KESEHATAN
7 Mei 2019

Benarkah Sodium Lauryl Sulfate (SLS) Pada Sampo Menyebabkan Rambut Rontok?

Selalu cek bahan-bahan sampo sebelum menggunakannya
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Orami

Penyebab rambut rontok terbesar terjadi karena faktor genetika. Biasanya terjadi secara tiba-tiba atau rontok dengan cepat.

Jenis kerontokan rambut ini paling sering terjadi karena stres, kondisi, medis atau bahkan sesuatu yang sederhana seperti keramas berlebihan.

Jika rambut rontok karena keramas yang berlebihan, hal tersebut bisa terjadi karena adanya bahan deterjen yang umum disebut sodium lauryl sulfate.

Apakah Moms sering mendengar bahan tersebut? Jadi, benarkah sodium lauryl sulfate menyebabkan rambut rontok dan rusak?

Baca Juga: 9 Cara Mengatasi Rambut Rontok Dengan Bahan-Bahan Alami Ini

Apa Itu Sodium Lauryl Sulfate?

Benarkah Sodium Lauryl Sulfate pada Sampo Menyebabkan Rambut Rontok -1.jpg

Sodium lauryl sulfate (SLS), adalah bahan kimia yang disebut surfaktan, atau lebih umum disebut deterjen.

Selain itu, SLS memiliki sifat pengemulsi yang memungkinkannya untuk mengikat dengan kotoran dan minyak di rambut dan sifatnya yang mampu membuat busa.

Produsen shampo umumnya menggunakan SLS sebagai bahan deterjen dalam shampo karena harganya murah, dan dengan penambahan garam dapat menjadi kental.

Sulfat adalah bahan kimia yang digunakan sebagai pembersih. Mereka dapat ditemukan dalam pembersih rumah tangga, deterjen, dan bahkan sampo.

Sulfat dianggap sebagai bagian penting dalam sampo. Namun, penggunaan sulfat dalam sampo telah menjadi kontroversi dalam beberapa dekade terakhir.

Beberapa orang percaya bahwa sulfat secara langsung dapat merusak kesehatan. Karena sampo yang digunakan setiap hari akan menyebabkan risiko serius.

Sulfat pernah dianggap sebagai penyebab kanker, tetapi bukti ilmiah lebih lanjut membantah klaim ini.

Namun, ini tidak berarti bahwa sampo yang mengandung sulfat aman atau sesuai untuk semua orang.

SLS dapat merusak jenis rambut tertentu, dan bahkan dapat menyebabkan iritasi kulit pada beberapa orang.

Baca Juga: Mitos Atau Fakta, Keramas Setiap Hari Bikin Rambut Rusak?

Kapan Seseorang Harus Menghindari Sulfat?

Benarkah Sodium Lauryl Sulfate pada Sampo Menyebabkan Rambut Rontok -3.jpg

Walaupun sulfat efektif menghilangkan kotoran dan minyak dari rambut, masalahnya adalah bahan-bahan ini bisa terlalu kuat bagi sebagian orang.

Moms mungkin tidak cocok dengan sampo SLS jika memiliki kulit atau rambut sensitif, atau jika memiliki alergi atau sensitivitas terhadap jenis bahan kimia ini.

Menurut sebuah laporan yang diterbitkan dalam Journal of American College of Toxicology, walaupun potensi iritasi kulit meningkat dalam hubungan langsung dengan berapa banyak SLS dalam produk yang digunakan, setiap konsentrasi lebih dari 2 persen akan menyebabkan iritasi kulit.

Sampo bebas SLS direkomendasikan oleh American Academy of Dermatology (AAD) untuk penderita rosacea. AAD juga mengatakan Moms harus menghindari sulfat jika memiliki eksim, dermatitis kontak, atau kulit sensitif.

Potensi efek busa dari sampo SLS dapat mengiritasi kondisi kulit jenis ini. Reaksi alergi juga mungkin terjadi jika Moms sensitif terhadap sulfat. Jika ini masalahnya, perhatikan gejala seperti kemerahan, ruam kulit, pembengkakan (radang), dan rasa gatal.

Moms juga mungkin ingin menghindari sulfat jika memiliki rambut kering atau halus. Jenis rambut ini lebih rapuh, dan efek sampo sulfat yang terlalu banyak dapat menghilangkan minyak alami yang dibutuhkan untuk menjaga agar helai rambut tetap sehat.

Selain itu, sulfat diketahui menyebabkan rambut kusut. Ketika sulfat melakukan kontak dengan rambut, mereka menciptakan muatan listrik negatif, yang dapat membuat rambut kusut setelah keramas. Jika memiliki rambut keriting, sebaiknya jangan pakai sampo SLS.

Baca Juga: 5 Kesalahan Merawat Rambut Keriting yang Membuatnya Gampang Rusak

Apa Kata Ahli Tentang Sampo SLS?

Benarkah Sodium Lauryl Sulfate pada Sampo Menyebabkan Rambut Rontok -2.jpg

Menurut National Toxic Encephalopathy Foundation (NTEF), penggunaan sampo yang mengandung SLS secara tidak tepat dapat menyebabkan kerontokan rambut.

NTEF menambahkan, rambut rontok diakibatkan oleh pembilasan yang tidak bersih yang menyebabkan endapan SLS dalam folikel rambut. Dia akan menembus kulit kepala dan merusak folikel rambut, lalu menyebabkan rambut rontok.

SLS juga memengaruhi laju pertumbuhan rambut baru. Selain itu, NaCL atau garam yang digunakan sebagai zat penebalan rambut malah akan mengeringkan rambut dan meningkatkan potensi kerusakan, juga berkontribusi pada kerontokan rambut.

Baca Juga: 5 Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Menggunakan Dry Shampoo

Bagaimana Meminimalisir Dampak SLS?

Benarkah Sodium Lauryl Sulfate pada Sampo Menyebabkan Rambut Rontok -4.jpg

Sulfat tidak selalu menimbulkan risiko kesehatan bagi semua pengguna. Namun, jika Moms memiliki kepekaan terhadap sulfat atau jika rambut kering, halus, atau rusak, mungkin yang terbaik adalah memilih jenis sampo yang berbeda.

Pembilasan yang cermat dan menyeluruh sangat penting untuk memastikan tidak ada sampo yang tersisa di rambut.

Cara lain untuk mencegah kerontokan rambut adalah berhenti menggunakan sampo yang mengandung SLS, atau berganti-ganti antara sampo yang mengandung SLS dan yang menggunakan bahan deterjen lain. Natrium laureth sulfate adalah bahan deterjen yang lebih aman dan tidak menyebabkan iritasi.

Jadi, apakah sampo SLS menjadi penyebab utama kerontokan rambut Moms? Sudah menentukan akan menggunakan sampo apa?

(FAR/INT)

Artikel Terkait