KESEHATAN
11 Juni 2019

Benarkah Rambut Beruban Berkaitan dengan Sistem Imun Tubuh?

Ternyata ada hubungan antara sistem kekebalan tubuh dan rambut beruban
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Intan Aprilia

Pada beberapa orang, setelah mendapatkan penyakit serius atau sebagai respons terhadap stres yang berat, rambut mereka dapat berubah menjadi abu-abu. Alasan pasti untuk ini terbukti sulit untuk dijelaskan.

Namun, sebuah studi baru menemukan hubungan mengejutkan antara sistem kekebalan tubuh dan rambut beruban. Sebelum kita mempelajari penelitian ini, ada baiknya menjelaskan apa arti uban pada tingkat biologis.

Baca Juga: Benarkah Sering Mencabut Uban Bikin Rambut Rontok?

Pengertian Rambut Beruban

Rambut Beruban

Rambut alami kita sebenarnya berwarna putih, tetapi diwarnai oleh pigmen yang disebut melanin yang diproduksi oleh sel-sel yang disebut melanosit. Sel tersebut berada di folikel rambut.

Seiring bertambahnya usia, melanosit melambat dan perlahan menghilang, mengurangi jumlah pigmen yang dihasilkan, meninggalkan kita dengan rambut beruban.

Selama ini, kita menganggap orang yang beruban pada usia yang relatif muda biasanya disebabkan karena faktor geentik, namun ternyata ada penyebab lain di balik kondisi tersebut.

Baca Juga: Masih Muda Tapi Rambut Sudah Beruban, Bisa Jadi Karena Faktor-Faktor Ini

Interferon dan Uban

Rambut Beruban

Baru-baru ini, para peneliti di National Institutes of Health (NIH) dan University of Alabama di Birmingham menemukan beberapa petunjuk rambut beruban di tempat yang tak terduga, yakni sistem kekebalan tubuh.

Interferon berfungsi penting karena merupakan protein alami yang diproduksi tubuh sebagai respon dalam melawan senyawa berbahaya.

Menurut William Pavan, Kepala Cabang Penelitian Penyakit Genetik di National Human Genome Research Institute NIH, penemuan baru ini menunjukkan bahwa gen yang mengendalikan pigmen pada rambut dan kulit, juga bekerja untuk mengendalikan sistem kekebalan tubuh.

“Penelitian ini memberi kita lebih banyak informasi tentang mengapa orang memiliki uban lebih cepat atau setelah sakit dan stres. Ini akan membantu kita memahami penyakit pigmentasi dengan keterlibatan sistem kekebalan tubuh bawaan, seperti vitiligo,” ujarnya.

Vitiligo adalah suatu kondisi yang menyebabkan hilangnya warna kulit alami, karena sel-sel kehilangan kemampuan untuk memproduksi melanin.

Kondisi ini biasanya terjadi pada sekitar 0,5% hingga 1% dari populasi manusia. Perubahan warna tersebut disebabkan oleh pengurangan jumlah melanosit.

Baca Juga: 6 Fakta Tentang Rambut Beruban yang Wajib Diketahui

MITF dan Interferon

Rambut Beruban

Sebelumnya, tim peneliti telah menemukan bahwa protein yang disebut MITF (Melanogenesis-Related Transcription Factor) mengendalikan gen untuk membuat pigmen warna rambut.

Penelitian baru menemukan bahwa MITF sebenarnya dapat mematikan gen untuk protein anti-virus yang disebut interferon.

Ketika para peneliti memicu respon anti-virus pada tikus, ditemukan bahwa tikus yang memiliki kadar protein yang rendah ini akhirnya kehilangan melanosit dan mengembangkan bulu abu-abu. Karena ini adalah studi pada tikus, masih belum jelas sejauh mana mekanisme ini bisa bekerja dalam kasus manusia.

Tetapi William menunjuk bahwa itu mungkin salah satu alasan yang mungkin mengapa beberapa orang tiba-tiba memiliki rambut beruban saat masih muda.

"Mungkin, pada orang yang sehat namun sudah memiliki rambut beruban, mereka mendapatkan infeksi virus setiap hari yang menyebabkan penurunan melanosit dan sel batang melanosit yang mengakibatkan lebih cepat beruban," katanya.

Hasil lain yang juga penting dari penelitian tersebut juga dapat menjelaskan gangguan pada pigmentasi kulit, selain memengaruhi pigmentasi rambut.

"Ini akan membantu kita memahami penyakit pigmentasi dengan keterlibatan sistem kekebalan tubuh bawaan seperti vitiligo," tambahnya.

Meski belum ada percobaan pada manusia, hasil penelitian ini bisa menjadi acuan bagi kita untuk selalu memelihara kesehatan diri dan keluarga.

(FAR/INT)

Artikel Terkait