2-3 TAHUN
9 Oktober 2020

Benarkah White Noise Bantu Bayi Tidur Lebih Nyenyak?

Bisa membantu menenangkan bayi lho, Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Untuk mendapatkan waktu tidur bayi yang berkualitas, Moms akan melakukan banyak hal. Sebut saja menyediakan selimut, menggendong, menyanyikan lagu, membacakan buku, memakaikan baju yang nyaman, hingga menggunakan white noise untuk bayi. Jika dilakukan secara terus menerus, itu akan menjadi kebiasaan.

Salah satu yang sering digunakan adalah white noise. Sebenarnya, white noise adalah suara yang dihasilkan dari kondisi sekitar seperti suara vacuum cleaner, mesin cuci, blender, hairdryer dan sebagainya. Itu berfungsi agar membuat tidur lebih lelap. Kini, Moms bisa membeli mesin white noise khusus atau mengunduh aplikasinya dalam gadget.

Namun, apakah ada efek samping jika selalu menggunakan white noise untuk bayi agar tertidur dengan pulas setiap waktu? Bagi Dr. Harvey Karp, dokter anak yang juga penulis buku Happiest Baby on the Block, hal tersebut tidak perlu terlalu dikhawatirkan.

Benarkah white noise membantu bayi tidur nyenyak?

Pengertian White Noise

Benarkah White Noise Bantu Bayi Tidur Lebih Nyenyak? 1

Foto: babydocclub.ie

Dalam laman situs kesehatan Healthline disebutkan bahwa white noise mengacu pada suara yang menutupi suara lain yang mungkin terjadi secara alami di lingkungan.

Jika Moms tinggal di kota, misalnya, white noise dapat membantu menghalangi suara yang berhubungan dengan lalu lintas.

Suara-suara spesifik dapat digunakan untuk membantu tidur menjadi lebih lelap, terlepas dari kebisingan lingkungan. Contohnya termasuk suara hutan hujan atau suara pantai yang menenangkan.

Bahkan pada mesin white noise yang dirancang khusus untuk bayi juga dilengkapi dengan instrumental lagu pengantar tidur atau bahkan tiruan suara detak jantung.

Baca Juga: 5 Teknik Ampuh Untuk Menenangkan Bayi Menangis

White Noise Membantu Bayi Tidur Nyenyak

Benarkah White Noise Bantu Bayi Tidur Lebih Nyenyak? 2

Foto: pixabay.com

White noise sangat membantu menghalangi suara di luar,” kata Dr Gretchen Petterway, seorang dokter anak di CHRISTUS Physician Group di Shreveport, Lousiana, seperti dikutip dari Today.

“Bukan hanya membantu mencegah bayi terbangun karena mendengar suara seperti sirine, televisi dan suara-suara bising lainnya di luar ruangan, white noise juga menciptakan suasana lebih tenang, yang dapat menenangkan bayi.”

Selain itu, sebuah studi yang diterbitkan PubMed pada tahun 1990 telah menunjukkan bahwa ketika terpapar white noise, kemungkinan bayi untuk tertidur nyenyak meningkat lebih dari tiga kali lipat (dari 25 persen menjadi 80 persen). Namun dengan catatan bahwa bayi dalam kondisi kenyang sebelum ditidurkan.

White Noise melalui CD vs Smartphone

Benarkah White Noise Bantu Bayi Tidur Lebih Nyenyak? 3

Foto: pexels.com

Dr Harvey Karp melalui situs Happiest Baby menyarankan untuk memutar white noise melalui CD atau MP3. CD dan rekaman digital sangat bagus digunakan di mobil selama perjalanan untuk menghibur Si Kecil saat tiba-tiba rewel.

Sebaliknya, tidak disarankan untuk menggunakan smartphone untuk memutar white noise. Smartphone dapat mengeluarkan radiasi gelombang mikro sehingga saat menggunakannya di sekitar Si Kecil harus selalu dalam mode pesawat.

Baca Juga: Wajib Tahu, Arti 7 Jenis Tangisan Bayi dan Cara Tepat Menenangkannya

Speaker pada perangkat seperti smartphone, laptop ataupun komputer dianggap tidak dapat menghasilkan suara terbaik untuk bayi.

Suara yang dihasilkan biasanya cenderung terlalu nyaring, bukan suara yang dalam dan bergemuruh seperti yang didengar bayi di dalam rahim.

Penggunaan White Noise

Benarkah White Noise Bantu Bayi Tidur Lebih Nyenyak? 4

Foto: babyscience.info

Seperti halnya dengan bedongan, Dr Harvey Karp menyarankan untuk tidak menggunakan white noise selama 24 jam sehari.

Moms dapat memainkannya untuk menenangkan Si Kecil saat rewel atau selama tidur siang dan malam.

Penggunaan Mesin Pemutar White Noise Untuk Bayi?

Benarkah White Noise Bantu Bayi Tidur Lebih Nyenyak? 5

Foto: autism.my

Dalam sebuah studi yang diterbitkan di jurnal Pediatrics pada April 2014, menemukan bahwa paparan rutin terhadap white noise melalui mesin pemutar khusus dapat memengaruhi perkembangan pendengaran, berbicara, dan bahasa bayi.

Penulis dalam penelitian ini merekomendasikan untuk menempatkan mesin pemutar white noise lebih dari 200 sentimeter dari tempat tidur bayi dan menurunkan volumenya guna melindungi pendengaran bayi.

Baca Juga: Yuk Stimulasi Pendengaran Bayi dengan 6 Cara Mudah Ini!

White Noise Tidak Membuat Kecanduan

Terlalu Sering Gunakan White Noise Apakah Bayi Akan Ketergantungan -1.jpg

Foto: Babydocclub.ie

"Kita semua menggunakan isyarat untuk membantu tertidur. Bayi memang belajar dan berharap bahwa keadaan akan sama setiap malam dan bayi tergantung pada suara segera setelah lahir. Itu karena di dalam rahim mereka mendapatkan suara konstan yang sekeras penyedot debu," kata Harvey.

Harvey menambahkan, mengkhawatirkan efek samping white noise untuk bayi adalah seperti khawatir orang dewasa kecanduan tidur menggunakan guling.

“Jadi, mari berikan mereka sensasi yang akan membantu mereka tidur dan akan membuat mereka lebih bahagia. Dan ini juga akan membantu Anda tidur juga," jelasnya.

Meski begitu, Harver merekomendasikan untuk tidak menggunakan white noise setiap hari. ”Mendengar suara-suara yang ada di rumah, selama berjam-jam sehari, akan membantu anak Anda menguasai nuansa semua suara menarik yang ada di sekitarnya, seperti pidato, suara obrolan, denting jam, musik dan sebagainya," kata dia.

Cermati Volume White Noise

Terlalu Sering Gunakan White Noise Apakah Bayi Akan Ketergantungan -2.jpg

Foto: Everymum.ie

Meski tidak menyebabkan ketergantungan, Moms juga harus mengecek volume mesin atau aplikasi white noise. Dalam penelitian tahun 2014, American Academy of Pediatrics (AAP) menguji 14 mesin white noise yang dirancang untuk bayi dan menemukan bahwa semuanya melebihi batas kebisingan yang disarankan, karena seharusnya harus 50 desibel seperti yang telah ditentukan.

Blake Papsin, kepala Otolaringologi Pediatrik di SickKids dan salah satu penulis penelitian mengatakan, jika 85 desibel terlalu keras untuk orang dewasa, maka itu mungkin terlalu keras untuk bayi. Tetapi karena belum ada penelitian tentang gangguan pendengaran sebagai efek samping white noise untuk bayi, tidak mungkin baginya untuk mengatakan seberapa banyak suara yang aman.

“Kami tahu 85 desibel berbahaya bagi orang dewasa, jadi apakah 60 desibel aman? Mungkin, tetapi tidak jika terus menyala sepanjang malam," kata Blake.

Sampai para peneliti mengetahui lebih banyak tentang efek samping white noise untuk perkembangan pendengaran bayi, Blake berpikir orang tua harus mengikuti pedoman.

Baca Juga: 3 Cara Mengatasi Bayi Susah Tidur Menurut Islam, Moms Wajib Tahu!

Dokter anak sering merekomendasikan white noise harus ditempatkan setidaknya 7 kaki dari bayi dan volumenya harus di bawah pengaturan volume maksimum yang biasanya 50 desibel.

Namun karena 50 desibel dianggap cukup sepi karena kira-kira setara dengan percakapan normal atau lingkungan kantor, mengikuti pedoman 50-desibel atau kurang bisa berarti sama sekali mematikan mesin.

"Enam puluh desibel setara dengan percakapan, jadi saya merasa nyaman dengan itu," katanya.

Setidaknya, white noise tetap direkomendasikan untuk tidur bayi untuk Moms yang berjuang dengan bayi yang kolik atau kurang tidur.

"Jika anak Anda tidak tidur dan itu memengaruhi kesehatan mental Anda, saya pikir sedikit kebisingan pada volume yang masuk akal adalah nilai tambahnya," kata dia.

Jadi, memang benar bahwa white noise membantu bayi tidur nyenyak ya, Moms. Namun, harus tetap memperhatikan penggunaannya yang aman untuk bayi sesuai dengan tips dari para dokter dan ahli yang telah dirangkum di atas.

Untuk menghindari efek samping white noise untuk bayi, Moms bisa menyetelnya sesuai dengan rasa nyaman yang ditunjukkan oleh bayi. Apakah Moms tertarik untuk mencobanya?

Artikel Terkait