KESEHATAN
1 Maret 2020

Penyebab Demensia, Benarkah Bisa karena Benturan Kepala?

Tergantung dari seberapa kuat hantaman yang terjadi
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Carla Octama

Benturan di kepala, mungkin seringkali dialami. Baik itu oleh anak-anak maupun orang dewasa.

Meski bagian kepala kita terlindungi oleh tengkorak kepala, bagian otak juga rentan mengalami masalah ketika terjadi benturan keras.

Jangan sepelekan benturan yang terjadi dikepala. Mengapa? Karena benturan keras di kepala ini bisa menjadi cikal bakal terjadinya cedera susunan saraf (neurotrauma) di otak.

Baca Juga: Bagaimana Cara untuk Menghindari Alzheimer? Ini 3 Kiatnya

Trauma yang terjadi di otak kemudian akan menyebabkan pembengkakkan otak dan berkembang menjadi perdarahan.

Bila sampai terjadi perdarahan, tentunya akan menganggu fungsi otak yang berpengaruh pada otak kita.

Apa jadinya jika fungsi otak terganggu? Bisakah menyebabkan demensia? Simak penjelasannya

Penyebab Demensia

penyebab demensia

Foto: sciencenews.org

Berdasarkan Canadian Pharmacists Journal, demensia mengacu pada sindrom klinis yang ditandai dengan penurunan kognitif progresif yang mengganggu kemampuan untuk berfungsi secara independen

Demensia akibat benturan kepala adalah masalah kesehatan yang paling sering terjadi di masyarakat.

Dilansir dari Web MD, orang muda cenderung lebih sering mengalami cedera kepala daripada orang yang lebih tua.

Cedera kepala adalah penyebab paling umum ketiga penyakit demensia, setelah infeksi dan alkoholisme, pada orang yang lebih muda dari 50 tahun.

Orang tua yang mengalami cedera kepala lebih cenderung mengalami komplikasi seperti demensia. Anak-anak cenderung memiliki komplikasi yang lebih parah.

Sifat demensia pada orang yang mengalami cedera kepala sangat bervariasi berdasarkan jenis dan lokasi cedera kepala, serta karakteristik orang tersebut sebelum cedera kepala.

Baca Juga: Lakukan 5 Kebiasaan Ini Setiap Hari untuk Mencegah Demensia

Demensia yang terjadi karena cedera kepala berbeda dari jenis demensia lainnya. Banyak jenis demensia, seperti penyakit alzheimer yang akan semakin parah dari waktu ke waktu.

Demensia akibat cedera kepala biasanya tidak bertambah buruk dari waktu ke waktu. Bahkan mungkin agak membaik seiring waktu.

Perbaikan ini biasanya agak lambat dan bertahap dan memakan waktu berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.

Penyebab Cedera Kepala

penyebab demensia

Foto: shutterstock.com

Berikut ini adalah penyebab paling umum dari demensia akibat cedera kepala menurut Emedicine Health, yaitu:

  • Jatuh (40%)
  • Akibat benda tumpul yang tidak disengaja (15%)
  • Kecelakaan kendaraan bermotor (14%)
  • Serangan (11%)
  • Penyebab tidak diketahui (19%)

Konsumsi alkohol atau zat lain merupakan faktor dalam sekitar setengah dari cedera kepala ini.

Baca Juga: Waspada Moms, Ini 3 Permainan di Playground yang Berpotensi Bikin Anak Cedera

Gejala Demensia Akibat Cedera Kepala

shutterstock_1442836226.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Dilansir dari laman Web MD, gejala demensia akibat cedera kepala meliputi gejala yang memengaruhi pemikiran dan konsentrasi, memori, komunikasi, kepribadian, interaksi dengan orang lain, suasana hati, dan perilaku.

Gejala-gejala yang ditunjukan tergantung dari bagian kepala yang mengalami benturan atau cedera, kekuatan hantaman, kerusakan yang disebabkan, dan kepribadian orang tersebut sebelum cedera.

Beberapa gejala bisa langsung muncul dengan cepat, sementara yang lain berkembang lebih lambat. Dalam sebagian besar kasus, gejala ini akan muncul setidaknya di bulan pertama setelah cedera.

Artikel Terkait