PROGRAM HAMIL
19 Agustus 2018

Benarkah Vitamin D Dapat Menambah Kesuburan?

Yuk, tambah asupan vitamin D dalam tubuh!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh andia.ratna
Disunting oleh andia.ratna

  

Vitamin D adalah hormon steroid yang memengaruhi hampir setiap sel dalam tubuh dan terkait erat dengan kondisi kesehatan mulai dari penyakit kanker hingga jantung. Sebuah laporan baru menunjukkan bahwa paparan sinar matahari dan konsumsi makanan mengandung vitamin D juga dapat menambah kesuburan pada pria dan wanita.

Apakah Vitamin D Memengaruhi Kesuburan?

Para peneliti melaporkan dalam European Journal of Endocrinology bahwa kekurangan vitamin D dapat berdampak pada kesuburan dalam berbagai cara, diantaranya adalah:

  1. Sindrom ovarium polikistik (PCOS): Wanita dengan PCOS sering kekurangan vitamin D yang dikaitkan dengan gangguan metabolisme termasuk resistensi insulin dan infertilitas.
  1. Rendahnya Anti-Muellerian Hormone (AMH): Sebuah studi mencatat bahwa jika wanita kekurangan vitamin D dan memiliki kadar AMH rendah, maka akan berdampak pada rendahnya persediaan sel telur.
  1. Bayi tabung (IVF): kadar darah dengan vitamin D yang tinggi pada wanita juga berkorelasi dengan tingkat kehamilan yang lebih tinggi dengan bayi tabung (IVF).
  1. Gangguan reproduksi: Vitamin D juga berdampak pada endometriosis, gangguan endokrin perempuan yang paling umum, serta penurunan kadar hormon progesteron dan estrogen yang mengatur siklus haid dan meningkatkan kemungkinan keberhasilan konsepsi.
  1. Kualitas Sperma: Dua parameter utama kualitas sperma adalah motilitas (gerakan) dan morfologi (bentuk) yang dapat dipengaruhi oleh kadar vitamin D. Dalam sebuah penelitian, rendahnya kadar vitamin D cenderung memiliki persentase motilitas sperma yang lebih tinggi. Vitamin D juga sangat penting untuk perkembangan inti sel sperma yang sehat, dan membantu menjaga kualitas air mani dan sperma. Vitamin D juga meningkatkan kadar testosteron, yang dapat meningkatkan libido.

Apakah Dampak Vitamin D Pada Kehamilan?

Menurut Dr. Eva Morales dalam penelitian “Circulating 25-hydroxyvitamin D3 in Pregnancy and Infant Neuropsychological Development menyebutkan bahwa kekurangan vitamin D untuk kehamilan dapat memengaruhi perkembangan otak bayi.

Vitamin D mengatur perkembangan dan fungsi plasenta sehingga kekurangan vitamin D selama kehamilan dapat meningkatkan risiko pre-eklampsia, persalinan prematur, operasi caesar, resistensi insulin, gangguan glukosa dan diabetes selama kehamilan.

Bagaimana Cara Meningkatkan Kadar Vitamin D?

Berikut adalah beberapa cara meningkatkan kadar vitamin D:

  1. Suplemen vitamin D. Jika Moms sedang hamil atau berupaya untuk hamil, pertahankan dosis suplemen vitamin D paling tidak 2000IU setiap hari, kecuali dokter menganjurkan secara khusus untuk dosis yang lebih tinggi.
  1. Paparan sinar matahari. Berjemur di bawah sinar matahari selama 5-15 menit secara signifikan dapat meningkatkan kadar vitamin D. Sangat penting untuk dicatat bahwa tabir surya dapat menghalangi sintesis vitamin D, sehingga sebaiknya berjemurlah tanpa tabir surya untuk waktu yang singkat saja.
  1. Makanan mengandung vitamin D. Makanan mengandung vitamin D adalah ikan, susu, kuning telur, dan daging. Ikan terbaik meliputi ikan salmon, tuna, baronang, sarden, dan nila, yang juga rendah merkuri. Susu dan pengganti susu seperti susu almond, kelapa, juga kaya dengan vitamin D.

Apakah meningkatkan asupan vitamin D sangat bermanfaat untuk Moms?

 

<ROS>

 

 

Artikel Terkait