BAYI
30 April 2020

Benarkah Susu Menyebabkan Lendir Berlebih?

Disimak dengan baik ya, Moms!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Gladys
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Saat bayi sedang mengalami batuk pilek, mungkin Moms pernah mendapatkan saran untuk tidak memberikan bayi susu, hingga bayi sembuh.

Mitosnya, pemberian susu saat bayi pilek dapat membuat produksi lendir bertambah, sehingga membuat bayi tidak nyaman dan penyakitnya menjadi lebih berat.

Namun mitos ini akhirnya dipatahkan oleh ahli kesehatan yang menyebutkan bahwa susu bukan penyebab lendir saat pilek atau asma.

Mitos Susu Menyebabkan Lendir

1 Mitos Susu Menyebabkan Lendir.jpg

Foto: StockSnap – Pixabay.com

Mitos yang menyebutkan bahwa susu dapat menyebabkan produksi lendir berlebih kemungkinan besar beredar luas dimulai pada abad ke-12.

Berdasarkan catatan seorang spesialis pediatrik pernapasan dari Royal Brompton Hospital, London, Dr Ian Balfour-Lynn dalam artikel yang diterbitkan dalam Achives of Childhood Disease, kala itu, seorang filsuf bernama Maimonides menuliskan bahwa susu dapat menyebabkan ‘rasa penuh di kepala’.

Mitos itu pun masih terus dipercaya, bahkan hingga tertuang dalam buku Dr Spock’s Baby and Childcare yang diterbitkan tahun 2011. Kini, Dr Ian Balfour jugalah yang berusaha menyanggah mitos tersebut dan meluruskan bahwa susu bukan penyebab lendir saat pilek atau asma.

Baca Juga: Batuk Berdahak Hingga Mengeluarkan Lendir, Ini Cara Menyembuhkannya

Munculnya Rasa Pekat

2 Munculnya Rasa Pekat.jpg

Foto: Minnie Zhou - Unsplash.com

Selain meluruskan bahwa susu bukan penyebab lendir saat pilek atau asma, Dr Ian juga menjabarkan tentang mengapa mulut terasa lebih pekat saat minum susu.

Menurutnya, susu yang tercampur dengan air liur dan beberapa jumlah yang masih tetap terasa di mulut meski sudah tertelan memengaruhi persepsi sensorik, baik dari segi lapisan ketebalan mulut dan setelah merasa.

“Meski tekstur susu membuat sebagian orang merasa lendir dan air liur mereka menjadi lebih pekat dan sulit untuk ditelan, namun tidak ada bukti dan memang bukti sebaliknya bahwa susu menyebabkan sekresi lendir yang berlebihan,” ungkap Dr. Ian, seperti dikutip dari thebump.com.

Sehingga Dr. Ian menyarankan untuk tidak menjadikan hal tersebut sebagai penghambat Moms untuk memberikan bayi susu. Karena pada dasarnya, susu bermanfaat untuk anak sebagai sumber kalori, kalsium, dan vitamin yang baik.

Baca Juga: 5 Cara Mengencerkan Lendir Saat Bayi Flu

Kemungkinan Alergi

3 Kemungkinan Alergi.jpg

Foto: mommabe.com

Meski berusaha meluruskan mitos susu bukan penyebab lendir saat pilek atau asma, namun ahli kesehatan lainnya tidak sepenuhnya setuju dengan logika tersebut.

“Saya katakan pada pasien, jika mereka merasa mengalami produksi lendir berlendir atau masalah lainnya, termasuk asma, maka mungkin sebaiknya tidak usah minum susu sama sekali.

Atau minum sedikit susu saja,” ungkap profesor medis dan Direktur Center for Human Nutrition di David Geffen School of Medicine, University of California, Los Angeles, Dr. Zhaoping Li, seperti dikutip dari today.com.

Hal paling penting, terutama untuk anak-anak adalah mereka perlu mendapatkan nutrisi terbaik lainnya jika tidak dapat mengonsumsi susu. Misalnya dari jenis sayuran yang kaya akan kalsium atau mengonsumsi jenis susu lainnya.

Baca Juga: Lakukan 5 Cara Ini untuk Mencegah Flu Pada Bayi

Meski menurut ahli kesehatan susu bukan penyebab lendir saat pilek atau asma, ada baiknya Moms juga berkonsultasi dengan Dokter jika melihat bayi mengalami penurunan kesehatan saat minum susu.

Artikel Terkait