KESEHATAN
31 Oktober 2019

Benarkah Talasemia Terjadi Karena Turunan?

Bagaimana talasemia bisa terjadi? Apakah penyakit ini termasuk dalam kategori berbahaya?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Intan Aprilia

Talasemia adalah kelainan darah di mana tubuh membentuk hemoglobin yang tidak normal. Hemoglobin adalah molekul protein dalam sel darah merah yang membawa oksigen.

Jika pada orang normal hemoglobin akan berbentuk kepingan besar, pada penderita talasemia mereka akan berbentuk pecahan kecil-kecil yang tidak beraturan.

Ketika hemoglobin kita bermasalah, tentu ada banyak hal yang bisa terjadi pada tubuh kita. Seperti lebih mudah lelah, anemia, bahkan jika talasemia terjadi pada anak mereka akan mengalami pertumbuhan yang lambat.

Jadi apa penyebab talasemia? Apa benar talasemia terjadi karena turunan dan tidak bisa dihindari?

Baca Juga: Kenali Perbedaan Anemia dengan Talasemia, Jangan Sampai Salah Diagnosa!

Penyebab Talasemia

Penyebab talasemia

Penyebab talasemia adalah ketika ada kelainan atau mutasi pada salah satu gen. Kita dapat mewarisi kelainan genetik ini dari orang tua.

Dilansir dari Mayo Clinic, talasemia mengganggu produksi normal hemoglobin dan sel darah merah yang sehat. Ini menyebabkan anemia.

Dengan anemia, darah kita tidak memiliki cukup sel darah merah untuk membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh.

Bila hanya salah satu dari orang tua yang menjadi pembawa talasemia, kita hanya akan terkena talasemia minor.

Jika ini terjadi, kita mungkin tidak memerlukan perawatan. Bahkan kebanyakan orang dengan talasemia minor tidak memiliki gejala apa-apa selain kelelahan biasa.

Namun, jika kedua orang tua kita adalah pembawa talasemia, kita memiliki peluang lebih besar untuk mewarisi bentuk penyakit yang lebih serius.

Moms bahkan perlu transfusi darah secara teratur supaya menjaga kecukupan sel darah merah dalam tubuh.

Baca Juga: Hamil Ketika Menderita Talasemia, Berbahayakah?

Diagnosis Talasemia

Penyebab talasemia

Jika dokter mendiagnosis talasemia, mereka akan mengambil sampel darah. Kemudian sampel ini akan dikirim ke laboratorium untuk diuji anemia dan hemoglobin abnormal.

Teknisi lab juga akan melihat darah di bawah mikroskop untuk melihat apakah sel darah merah berbentuk aneh.

Sel darah merah yang berbentuk tidak normal adalah tanda talasemia. Tergantung pada jenis dan tingkat keparahan talasemia, pemeriksaan fisik juga dapat membantu dokter dalam membuat diagnosis.

Pencegahan Talasemia

Penyebab talasemia

Sayangnya, karena penyakit ini merupakan penyakit bawaan kita tidak dapat mencegah talasemia. Yang bisa Moms lakukan hanyalah memilih diet yang sehat dan berolahraga secara teratur untuk mengatasi kelelahan, serta mengurangi makanan yang mengandung zat besi.

Orang dengan penyakit talasemia memang tidak dapat mengolah zat besi dalam tubuhnya. Sehingga seringkali terjadi penumpukan zat besi di dalam tubuh. Sedangkan terlalu banyak zat besi dapat merusak jantung, hati, dan sistem endokrin.

“Meresepkan zat besi untuk pasien dengan talasemia bisa berbahaya karena zat besi dapat menimbun ke tingkat beracun, karena tubuh pasien tidak dapat memecahnya secara normal,” ungkap Dr. Khaled El-Ghariani, seorang konsultan hematologi yang berbasis di Rumah Sakit Pendidikan Sheffield Royal Hallamshire.

Baca Juga: Gampang Lemas Bisa Jadi Gejala Talasemia pada Bayi

Jadi, bagi Moms yang memiliki turunan talasemia, tidak perlu takut. Moms tetap dapat menjalani aktivitas secara normal, tetapi harus menjaga pola makan dan olahraga supaya tetap sehat ya!

Artikel Terkait