moms juga tetap ingin menjalankan ibadah puasa. Apakah boleh?

“Tentunya bisa. Hanya saja, banyak hal yang harus dipertimbangkan, seperti usia bayi, kondisi kesehatan Moms dan bayi, jangan sampai dehidrasi, dan tetap konsumsi suplemen peningkat ASI,” ujar dr. Sarah Audia Hasna, konselor laktasi saat berbincang-bincang pada Kulwap Orami Community.

Ada beberapa kondisi di mana Moms sebaiknya tidak berpuasa, di antaranya bayi masih berusia kurang dari 6 bulan dan sedang menjalani ASI eksklusif, bayi sedang sakit atau dalam masa pemulihan, atau Moms mengalami dehidrasi.

Selebihnya, jika asupan nutrisi Moms terpenuhi, puasa tetap bisa dilakukan tanpa mengganggu proses menyusui.

Lalu, apakah berpuasa akan memengaruhi produksi ASI atau membuat ASI menjadi kurang?

Puasa atau penurunan asupan kalori tidak memengaruhi produksi ASI. Jika terjadi penurunan berat badan saat berpuasa, kondisi ini berpengaruh pada kandungan lemak dalam ASI, bukan jumlahnya.

"Jika Moms sudah mempertimbangkan dan memutuskan untuk berpuasa, maka ada tips yang bisa disimak agar puasa ibu berjalan lancar dan bayi mendapat cukup ASI,” lanjut dr. Sarah, yang saat ini aktif praktik di Eka Hospital BSD.

Baca Juga: 7 Tanda Ibu Menyusui Harus Membatalkan Puasa

Tips Berpuasa untuk Ibu Menyusui

Benarkah Puasa Pengaruhi Produksi ASI-2.jpg

Foto: happyfamilyorganics

Saat menjalankan puasa dan harus menyusui, Moms tidak boleh melewatkan direct breastfeeding (DBF) selama berada di rumah. Ketika menjelang tidur, jangan lewatkan pula pumping agar ASI tetap lancar.

Selain itu, perhatikan juga asupan nutrisi yang dikonsumsi saat berbuka puasa, sahur, dan menjelang tidur. Moms harus tetap makan besar sebanyak 3 kali dengan zat gizi yang lengkap dan bukan hanya mengenyangkan saja.

“Moms dianjurkan untuk makan makanan dengan komposisi tinggi karbohidrat, protein hewani dan nabati dengan sedikit lemak, dan ditambahkan sayur serta buah. Perbanyak konsumsi air putih agar terhindar dari dehidrasi,” ungkap dr. Sarah yang sudah menjadi konselor laktasi sejak tahun 2011 lalu ini.

Beberapa makanan yang baik untuk Moms konsumsi seperti ikan salmon, tuna, daging sapi tanpa lemak, brokoli, wortel, kacang-kacangan seperti kacang hijau, edamame. Makan saat sahur dilakukan secara bertahap dan menjelang imsak Moms bisa makan kurma atau susu yang memperkuat stamina selama berpuasa.

Konsumsi vitamin C juga baik untuk membantu penyerapan zat besi, yang bisa Moms temukan pada sayuran hijau seperti brokoli atau buah-buahan seperti tomat, pepaya, mangga, dan jeruk. Selain itu, konsumsi biji-bijian juga dapat membuat tubuh Moms lebih berenergi.

Menurut International Lactation Consultant Association, asupan air putih yang cukup jadi kunci sukses menyusui saat berpuasa. Ibu menyusui yang hendak berpuasa dianjurkan untuk minum sedikit demi sedikit sepanjang waktu yang diizinkan, dari matahari terbenam hingga matahari terbit awal.

Minum terlalu banyak sebelum puasa hanya akan mengisi kandung kemih dan dikeluarkan segera setelahnya, sehingga ibu merasa haus selama sisa hari itu.

Baca Juga: Agar ASI Lancar, Ini 6 Makanan yang Baik Dikonsumsi Ibu Menyusui Saat Puasa

Ketika tubuh Moms lebih berenergi selama berpuasa, maka tidak akan mengganggu proses menyusui untuk Si Kecil. Selamat mencoba, ya!

Artikel Terkait