NEWBORN
18 Juni 2019

Benjolan Pada Alat Vital Si Kecil, Waspadai Hernia pada Bayi

Bayi laki-laki memiliki risiko lebih tinggi mengidap inguinal hernia dibanding bayi perempuan.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dina
Disunting oleh Dina

Tidak hanya orang dewasa, rupanya hernia pada bayi juga bisa terjadi. Salah satu jenis hernia pada bayi adalah inguinal hernia yang ditandai dengan munculnya benjolan dekat alat kelamin bayi.

Baik bayi laki-laki maupun perempuan memiliki risiko mengalami inguinal hernia. Mari gali lebih dalam mengenai inguinal hernia pada bayi dan mengetahui pengobatan yang tepat saat bayi mengalaminya.

Inguinal Hernia Pada Bayi

Benjolan Pada Alat Vital Si Kecil, Waspadai Hernia pada Bayi 01.jpg

Hernia pada bayi dapat terjadi di segala usia, namun paling umum terjadi pada bayi baru lahir. Biasanya hernia pada bayi baru lahir baru terlihat setelah beberapa minggu atau bulan kehidupan bayi.

Sekitar 3-5% bayi yang lahir dengan sehat bisa mengalami inguinal hernia pada bayi. Sedangkan pada bayi prematur, kemungkinan inguinal hernia pada bayi bisa meningkat hingga 30%.

Inguinal hernia pada bayi biasanya terlihat dari munculnya tonjolan di selangkangan atau skrotum.

“Tonjolan umumnya semakin terlihat saat bayi mengejan atau menangis. Lalu tonjolan bisa hilang atau mengecil pada malam hari saat bayi tidur atau sedang santai,” ungkap Andre Hebra, MD, seperti dikutip dari emedicine.medscape.com.

Mengejan dan menangis tidak menyebabkan hernia pada bayi, meski ada mitos yang mengatakan demikian. Tonjolan pada inguinal hernia bisa keras dan menyakitkan pada bayi, namun bisa juga tidak.

Baca Juga: Kaitan Hernia dan Disfungsi Seksual, Benarkah Memicu Kemandulan pada Pria?

Penyebab Hernia Pada Bayi

Benjolan Pada Alat Vital Si Kecil, Waspadai Hernia pada Bayi 02.jpg

Inguinal hernia pada bayi laki-laki berawal dari perkembangan bayi di dalam rahim. Testis bayi laki-laki pertama tumbuh di perutnya dan akan berkembang menyusuri terowongan ke dalam skrotum.

Terowongan ini juga ada pada bayi perempuan, sehingga inguinal hernia pada bayi perempuan juga bisa terjadi. Kadangkala, terowongan ini tidak menutup, meninggalkan celah dari perut ke kanal inguinal dimana usus atau ovarium dapat terperangkap, sehingga menyebabkan inguinal hernia pada bayi.

Tidak ada hal yang bisa Moms lakukan untuk mencegah terjadinya hernia pada bayi, karena hernia adalah produk anatomi fisik, dimana merupakaan bawaan dari lahir.

Baca Juga: Istri Ustaz Maulana Meninggal Akibat Kanker Usus, Kenali 7 Gejalanya!

Pengobatan Inguinal Hernia Pada Bayi

Inguinal hernia pada bayi dapat didiagnosis melalui gejala tonjolan di bagian alat vitalnya. Dokter juga dapat melakukan rontgen perut atau ultrasound untuk memastikan ada tidaknya inguinal hernia pada bayi, terutama jika tonjolan hernia pada bayi keras dan sulit untuk digerakkan.

Untuk menghindari terjadinya komplikasi, inguinal hernia pada bayi perlu mendapatkan penanganan segera dengan tindakan operasi.

“Dokter anak akan merujuk bayi ke ahli bedah anak, untuk mendorong usus kembali ke posisi yang tepat dan mengamankannya dengan cara menyatukan otot-otot perut secara bersamaan di bagian atasnya,” ungkap perawat bersertifikat, Jennifer L.W. Fink, seperti dikutip dari thebump.com.

Baca Juga: Anak Sering Mengeluh Sakit Perut? Kenali 5 Penyebabnya Di Sini!

Pembedahan hernia pada bayi terjadi dengan anastesi atau bius umum, dan biasanya bayi dapat pulang di hari yang sama setelah selesai menjalani prosedur operasi di rumah sakit.

(GS)

Artikel Terkait